Lejja Meta-Tourism
Social project yang akan kami lakukan bertempat di pemandian air panas Lejja. Alasan kami memilih lokasi tersebut karena Kabupaten Soppeng memiliki objek wisata yang unik seperti pemandian air panas Lejja dan kelelawar yang ada di pohon kota, namun lokasi wisata tersebut masih kurang dipromosikan dengan optimal sehingga kurang dikenal. Sistem promosi yang dijalankan pada kepariwisataan Kabupaten Soppeng ini sekarang hanya terbatas pada sistem promosi dengan menggunakan brosur, leaflet pada acara festival baik pada tingkat regional, provinsi maupun nasional. Inovasi yang kami tawarkan untuk Social Project ini yaitu penggunaan teknologi Virtual Reality untuk menampilkan objek Wisata Pemandian Air Panas Lejja secara virtual dan immersif. Dengan penerapan teknologi VR, pengunjung/turis bisa melihat dan merasakan indahnya panorama alam Wisata Lejja yang akan berguna dalam penentuan keputusan wisata tanpa harus survei lokasi terlebih dahulu. Dengan begitu, teknologi VR menjadi alat promosi yang efektif untuk memperkenalkan Wisata Lejja baik di luar provinsi Sulawesi Selatan bahkan sampai mancanegara. Dengan VR kami akan menampilkan Wisata Lejja, keindahan alam, dan Kelelawar yang menjadi simbol Soppeng.
Adapun proses implementasi dilakukan selam kurun waktu 3 periode atau sekitar 7 pekan dan berhasil launching aplikasi VR Lejja Meta-Tourism bersama pengurus dan masyarakat yang berkaitan dengan wisata Lejja. Proses yang dilalui selama pengembangan aplikasi berupa membuat konsep aplikasi yang disusun bersama tim dan pembimbing, melakukan kerja sama bersama mitra 3D yang membantu dalam pembuatan aset-aset 3D untuk digunakan dalam aplikasi, membangun aplikasi virtual reality yang berisi panorama wisata Lejja mulai dari kolam, pepohonan, jalan maupun tangga, membangun website oddyverse yang berisi informasi terkait produk yang dikembangkan termasuk gambaran isi dari aplikasi virtual reality Lejja Meta-Tourism, dan terakhir launching serta sosialisasi aplikasi Lejja Meta-Tourism bersama stakeholders Wisata Pemandian Air Panas Lejja. Aplikasi yang telah dibuat mendapat respon positif dari pemerintah setempat dengan harapan yang sama yaitu menjadi media promosi immersif kepada calon wisatawan yang ada di seluruh penjuru dunia.
Manfaat dari aplikasi yang dibuat memang belum bisa di rasakan seketika setelah dilaunching. Akan tetapi aplikasi ini akan memberikan kebermanfaat jangka panjang untuk Wisata Lejja. Media promosi yang baik akan mengundang daya tarik dari banyak wisatawan, semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung maka akan meningkatkan perekonomian bangsa, menjadi devisa daerah dan Negara, membuka lapangan kerja untuk masyarakat, membantu membangun relasi dan kolaborasi antar masyarakat local dengan masyarakat luar, memperkenalkan kebudayaan desa/kota dari wisata tersebut dan aplikasi ini membantu memberikan edukasi cara memelihara lingkungan yang baik. Untuk memperoleh semua ini dibutuhkan kolaborasi yang baik. Selama proses implementasi ini, dilakukan kolaborasi bersama beberapa pihak. Kolaborasi bersama pembimbing dalam penyusunan ide dan konsep implementasi, kemudian bersama anggota tim membagi implementasi ini ke beberapa sub tugas. Setiap anggota tim memiliki tanggung jawab masing-masing. Pembagian tugas antar anggota tim didasarkan oleh keahlian dan kemampuan masing-masing. Tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan digabungkan bersama sampai hasil akhir tercapai.
Selama implementasi dilakukan pula kolaborasi bersama mitra pembuat objek 3D dan bersama memecahkan permasalahn yang sempat dialami ketika menggunakan objek 3D tersebut. Pada tahap launching dan sosialisasi aplikasi, dilakukan kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah setempat mulai dari tahap persiapan sampai kegiatan sosialisasi selesai. Selain itu, masyarakat juga membantu memberikan informasi terkait wisata pemandian air panas Lejja yang menjadi bahan referensi selama pengembangan. Aplikasi Virtual Reality Lejja Meta-Tourism memiliki peluang keberlanjutan yang besar. Aplikasi ini bisa digunakan terus menerus sebagai media promosi dengan catatan diikuti oleh pengembangan dari sisi aplikasi itu sendiri. Kami sadar waktu 7 pekan implementasi masih kurang untuk menghasilkan produk virtual reality lebih interaktif dengan lingkungan yang lebih nyata. Maka dari itu produk bisa terus dikembangkan mengikuti tren masyarakat yang semakin hari semakin maju.
Yuk pantau keseruan implementasinya: https://www.youtube.com/watch?v=AtS_Y-ySFME