INOVASI PENGERING KEBEN DAN DULANG FIBER KHAS BALI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENGRAJIN PADA MUSIM HUJAN DI DESA TEMBUKU
Pada implementasi tahap akhir ini kami memulai implementasi dengan koordinasi dan diskusi bersama dengan tim. Kami mendiskusikan terkait progres tahap pertama dan tahap kedua yang telah terlaksana dalam pembuatan alat. Pada diskusi ini juga kami melakukan evaluasi terkait tahap implementasi tahap pertama dan tahap kedua dimana kami saling menceritakan apa saja yang kurang dalam implementasi tahap tersebut dan apa saja harus ditingkatkan pada implementasi tahap akhir. Pada tahap ini juga kami juga mendiskusikan terkait uji coba alat, sosialisasi dan penerapan alat ke desa Tembuku. Serta kami membagi tugas untuk acara penyerahan alat yang akan kami lakukan pada tanggal 23 Nov 2022 di desa tembuku bersama bapak Wakil Rektor III Universitas Udayana, Bapak Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bapak Wakil Dekan III Fakultas Teknik dan Dosen Pembimbing.
Setelah Melakukan Percobaan Selama 2 kali yaitu percobaan pertama dan kedua, dari percobaan tersebut kami sudah mendapatkan data-data yang kami butuhkan. Dari data-data tersebut selanjutnya kami melakukan analisis terhadap data yang sudah kami dapatkan. Dari data tersebut kami mendapatkan hasil bahawa untuk alat ini direkomendasikan untuk mengeringkan dulang dari rentang suhu 50-60o. Pada tahapan uji coba terakhir ini kami mencoba untuk mengeringkan dulang dengan suhu-50-60 derajat.
Setelah melalui tahap uji coba alat, hingga saat ini alat sudah bekerja dengan baik dan kami menyatakan bahwa alat sudah layak untuk diserahkan kepada pengrajin dulang dan keben di desa Tembuku. Karena alat sudah berjalan sesuai yang kami inginkan selanjutnya kami melakukan finishing yaitu pembersihan alat serta pemasangan stiker-stiker. Setelah semuanya selesai kami langsung me packing alat untuk di bawa ke desa Tembuku.
Pada tahapan ini karena alat sudah jadi dan sudah dilakukan uji coba dengan hasil yang sudah kami targetkan, selanjutnya kami membuat buku panduan untuk penggunaan alat dimana buku ini membahas semua tentang alat pengering keben dan dulang fiber. Pada buku juga kami isikan penjelasan tentang innovillage serta beberapa informasi penting yang nantinya akan membantu dalam penggunaan alat.
Setelah tahap sosialisasi terlaksana, kami melanjutkan penyerahan alat pengering dulang dan keben ini kepada pengrajin di Desa Tembuku. Selain menyerahkan alat kami juga menyerahkan buku panduan penggunaan alat agar nantinya pengguna alat ini dapat memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pada tahapan ini kami menyerahkan alat bersama Wakil Rektor 3, Dekan FT , Wakil Dekan 3 FT, Dosen pembimbing serta teman-teman relawan. Pada kesempatan ini Wakil Rektor 3 sangat mengapresiasi kegiatan ini , beliau tidak menyangka team kami bisa lolos dan beliau juga memberi kami konversi KKN serta beliau berharap kami terus menjadikan desa tembuku sebagai desa binaan dan berharap banyak teman-teman dari udayana bisa lolos di innovillage tahun depan. Selain Wakil Rektor pemimpin di desa tembuku juga sangat senang dengan kegiatan ini mereka berharap untuk program ini bisa memajukan desa tembuku. Pada kesempatan ini juga pengrajin meminta beberapa hal yang harus kami lakukan pada tahapan pendampingan kepadanya.
Adapun manfaat yang diterima oleh masyarakat dengan terlaksananya program innovillage yaitu, masyarakat desa Tembuku khususnya pengrajin dulang dan keben sangat terbantu dalam proses produksi dulang dan keben pada musim hujan sehingga dengan meningkatkan produktivitas dari pembuatan keben dan dulang fiber khas bali ini dapat meningkatkan perekonomian pengrajin juga selain itu alat ini juga sudah ramah lingkungan sehingga tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini merupakan suatu tujuan kami juga untuk menjaga lingkungang. Hal ini bisa karena alat ini menggunakan energi listrik untuk mengeringkannya. Dengan adanya alat ini juga nantinya cara pengeringan yang lama yaitu menggunakan kayu bakar untuk mengeringkan bisa ditinggalkan. Manfaat dari segi sosial adalah nantinya alat ini akan meningkatkan produktivitas pengrajin sehingga nantinya akan dibutuhkan banyak karyawan untuk mengimbangi pengeringan dan pembuatan produk, sehingga dari hal itu akan meningkatkan sosial masyarakat.
Video implementasi project klik disini.