Menjawab Tantangan Pertanian Berkelanjutan
01 November 2024
Universitas Telkom
Projek
- Judul:Menjawab Tantangan Pertanian Berkelanjutan
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, KABUPATEN BANDUNG, PACET, CINANGGELA.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
- Ketua:Aden Arjuna Atma Prawira
- Angota#1:: Aden Arjuna Atma Prawira Abdullah, Gilang Dwi Dermawan
SDGs
Kota dan Komunitas yang BerkelanjutanShare
Deskripsi
DESA Cinanggela, yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dikenal dengan potensi pertaniannya yang subur. Namun, potensi ini sering terhambat oleh penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan pengelolaan limbah pertanian yang kurang optimal, seperti kulit kopi. Dampak dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan adalah kerusakan ekosistem dan penurunan kesuburan tanah. Untuk mengatasi masalah ini, tim mahasiswa Universitas Telkom mengembangkan inovasi bernama GreenSwift, sebuah alat otomatis yang dapat mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. GreenSwift dirancang untuk mencacah dan memisahkan limbah organik menjadi pupuk padat dan cair. Alat ini menggunakan panel surya sebagai sumber energi, menjadikannya solusi yang efisien dan ramah lingkungan, terutama di daerah pedesaan yang sulit dijangkau pasokan listrik. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan, mengurangi biaya produksi, dan menjaga kelestarian tanah dan lingkungan. Pada tahap awal implementasi, tim memulai dengan melakukan koordinasi bersama dosen pendamping dan kelompok tani setempat. Mereka merencanakan langkah-langkah yang efektif untuk mengimplementasikan proyek ini. Beberapa komponen utama, seperti motor DC, sensor pH, dan mikrokontroler, dibeli dan dirakit menjadi alat yang siap diuji coba. Dalam tahap kedua, tim melanjutkan pengujian alat dan melakukan konsultasi untuk memastikan sistem berfungsi optimal. Selama implementasi, GreenSwift memberikan dampak yang signifikan di tingkat desa. Selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, alat ini membantu meningkatkan kualitas tanah melalui penggunaan pupuk organik. Masyarakat dan kelompok tani juga mendapatkan pelatihan mengenai cara penggunaan alat ini, yang mempermudah mereka dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk yang berguna. Penghematan biaya produksi dan pengelolaan limbah yang lebih baik menjadi manfaat nyata yang dirasakan oleh petani. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mengenai manfaat pupuk organik dan keterbatasan teknologi untuk pengolahan limbah pertanian. Meskipun demikian, peluang besar untuk keberlanjutan proyek ini sangat terbuka, terutama dengan dukungan pelatihan yang terus diberikan kepada kelompok tani. GreenSwift tidak hanya memberikan solusi bagi Desa Cinanggela, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan di desa-desa lain yang menghadapi masalah serupa. Dengan penggunaan panel surya dan sistem otomatisasi, GreenSwift menjadi pilihan yang hemat energi dan cocok untuk pertanian berkelanjutan. Keberhasilan proyek ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara teknologi, masyarakat, dan akademisi untuk menciptakan inovasi yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.