Pemanfaatan Teknologi Smart Farming untuk Meningkatkan Efisiensi Budidaya Jamur di Kelompok Tani Elok Mekar Sari Surabaya
Kelompok tani Elok Mekar Sari adalah salah satu kelompok tani yang berada di Kelurahan Semolowaru. Kelompok tani ini dijadikan wadah berkumpulnya warga sekaligus menjadiader lingkungan di wilayah RW 08 Kelurahan Semolowaru untuk mengelola lahan di belakang RW 08 yang belum maksimal. Didorong oleh kesadaran dan keinginan yang kuat untuk memberdayakan masyarakat maka Kelompok Tani Elok Mekar Sari mengelola lahan tersebut dengan berbudidaya jamur tiram, budidaya lele dan budidaya jangkrik. Hasil budidaya tersebut dibuat berbagai macam olahan oleh anggota kelompok tersebut. Adanya beragam produk olahan dari Kelompok Tani Elok Mekar Sari ini membuatnya menjadi salah satu UMKM yang dipandang cukup sukses di Surabaya. Produk unggulan UMKM Elok Mekarsari merupakan hasil olahan jamur tiram seperti nugget jamur, sate jamur, bakso jamur, keripik jamur crispy, siomay jamur, tahu bakso jamur, sempol jamur, roti jamur, dan abon jamur. Oleh karena itu, budidaya tanaman perlu dilakukan, terutama tanaman yang tidak membutuhkan perawatan yang rumit dari proses pembibitan sampai dengan panen.
Tanaman yang berpotensi ekonomis dan dapat tumbuh dengan baik di wailayah ini adalah jamur tiram. Selain itu, iklim di Indonesia juga tergolong ideal untuk perkembangan jamur. Namun , terkadang cuaca dan iklim yang selalu berubah – ubah menjadi suatu masalah bagi para petani karena menyebabkan suhu udara dan kelembapan berubah sangat cepat. Pada budidaya jamur tiram, suhu dan kelembapan sangat berpengaruh pada hasil panen.Melalui kegiatan innovillage ini, diharapkan dapat memberikan solusi implementasi teknologi untuk menangani permasalahan atau kendala yang dialami oleh Petani jamur tiram berdasarkan hasil observasi lapangan. Pemanfaatan teknologi dari implementasi ide yang direncanakan diharapkan mempermudah masyarakat dalam proses budidaya, panen, hingga pasca panen sehingga produksi dapat optimal dan memenuhi standar kualitas. Dengan demikian dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Implementasi teknologi yang kami usulkan adalah penggunaan teknologi smart farming untuk meningkatkan efisiensi budidaya jamur yang memanfaatkan teknologi Internet Of Things (IOT) yang terintegrasi untuk sistem monitoring dan control jarak jauh pada budidaya jamur tiram. Harapannya dengan pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi salah satu inovasi dalam membantu petani jamur untuk mengontrol kelembapan area kumbung.
Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan utama para petani jamur yang telah dijabarkan sebelumnya, maka solusi yang diusulkan pada social project ini adalah pembuatan teknologi smart farming berbasi Internet Of Things (IOT). Alat ini dapat digunakan untuk monitoring serta control kelembapan dan suhu area kumbung. Sebelum adanya teknologi smart farming ini para petani jamur mengeluhkan beberapa hal diantaranya keharusan para petani untuk melakukan penyiraman kumbung secara manual dan tidak terjadwal, tidak mengerti akan suhu kumbung jamur saat itu yang mana suhu dan kelembapan jamur berubah - ubah yang berakhir pada gagal panen jamur. Dengan menggunakan teknologi smart farming ini maka penyiraman kumbung dapat dilakukan kapan pun dengan menyesuaikan suhu dan kelembapan karena sudah berbasi IoT. Dengan Langkah ini juga memudahkan para petani mendapatkan hasil jamur yang lebih optimal. Teknologi smart farming ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan. Sehingga, ketika kumbung berada pada suhu yang telah ditetapkan maka secara otomatis alat ini dapat menyemprotkan air di area kumbung. Monitoring dilakukan melalui aplikasi di smartphone, sehingga para petani dapat mengatur durasi semprot, jadwal penyemprotan, dan control suhu kumbung. Implementasi yang dilakukan selama 3 periode Innovillage merupakan implementasiyang dipusatkan pada penggunaan teknologi smart farming untuk meningkatkan efisiensi budidaya jamur dan renovasi kumbung jamur. Kumbung jamur di Kelompok tani elok mekar sari didirikan pertama kali pada tahun 2011 kemudian renovasi dilakukan pada tahun 2017. Pada tahun 2022 kondisi kumbung sudah tidak sekokoh seperti dahulu. Disebabkan material yang digunakan pada kumbung berasal dari bambu gedek sehingga perlu adanya renovasi secara berkala. Adanya program innovillage memberikan rasa Bahagia terutama kepada anggota UMKM Elok mekar sari dan kepala RW setempat karena dapat merenovasi kumbung jamur sehingga budidaya jamur dapat terus berlanjut. Selain itu para petani jamur merasa Bahagia akan adanya teknologi smart farming ini yang dapat membantu dalam proses budidaya jamur tiram. Bagaimana tidak, dengan adanya penyemprotan otomatis ini membuat para petani tidak harus ke kumbung untuk menyemprot secara manual dan para petani dapat mengontrol kelembapan dan suhu kumbung jamur. Dalam pelaksanaan progress Innovillage tidak hanya anggota tim Nasi Padang yang dilibatkan, bahkan beberapa mahasiswa Teknik Telekomunikasi, dosen Teknik Telekomunikasi
Institut Teknologi Telkom Surabaya, serta anggota UMKM elok mekar sari juga bergabung untuk menyukseskan implementasi Innovillage milik tim Nasi Padang kali ini. Bapak kepala RW 08 serta ibu lurah semolowaru turut memberikan dukungan serta dorongan kepada tim Nasi Padang agar dapat menyelesaikan social project ini secara maksimal. Dengan niat yang tulus untuk kesejahteraan para petani jamur tiram di UMKM Elok Mekarsari, Semolowaru, Surabaya, Jawa Timur. Terkait keberlanjutan social project yang sudah di rencanakan, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilaksanakan. Dengan tahap implementasi smart farming ini, bisa membuka mata para petani jamur tiram. Dengan teknologi, semua hal akan terasa lebih mudah, efisien, dan tidak banyak memakan energi. Pemeliharaan pada alat penyemprotan jamur ini dilakukan dalam setahun sekali. Sedangkan untuk kumbung jamur minimal dalam kurun waktu 5 tahun dilakukan renovasi bambu gedek ataupun rak tempat jamur tiram.
Tonton video implementasinya disini : https://youtu.be/IbZNGBn_OhY