Solusi Pengeringan Bunga Telang yang Cepat dan Efisien
01 November 2024
Telkom University Purwokerto
Projek
- Judul:Solusi Pengeringan Bunga Telang yang Cepat dan Efisien
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA TENGAH, KEBUMEN, ADIMULYO, MELES.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University Purwokerto
- Ketua:Agus Setiyawan
- Angota#1:Agus Setiyawan, Ika Wida Nuragustin, Wildan Daffa’ Hakim Putra Antara
SDGs
Kesetaraan Gender Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan EkonomiShare
Deskripsi
DESA Meles di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam budidaya bunga telang (Clitoria ternatea). Bunga yang dikenal dengan warna ungu mencolok ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku teh herbal, pewarna alami, hingga bahan kosmetik. Namun, meskipun potensi ekonomi dari bunga telang sangat besar, kelompok wanita tani di desa ini menghadapi masalah besar dalam proses pengeringannya. Pengeringan bunga telang secara tradisional yang dilakukan dengan bergantung pada sinar matahari memiliki banyak keterbatasan. Proses ini memakan waktu yang sangat lama, mulai dari tiga hingga lima hari, yang tentu sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hal ini tidak hanya mengurangi kualitas bunga yang akan dijual, tetapi juga membuat hasilnya kurang optimal, dengan kadar air yang tidak terkontrol dan kadang berkurangnya warna serta kandungan gizi bunga tersebut. Akibatnya, harga jual produk bunga telang pun menjadi lebih rendah dan nilai ekonomi dari hasil pertanian ini tidak dapat maksimal. Melihat permasalahan tersebut, tim mahasiswa dari Telkom University Purwokerto, yang terdiri dari Agus Setiyawan, Ika Wida Nuragustin, dan Wildan Daffa’ Hakim, berkolaborasi dengan dosen pendamping Novanda Alim Setya Nugraha, mengembangkan inovasi bernama Metalang. Metalang adalah mesin pengering bunga telang berbasis teknologi infrared, yang dirancang untuk mempercepat proses pengeringan bunga telang dalam waktu yang jauh lebih singkat. Dibandingkan dengan metode tradisional yang memakan waktu tiga hingga lima hari, dengan Metalang, bunga telang hanya memerlukan waktu sekitar 8 menit untuk dikeringkan. Keunggulan utama dari mesin ini adalah kemampuan untuk mengeringkan bunga secara merata tanpa bergantung pada cuaca, serta menjaga kualitas warna dan kandungan gizi bunga telang. Tahap pertama dalam pengembangan inovasi ini dimulai dengan analisis kebutuhan masyarakat. Tim melakukan survei lapangan dan diskusi dengan Kelompok Wanita Tani Desa Meles untuk menggali lebih dalam masalah yang mereka hadapi. Dari hasil survei, jelas bahwa pengeringan bunga telang secara tradisional menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Dengan mengetahui masalah tersebut, tim kemudian merancang dan mengembangkan mesin pengering berbasis teknologi infrared yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Selama tahap pengembangan, tim juga memastikan bahwa mesin yang dirancang dapat dioperasikan dengan mudah oleh masyarakat setempat, khususnya kelompok wanita tani, yang mungkin tidak memiliki latar belakang teknis. Oleh karena itu, selain merancang mesin pengering, tim juga mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) yang terintegrasi untuk memudahkan pemantauan suhu dan kelembapan bunga secara real-time. Sistem IoT ini memungkinkan pengguna untuk memantau dan mengontrol proses pengeringan melalui dashboard berbasis web, yang dapat diakses melalui perangkat apapun tanpa perlu instalasi perangkat keras tambahan. Pelatihan intensif diberikan kepada kelompok wanita tani untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan mesin secara mandiri. Pelatihan ini tidak hanya mencakup cara penggunaan mesin, tetapi juga cara memanfaatkan sistem IoT untuk memantau kondisi pengeringan. Dengan cara ini, kelompok wanita tani tidak lagi bergantung pada pihak luar dan dapat mengoptimalkan penggunaan alat secara maksimal. Selain itu, tim juga memberikan bimbingan teknis terkait pemeliharaan mesin agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Setelah tahap pengujian dan perakitan mesin selesai, tim melanjutkan dengan instalasi mesin di lapangan pada Januari 2025. Proses instalasi ini dilakukan dengan memastikan bahwa lokasi yang dipilih memenuhi persyaratan teknis, seperti akses listrik yang cukup dan ventilasi yang memadai. Selama proses instalasi, tim juga melakukan uji coba mesin untuk memastikan bahwa mesin dapat berfungsi dengan baik di lapangan, dengan memantau seluruh sistem dan memastikan tidak ada kendala teknis. Selain itu, tim juga melakukan sosialisasi kepada Kelompok Wanita Tani terkait penggunaan alat ini, menjelaskan secara rinci bagaimana alat bekerja, manfaatnya, dan bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi IoT untuk meningkatkan kualitas produk bunga telang. Sosialisasi ini dilakukan pada 13 Januari 2025, diikuti dengan serah terima alat pengering pada 17 Januari 2025, serta pelatihan penggunaan alat yang berlangsung dari 18 hingga 20 Januari 2025. Setelah penerapan tahap pertama, tim melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas mesin dan dampaknya terhadap produktivitas kelompok wanita tani. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses pengeringan bunga telang menjadi lebih efisien, dengan kapasitas produksi meningkat hingga lima kali lipat. Pendapatan kelompok tani juga mengalami peningkatan signifikan, karena kualitas bunga telang yang lebih baik meningkatkan harga jual produk hingga 30%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan bunga telang juga berkurang drastis, sehingga menghemat waktu kerja dan tenaga. Dampak sosial dan ekonomi dari proyek Metalang ini sangat terasa bagi masyarakat Desa Meles. Selain meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, proyek ini juga memberdayakan kelompok wanita tani dengan memberikan pelatihan keterampilan teknis yang memungkinkan mereka mengoperasikan mesin secara mandiri. Program ini juga membuka peluang usaha baru bagi kelompok wanita tani, seperti produk turunan bunga telang yang dapat dipasarkan lebih luas, seperti teh herbal dan pewarna alami. Dalam jangka panjang, Metalang berpotensi untuk menjadi model inovasi yang dapat diterapkan di desa-desa lain dengan kondisi yang serupa. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang untuk mengembangkan mesin pengering serupa untuk komoditas lain, seperti rempah-rempah dan herbal. Keberlanjutan proyek ini juga didorong oleh dukungan pemerintah desa dan kementerian terkait, yang memberikan fasilitas dan bantuan untuk memperluas cakupan program ini ke desa-desa lain. Metode pengeringan bunga telang yang lebih cepat dan efisien ini membawa keuntungan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi lingkungan. Dengan menggunakan teknologi infrared, proses pengeringan bunga telang menjadi lebih hemat energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi jejak karbon. Ini juga mengurangi jumlah bunga telang yang rusak akibat proses pengeringan yang tidak merata, dengan tingkat kegagalan pengeringan yang sebelumnya mencapai 15% kini menurun menjadi hanya 2%. Dalam evaluasi dampak yang dilakukan, program ini terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan banyak anggota kelompok wanita tani yang melaporkan peningkatan kualitas hidup dan pengurangan beban kerja fisik. Selain itu, penerapan teknologi ini juga meningkatkan keterampilan teknis anggota kelompok, yang sebelumnya tidak familier dengan teknologi IoT, kini dapat mengoperasikan alat secara mandiri. Melalui proyek ini, Metalang berhasil memberikan contoh konkret bagaimana teknologi dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat desa, meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas produk, dan pada gilirannya memperkuat ekonomi lokal. Dengan berbagai pencapaian tersebut, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk direplikasi di desa-desa lain, membuka peluang untuk pemberdayaan masyarakat melalui teknologi, serta memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah pedesaan.