Inovasi Literasi Kolok untuk Komunitas Tuli-Bisu
01 November 2024
Universitas Pendidikan Ganesha
Projek
- Judul:Inovasi Literasi Kolok untuk Komunitas Tuli-Bisu
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:BALI, BULELENG, KUBUTAMBAHAN, BENGKALA.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Pendidikan Ganesha
- Ketua:Putu Suwidnyana
- Angota#1:-
SDGs
Pendidikan BermutuShare
Deskripsi
DESA Bengkala di Buleleng, Bali, dikenal sebagai salah satu desa dengan komunitas tuli-bisu yang cukup besar. Meskipun kehadiran sekolah inklusi memberikan harapan, masalah utama yang dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah kurangnya fasilitas pembelajaran yang memadai. Sekolah dasar inklusi di desa ini, SD Inklusi Negeri 2 Bengkala, berjuang keras untuk memberikan pendidikan setara bagi anak-anak tuna rungu dan tuna wicara, namun terbatas oleh ruang kelas yang sempit dan metode pengajaran yang konvensional. Salah satu inovasi yang muncul untuk mengatasi masalah ini adalah Literako, sebuah proyek pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Literako atau Literasi Kolok hadir sebagai storybook yang interaktif, memanfaatkan teknologi AR untuk memperkaya pengalaman belajar siswa inklusi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kolok adalah istilah bahasa Bali yang dalam bahasa Indonesia berarti tuli-bisu. Buku cerita ini dirancang khusus dengan marker QR yang dapat dipindai menggunakan perangkat Android, memungkinkan siswa untuk melihat gambar 3D yang memperjelas cerita dan membantu meningkatkan pemahaman mereka. Program ini bertujuan untuk tidak hanya memperbaiki aksesibilitas pendidikan untuk anakanak tuli-bisu, tetapi juga meningkatkan kualitas literasi mereka. Sebelumnya, siswa-siswa ini sangat terbatas dalam mengakses buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Buku-buku yang ada tidak dilengkapi dengan bahasa isyarat, sehingga sering kali memaksa guru untuk menjelaskan kembali isi materi, yang tentu saja membebani proses pembelajaran. Literako mengubah kondisi tersebut dengan menyediakan media pembelajaran yang inovatif, berisi cerita rakyat Bali yang dihadirkan dalam bentuk visual 3D melalui teknologi AR. Fitur utama dari Literako adalah kemampuannya untuk menggabungkan cerita bergambar dengan elemen-elemen interaktif yang membuat materi lebih menarik. Dengan bantuan teknologi ini, siswa yang sebelumnya merasa kesulitan dalam memahami teks cerita atau mengakses informasi visual kini dapat menikmati proses belajar yang lebih dinamis. Media ini juga dilengkapi dengan bahasa isyarat lokal, SIBI, dan Bisindo, sehingga anak-anak dapat memahami cerita lebih baik dan merasa lebih terhubung dengan materi yang diajarkan. Selain Literako, berbagai inovasi lain turut diimplementasikan, seperti renovasi kelas inklusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan ramah bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kelas ini kini dilengkapi dengan fasilitas seperti proyektor, wifi, dan alat peraga, yang sangat membantu dalam mendukung proses belajar mengajar. Siswa kini memiliki tempat yang lebih layak untuk belajar, yang berdampak langsung pada kenyamanan mereka dalam mengikuti pelajaran. Dampak dari inovasi ini sangat terasa, terutama dalam peningkatan literasi siswa. Sebelum penggunaan Literako, hanya 50% siswa yang menunjukkan minat baca, namun setelah penggunaan media ini, angka tersebut melonjak menjadi 95%. Buku yang semula dianggap membosankan kini berubah menjadi alat pembelajaran yang sangat dinantikan oleh siswa, yang semakin tertarik untuk membaca dan memahami materi. Literako memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan dengan elemen visual yang kaya dan interaktif. Keberlanjutan proyek ini juga terlihat jelas. Dengan bantuan dari berbagai mitra, seperti Bali Children Foundation (BCF), Buleleng Social Community, serta dukungan dari pemerintah daerah, program ini berpotensi untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah inklusi di Bali. Selain itu, Literako juga diproyeksikan untuk diperkenalkan lebih luas ke sekolah-sekolah luar biasa (SLB) di seluruh Bali, membuka peluang bagi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah lain untuk merasakan manfaatnya.