Loading...

SABANG (Smart Dryer Based On Biomass Gasification) System Untuk Pengeringan Biji Kopi Di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru

Innovillage
Share post:

Pada hari rabu tanggal 9 November kami melakukan koordinasi dan evaluasi terkait kelanjutan kegiatan implementasi pada tahap kedua dan menentukan jadwal dan langkah sebagai solusi dari permaslaahan yang telah dilalui pada kegaitan sebelumnya.

Pada hari selanjutnya pada tanggal 10 – 13 November 2022 tim memulai pemrograman pertama microcontroller arduino bersama dosen pembimbing. Dalam jangka tersebut kami banyak mengalami kendala dan masih belum menemukan solusi dari kendala yang kami alami. Selama proses uji coba seringkali kami mendapati pemrograman tidak berjalan dengan semenstinya, seperti sensor suhu tidak terdeteksi, LCD tidak merespon, relay tidak bekerja dengan baik dan lain sebagainya. Disela-sela hari hario tersebut kami juga melakukan pemantauan progress pembuatan mesin di bengkel las Sumber Urip miliki Pak Adi.

Pada tanggal 13-14 November 2022, kami mengunjungi tukang kayu yang merupakan mitra pak Adi yang mengerjakan komponen ruangan pengering. Di sana kami melakukan pemantauan dan cek terhadap bahan dan progres dari pembuatan komponen tersebut.

Pada tanggal 15 – 19 November 2022, tim Drym bersama dosen pembimbing melakukan uji coba reaktor untuk kesekian kalinya hingga menemukan asap dan proses yang tepat. Namun lagi-lagi kami belum dapat menemukan asap yang kami butuhkan dengan komposisi pembakaran yang stabil. Tak hanya itu terjadi banyak kebocoran pada komponen reaktor ini setelah dilakukan beberapa perubahan utk menyempurnakan komponen. Selain itu, kegiatan uji coba ini beberapa kali batal dan terhambat dilakukan karena cuaca yang tidak menentu yakni memasuki cuaca penghujan. Di sela – sela hari tersebut kami juga melakukan perangkaian dan uji coba pemrograman arduino berulang kali. Pada tanggal 17 November 2022, kami juga melakukan kunjungan kesekian kali untuk merembukkan dan berdiskusi terkait madalah yang sedang kami alami ke ahli sekaligus LPMD, Bapak Samsudin, beliau memberi banyak masukan terhadap masalah yang kami hadapi. Setelah mendapat banyak masukan dan ilmu, kami melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing sembari memantau progres mesin serta penentuan langkah yang tepat karena pembuatan alat masih belum selesai dari target yang ditentukan.

Agenda terakhir dari Inoovillage Drym Team 2022 ini adalah sosialisasi dan serah terima mesin pengering biji kopi yang dilakukan pada 27 November 2022 bertempat di UMKM Mahardja Kalibaru, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Pada hari yang sama, kami mulai dengan melakukan pemantauan lokasi sosialisasi dan mempersiapkan mesin serta hal-hal teknis yang mungkin masih kurang.. acara sosialisasi pun dimulai pada pukul 15.30 WIB. Jam tersebut mundur dari rencana jadwal acara yang seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB dikarenakan terjadi hujan lebat dan pemadaman listrik serta hujan deras. Sehingga kami belum bisa memulai acara dengan tepat waktu. Kejadian tersebut diluar prediksi kami sehinga kami terpaksa mengulur waktu pembukaan sembari menunggu genset diambil dan dipasang. Selebihnya alhamdulillah acara berjalan lancar dan para petani sangat antusias dan tidak sabar untuk menunggu hasil penyempurnaan mesin tersebut. Dari undangan yang kami undang , audien yang hadir datang 2/3 dari jumlah yang telah ditentukan yakni 20 orang. Acara sosialisasi juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan kepala desa. Respon para petani terhadap mesin dan kegiatan tersebut sangat senang dan mau mengawal untuk pengembangan lanjutan dari mesin tersebut hingga mesin dapat dioperasikan dan dioptimalkan pemnanfaatannya bagi para petani. Petani berharap betul bahwa mesin ini bisa menjadi terobosan bagi petani untuk meningkatkan nilai jual kopi. Tidak hanya itu, kepala desa, Bapak Dedi, memberikan respon yang sangat luarbiasa dan mau mendukung keberlanjutan dari pengembangan mesin pengering kopi ini supaya ekonomi masyarakat dapat meningkat dan terangkat melalui pemrosesan kopi karena selama ini bantuan alat dari pemerintah dirasa belum cukup dan dimanfaatkan bagi petani, karena selain lahan pengeringan yang tidak tersedia, cuaca yang kurang mendukung dengan curah hujan yang cukup tinggi, dan petani yang jarang dan hampir tidak pernah melakukan pemrosesan terhadap kopi, mayoritas petani menjual kopi dalam kondisi masih gelondong atau kopi baru petik. Pada acara tersebut, banyak ide-ide serta masukan dari petani kopi yang kami tampung dari mereka. Apresiasi yang tinggi diberikan oleh petani menjadi semangat utama untuk kami melakukan penyempuranaan alat dari mesin pengering kopi dan melakukan aspek keberlanjutannya. Mereka berniat untuk melakukan pembelian langsung kepada kami ketika sudah terbentuk mesin pengering kopi dengan Sabang System kondisi sempurna.

Video implementasi project klik disini.
#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top