Loading...

Sambang Sambung: Digitalisasi Desa Wisata

04 Oktober 2021
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Projek

  • Judul:Sambang Sambung: Digitalisasi Desa Wisata
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek, Tugu, Tegaren.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Ketua:Pujana Anggresta
  • Angota#1:Wulan Anggit Utami
  • Angota#2:Tharik Haikal Fajry

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Tegaren adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Desa Tegaren termasuk salah satu desa yang memiliki potensi wisata. Desa ini memiliki dua dusun, yakni Krajan dan Tompe. Desa ini memiliki luas wilayah 522,76 Ha yang sebagian darinya, 120 Ha, adalah kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani. Mayoritas warga Desa Tegaren bermatapencaharian sebagai petani. Artinya adalah para petani yang memiliki lahan mereka sendiri dan mereka mengelola lahan tersebut secara mandiri. Pada musim penghujan, para petani di Desa Tegaren bercocok tanam dengan tanaman padi, dan pada musim kemarau mereka menggantinya dengan jagung, singkong, dan tembakau. Sementara itu terdapat perempuan-perempuan paruh baya yang masih memproduksi besek (tempat dari bambu) untuk membantu perekonomian keluarga. Kerajinan bambu berupa besek, memang masih banyak dijumpai di Desa Tegaren, terutama di dusun Tompe. Desa Tegaren sendiri memiliki sebuah embung (danau buatan kecil) yang terletak di ujung dusun Tompe, yang dinamakan embung Banyu Lumut. Embung ini dibangun pada 1997 namun setelah itu tidak terawat dan terabaikan oleh masyarakat desa. Namun, Desa Tegaren masih merupakan desa yang berkembang dan berada pada peringkat 146 dari total 152 desa yang ada di Kabupaten Trenggalek. Yang lebih disayangkan lagi adalah pemuda-pemuda desa terasa memiliki keengganan untuk mengembangkan desanya, dimana hal tersebut dapat dilihat dari keengganan untuk belajar membesek atau meneruskan generasi sebelumnya untuk menjadi pengrajin besek. Padahal besek menjadi aset untuk desa.

Wisata alam juga dapat ditawarkan di Tegaren sebagai destinasi wisata. Masyarakat desa sangat menyambut positif id desa wisata dan beberapa masyarakat bergantung pada sektor pariwisata. Namun karena pandemic COVID-19, sektor pariwisata di Tegaren mulai terdampak. Oleh karena itu, solusi yang dapat ditawarkan oleh tim kami adalah melakukan digitalisasi desa wisata dengan melakukan virtual tour untuk lebih mengembangkan pariwisata desa.

Thorik Khaikal Fajry: Kesan pertama yang saya dapatkan ketika mengikuti Innovillage 2021 tentunya adalah rasa takjub dengan rangkaian agenda dari event ini, dimana kita disajikan dengan webinar-webinar dan serangkaian acara lain yang sangat edukatif dan inspiratif sehingga memacu diri saya untuk dapat ‘melakukan lebih’ dalam menjalankan project saya. Peforma berupa project yang dikembangkan oleh tim lain juga tidak kalah menarik sehingga meningkatkan semangat berkompetisi untuk terus memaksimalkan segala inovasi dari project saya. Harapan kedepan saya adalah semoga Innovillage dapat terus berlanjut demi mendongkrak kualitas generasi muda agar terus berkreasi dan berinovasi demi perkembangan kehidupan bangsa!

Kegiatan innovillage dapat ditonton di sini.

Top