Meningkatkan Kualitas Air dengan Teknologi IoT
01 November 2024
Universitas Trunojoyo
Projek
- Judul:Meningkatkan Kualitas Air dengan Teknologi IoT
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, KABUPATEN TUBAN, GRABAGAN, GESIKAN.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Trunojoyo
- Ketua:Ekananda Kinanthi Rahayu
- Angota#1:Ekananda Kinanthi Rahayu, Mikail Shauqi, Ihyau Rofiki Sukman Ra’up Taoga
SDGs
Mengakhiri Kelaparan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Akses Air Bersih dan Sanitasi Energi Bersih dan TerjangkauShare
Deskripsi
DESA Gesikan, yang terletak di Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menghadapi masalah serius terkait kualitas dan ketersediaan air bersih. Masalah utama yang dihadapi warga meliputi air keruh, kandungan kapur yang tinggi, serta keterbatasan akses terhadap sistem penyediaan air bersih seperti PDAM. Selain itu, kualitas air yang tidak memenuhi standar kesehatan menyebabkan meningkatnya risiko penyakit seperti diare. Mengingat kondisi ini, proyek Wasis-IoT (Water Smart Integrated System IoT) hadir untuk memberikan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi untuk pemantauan dan filtrasi air berbasis IoT. Wasis-IoT merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk memonitor kualitas air secara real-time menggunakan sensor turbidity, TDS (Total Dissolved Solids), dan pH. Sistem ini mengintegrasikan aplikasi mobile yang memungkinkan warga untuk memantau kualitas air dengan mudah, kapan saja. Salah satu keunggulan dari proyek ini adalah penggunaan sistem filtrasi bertingkat yang terdiri dari beberapa tahap, seperti filtrasi sedimentasi, karbon aktif, UV sterilizer, dan lainnya. Proyek ini juga menawarkan distribusi air bersih yang efisien melalui pengaturan otomatis, memastikan setiap rumah di Desa Gesikan dapat mengakses air bersih dengan kualitas lebih baik. Proses implementasi proyek ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Pada periode pertama, tim melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kualitas air dan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan warga untuk memahami kebutuhan mereka. Selain itu, tim juga menyiapkan alat dan bahan untuk pembangunan sistem. Pada periode kedua, perakitan sistem monitoring dan filtrasi dimulai, dengan pengujian sensor dan kalibrasi untuk memastikan akurasi pengukuran kualitas air. Proyek ini juga mencakup tahap sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air bersih dan pelatihan penggunaan teknologi yang telah diterapkan. Dampak positif dari implementasi Wasis-IoT ini cukup signifikan. Masyarakat kini memiliki akses terhadap air bersih yang lebih aman digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk konsumsi. Sistem filtrasi yang diterapkan mampu mengurangi kekeruhan dan kandungan kapur dalam air, menjadikannya lebih layak untuk digunakan. Selain itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas air bersih meningkat, yang turut mengurangi penyakit yang disebabkan oleh air tercemar. Selain dampak langsung pada kualitas hidup, proyek ini juga memberikan pelatihan bagi warga, membekali mereka dengan pengetahuan tentang pengelolaan air yang baik. Keberlanjutan dari proyek ini juga menjadi fokus utama. Pengelolaan dan pemeliharaan sistem dilakukan dengan melibatkan warga desa yang telah dilatih, memastikan bahwa sistem tetap berfungsi dengan baik setelah proyek selesai. Selain itu, keberhasilan proyek ini membuka peluang untuk memperluas penerapan teknologi serupa di desa-desa lain yang menghadapi masalah air yang serupa. Dengan demikian, WASIS-IoT bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi model yang dapat diperluas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.