Loading...

Pengembangan Kampung Tematik Batik Durenan Indah dengan Branding

Innovillage
Share post:

Kota Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah. Kota Semarang memiliki keunikan baik dalam topografi maupun budayanya. Salah satu contoh akulturasi budaya yang unik tersebut adalah batik Semarangan. Sehingga muncul beberapa kampung tematik batik. Salah satu kampung tematik batik di Kota Semarang adalah Kampung Tematik Batik Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Dalam mendukung terwujudnya kampung wisata batik, salah satu sumber daya yang menjadi pendukung utama adalah banyaknya UMKM dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam sektor produksi batik Semarangan. Pada tahun 2018, difasilitasi dan didukung pemerintah kelurahan, didirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Durenan berdasarkan SK Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang nomor 556/2330 tanggal 3 September 2018. Sejak dibentuk, Pokdarwis ”Durenan” mengalami perkembangan dalam meningkatkan produksi batik. Pada Jalan Perum Polri Durenan Indah, Kelurahan Mangunharjo terdapat beberapa rumah sanggar untuk kerajinan batik Semarangan. Sehingga tidak berlebihan jika perumahan ini dijadikan kampung tematik batik di Kota Semarang. Saat ini, citra kampung batik ini belum terangkat. Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa pelatihan atau pendampingan untuk bisa mengangkat citra. Salah satunya dengan mengenalkan batik Semarangan ke masyarakat luas. Untuk itu, diadakan pelatihan keterampilan SDM dalam mengelola media sosial untuk menunjang keberlangsungan kampung tematik batik. Kemudian membuat website sebagai media promosi online, membuatkan kemasan untuk produk batik, mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi tentang kampung batik ini. Dan akan membuatkan katalog dan brosur untuk produk batik.

Dalam implementasi social project ini terdapat beberapa proses yang kami lakukan. Dimulai dengan melakukan riset lebih dalam kepada perajin batik, kemudian membuat desain pamflet dan brosur. Proses selanjutnya yaitu membeli domain dan hosting untuk website Kampung Batik Durenan Indah serta mengisi konten di website tersebut. Lalu kami mencetak pamflet, brosur, dan X-Banner yang akan diserahkan pada Kampung Batik Durenan Indah. Proses terakhir yaitu mengadakan pelatihan digital marketing supaya para perajin batik di Kampung Batik Durenan Indah ini dapat memasarkan produknya melalui media sosial secara efektif.

Dari ide yang kami buat di awal social project ini sudah beberapa tercapai. Target yang sudah dicapai yaitu membuatkan website untuk Kampung Batik Durenan Indah, membuat pamflet dan brosur, serta mengadakan pelatihan digital marketing. Untuk ide pembuatan katalog dan kemasan tidak dapat tercapai karena terdapat kendala dalam pencetakan. Kebermanfaatan dari hasil implementasi social project ini di masyarakat yaitu Kampung Batik Durenan Indah dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di lingkup Kota Semarang saja. Selain itu, dari aspek ekonomi para perajin memiliki pengetahuan untuk memasarkan batik sehingga bisa mendapatkan pendapatan yang stabil dengan adanya social project ini. Kolaborasi antar anggota tim, dosen pembimbing, dan masyarakat Kampung Batik Durenan Indah cukup baik, dibuktikan dengan terselenggaranya social project kami dari awal hingga akhir dengan baik. Selain itu, dibuktikan juga dengan antusiasme para perajin ketika mengikuti pelatihan digital marketing yang kami adakan.

Peluang keberlanjutan dari social project ini yaitu untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya branding dan Kampung Batik Durenan Indah semakin dikenal luas, maka pendapatan para perajin di kampung ini akan meningkat. Selain itu, social project ini juga dapat menambahkan adanya kerjasama dengan pihak lain dan terbukanya peluang usaha baru. Untuk waktu yang diperkirakan peluang keberlanjutan dari social project ini sekitar 1-2  tahun.

Yuk Lihat Video Implementasinya : https://youtu.be/jDNHqbbsTHc

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top