Mengoptimalkan Teknologi, Menambah Nilai Produk Susu
01 November 2024
Universitas Islam Malang
Projek
- Judul:Mengoptimalkan Teknologi, Menambah Nilai Produk Susu
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, PASURUAN, TUTUR, NGEMBAL.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Islam Malang
- Ketua:Akmal Maulana Gufron
- Angota#1:Akmal Maulana Gufron, Alda Aristana, Moch. Fimasy Hudillah
SDGs
Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi Konsumsi dan Produksi yang BertanggungjawabShare
Deskripsi
MESIN sederhana yang bekerja dengan tenaga surya itu kini menjadi titik balik bagi warga Desa Ngembal. Di desa yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sapi perah, persoalan klasik selalu sama: susu segar hanya laku dijual mentah dengan harga rendah. Padahal, potensi untuk meningkatkan nilai jual sangat besar jika susu itu diolah. Keterbatasan pengetahuan dan ketiadaan peralatan membuat para peternak dan pelaku UMKM di desa ini kesulitan melakukan hilirisasi produk. Akibatnya, peluang usaha banyak terlewat dan ekonomi rumah tangga sulit berkembang. Di sinilah hadir inovasi mesin pasteurisasi bertenaga surya yang digagas Tim Ngembal Project bersama Universitas Islam Malang. Solusi ini lahir dari kebutuhan nyata: menyediakan sarana pengolahan susu yang murah, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan teknologi sederhana yang ditenagai sinar matahari, mesin ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memberi alternatif nyata untuk meningkatkan kualitas produk susu olahan. Lebih dari sekadar alat, ia menjadi jembatan pengetahuan dan keterampilan baru bagi warga desa. Fitur utama mesin ini terletak pada kemampuannya mempasteurisasi susu dengan standar higienis sehingga aman dikonsumsi sekaligus siap diolah menjadi produk bernilai tambah. Pelatihan yang menyertai implementasi membuat para pelaku UMKM, terutama perempuan, mampu memproduksi aneka olahan seperti susu aneka rasa, yoghurt, keju, hingga bolu susu. Produk lain yang unik lahir dari sini, seperti puding sedot berbahan dasar susu yang disukai anak-anak karena warnanya cerah dan rasanya manis. Produk-produk ini dipasarkan di toko desa dengan harga terjangkau, namun nilainya jauh melampaui sekadar susu mentah. Antusiasme warga terlihat jelas ketika mesin diserahkan secara resmi kepada kelompok UMKM. Sekitar enam puluh orang hadir, mulai dari perangkat desa, mahasiswa, hingga peternak. Mereka bukan hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan pengolahan susu dengan mesin baru itu. Dukungan perangkat desa dan motivasi dari dosen pendamping memperkuat keyakinan bahwa Ngembal Project bukan sekadar proyek singkat, melainkan awal dari perubahan ekonomi desa. Dampaknya segera terasa. Para peternak mulai menyadari bahwa susu yang mereka hasilkan tidak lagi dipandang sebelah mata. Nilai jual meningkat, produk semakin beragam, dan lapangan kerja baru terbuka. Kaum perempuan mendapat ruang lebih besar untuk berperan sebagai pelaku usaha, memperkuat UMKM sekaligus menambah pendapatan keluarga. Semangat ini diperkuat dengan peluang pemasaran yang terbuka lebar, apalagi Desa Ngembal berada dekat dengan Agrowisata Bhakti Alam yang ramai dikunjungi wisatawan. Produk susu olahan pun punya potensi besar untuk menjadi daya tarik baru. Kolaborasi yang terjalin dalam tim juga menarik untuk dicatat. Mereka membagi peran menjadi tiga: hustler yang fokus pada pemasaran dan relasi eksternal, hacker yang mengurusi aspek teknis mesin, dan hipster yang merancang tampilan dan strategi branding. Pembagian ini membuat kerja tim lebih terarah sekaligus menghadirkan sinergi yang kuat antara aspek bisnis, teknologi, dan kreativitas. Bagi desa, pola kerja ini memberi contoh nyata bagaimana generasi muda bisa membawa energi baru untuk memajukan komunitas