Loading...

Inovasi Digital dalam Mengatasi Stunting

01 November 2024
Politeknik Negeri Medan

Projek

  • Judul:Inovasi Digital dalam Mengatasi Stunting
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:SUMATRA UTARA, DELI SERANG, PANTAI LABU, BAGAN SERDANG.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Politeknik Negeri Medan
  • Ketua:Yesica Stephany Simbolon
  • Angota#1:Yesica Stephany Simbolon, Riska Aini Putri, Yosefin Deutro Aritonang

SDGs

Mengakhiri Kelaparan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Share

Deskripsi

S TUNTING masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Salah satunya di Desa Bagan Serdang, Kabupaten Deli Serdang, yang memiliki angka stunting yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Di desa ini, mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan dan menghadapi berbagai tantangan sosialekonomi, termasuk kurangnya akses ke fasilitas kesehatan dan rendahnya pengetahuan tentang gizi. Hal ini memperburuk kondisi stunting yang terjadi, yang tidak hanya memengaruhi fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif mereka. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, tim SIGAP dari Politeknik Negeri Medan mengembangkan sebuah inovasi berbasis aplikasi bernama Snincer, yang bertujuan untuk membantu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi untuk memberikan solusi yang dapat diakses langsung oleh ibu hamil dan ibu dengan anak usia 0-5 tahun, dua kelompok yang paling rentan terhadap stunting. Tim SIGAP mengembangkan aplikasi ini dengan pendekatan Challenge-Based Learning (CBL), yang melibatkan masyarakat langsung dalam proses identifikasi masalah dan penyusunan solusi. Snincer hadir dengan berbagai fitur yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Bagan Serdang. Aplikasi ini memberikan edukasi tentang gizi yang mudah diakses, termasuk artikel dan resep makanan sehat, serta panduan tentang pola makan yang bergizi untuk ibu hamil dan anak-anak. Fitur “Daily Si Kecil” memungkinkan para ibu untuk memantau perkembangan anak mereka, Ωseperti pertumbuhan fisik dan asupan makanan. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur konsultasi kesehatan yang memungkinkan pengguna untuk berkonsultasi langsung dengan dokter atau bidan, tanpa harus bepergian jauh ke puskesmas atau posyandu. Untuk mendorong partisipasi masyarakat, aplikasi ini dilengkapi dengan sistem reward berbasis poin, yang dapat ditukarkan dengan bahan kebutuhan pokok, seperti beras dan telur. Setelah diluncurkan pada Januari 2025, Snincer mulai mendapatkan perhatian positif dari masyarakat desa. Lebih dari 30 ibu hamil dan ibu dengan anak usia dini segera mendaftar untuk menggunakan aplikasi ini. Sebagian besar dari mereka mulai rutin mengakses artikel dan resep sehat yang tersedia dalam aplikasi, sementara lebih dari 60% juga memanfaatkan fitur “Daily Si Kecil” untuk memantau perkembangan anak mereka. Hasil awal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pencegahan stunting. Namun, yang lebih penting lagi adalah dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan aplikasi ini dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan sistem reward berbasis poin, aplikasi ini berhasil mendorong lebih banyak ibu untuk terlibat aktif dalam program kesehatan yang ditawarkan. Sekitar 75% pengguna aplikasi terus menggunakan Snincer, yang menandakan adanya perubahan positif dalam pola pikir masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Selain itu, fitur konsultasi kesehatan dalam aplikasi ini juga terbukti memberikan dampak yang signifikan. Sebelum adanya aplikasi ini, banyak ibu yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, terutama karena keterbatasan transportasi dan jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan. Kini, dengan adanya fitur konsultasi online, ibu-ibu bisa lebih mudah berkonsultasi dengan tenaga medis kapan saja mereka membutuhkan. Program ini juga memberikan dampak positif di tingkat desa. Kepala Desa Bagan Serdang memberikan apresiasi terhadap keberadaan Snincer, mengakui bahwa aplikasi ini sangat membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan stunting. Keberhasilan aplikasi ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak ibu yang menggunakan aplikasi, tetapi juga dari perubahan nyata yang terjadi dalam perilaku masyarakat terkait dengan pola makan dan kesehatan anak. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat, pentingnya imunisasi, dan bagaimana menjaga perkembangan anak agar tidak terhambat oleh masalah gizi. Keberlanjutan dari program ini menjadi fokus selanjutnya. Tim SIGAP telah merencanakan beberapa langkah untuk memastikan bahwa aplikasi SNINCER dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas. Salah satunya adalah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, seperti BKKBN Sumatera Utara, serta sektor swasta yang peduli terhadap masalah kesehatan. Selain itu, pengembangan teknologi lebih lanjut, seperti integrasi dengan Machine Learning (ML) untuk memberikan rekomendasi gizi yang lebih personal, atau bahkan penggunaan perangkat IoT untuk pemantauan kesehatan secara real-time, dapat menjadi langkah besar untuk meningkatkan efektivitas aplikasi ini. Dengan potensi yang dimilikinya, Snincer tidak hanya akan terbatas pada Desa Bagan Serdang, tetapi dapat diperluas ke desa-desa lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa. Dukungan yang terus-menerus dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta akan memperkuat program ini agar bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar. Melalui inovasi seperti Snincer, pencegahan stunting di Indonesia tidak lagi menjadi tugas yang berat dan terpisah, tetapi sebuah usaha bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak bangsa.

Top