MODIFIKASI SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK MENJADI PRODUK LOKAL GUNA MENGURANGI FRAGMENTASI TPA DI DESA TERJUN
Desa Terjun merupakan salah satu desa yang terletak di kota
Medan Sumatera Utara. Desa ini di jadikan sebagai tempat pembuangan akhir
sampah organik maupun anorganik yang jumlah nya berton-ton setiap harinya.
Namun pengolahan sampah masih kurang optimal dan kurang nya inisiatif warga
sekitar dalam mendaur ulang sampah ataupun mengelola sampah menjadi produk yng
bermanfaat. Hal ini mengakibatkan penumpukan sampah di TPA semakin meningkat,
bahkan membentuk seperti bukit akibat kurangnya kontrol pengoptimalan
pengolahan sampah. Hal tersebut di prediksi jika, terus menerus tidak di
lakukan tahap evaluasi dalam pengolahan sampah maka, sampah tersebut akan
menyebar luas hingga menutupi pemukiman warga di sekitar tempat pembuangan
sampah. Hal demikian dapat berpengaruh terhadap pemanfaatan lahan yang seharusnya
sebagai tempat permukiman warga malah menjadi sarana pembuangan sampah. Sampah
yang menumpuk, membuat lingkungan tersebut sangat tidak nyaman, ketika Hujan
tempat tersebut akan terendam oleh air lalu sampah yang menumpuk akan bertebar
kemanamana. Hal itu karena, saluran drainase tidak memiliki jalan akses menuju
TPA (Paluh Nibung), dengan luas lahan 14 Hektar yang setiap harinya mendapat
kiriman 1.700 ton sampah. Semua wilayah telah di habiskan oleh sampah. Ada
sekitar 200 kepala keluarga yang bertempat tinggal di daerah tersebut dan
profesi rata-rata masyarakat hanya memungut sampah yang akan di olah kembali,
tetapi pengolahan itu hanya akan menjadi sampah.
Mahasiswa sebagai agen perubahan tentunya harus tanggap dan
kritis dalam menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi
dalam lingkup masyarakat. Sebagai seorang mahasiswa mampu bertindak sebagai
penggerak serta mampu mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan perubahan
yang menjadi lebih baik. Terkait kondisi ini, kami telah memikirkan dan
mempersiapkan ide gagasan sebagai solusi untuk mengolah sampah agar menjadi
inovasi terbaru dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Inovasi yang kami
lakukan adalah suatu inovasi yang berkelanjutan guna mengurangi fragmentasi
dalam pengoptimalan sampah di TPA desa Terjun. Kami sangat membutuhkan peran
sumber daya manusia yakni, pemerintah dan masyarakat setempat untuk membantu
dalam mempraktikan inovasi terbaru dalam pengolahan sampah yang bisa menjadi
barang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi. Adapun inovasi yang akan kami
lakukan dalam pengolahan sampah yaitu, menjadikan sampah anorganik menjadi batu
bata bangunan serta sampah organik menjadi pupuk cair, disifektan ataupun
sampo.
- Tanggal 9-27 November proses pembuatan mesin dan pengecekan mesin serta uji coba mesin.
- Tanggal 28 November serah terima alat oleh pihak desa
- Tanggal 9-27 proses pembuatan disifektan dari sampah organik menggunakan eksrak jahe.
- Tanggapan kepala lurah dan aparat desa terkait program yang akan kami lakukan pada saat koordinasi atau diskusi terkait kerjasama yaitu mereka sangat mendukung dan siap ikut campur dalam program ini dan bahkan sangat antusias ketika kami memaparkan inovasi program kami terkait sampah.
- Pihak yang terlibat dalam implementasi ini adalah, Tim WCT, dosen pendamping, masyarakat desa tujuan, salah satu mahasiswa Polmed.
Video implementasi project klik disini.