Loading...

Inovasi Efisiensi untuk Peternak Puyuh di Magelang

01 November 2024
Universitas Tidar

Projek

  • Judul:Inovasi Efisiensi untuk Peternak Puyuh di Magelang
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWATENGAH, MAGELANG, SALAMAN, SAWANGARGO.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Tidar
  • Ketua:Muhammad Sulchan Auza’I
  • Angota#1:Muhammad Sulchan Auza’I,Ahmad Fatihur Rahman, Muhammad Farhan Prananda

SDGs

Energi Bersih dan Terjangkau Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

PETERNAK puyuh di Desa Sawangargo, Kabupaten Magelang, menghadapi tantangan serius dalam mengelola suhu kandang mereka. Sebagian besar peternak masih mengandalkan pemanas berbasis gas LPG, yang tidak hanya menambah beban biaya operasional, tetapi juga bergantung pada pasokan yang tidak stabil. Masalah lain adalah pengaturan suhu yang dilakukan secara manual, yang sering kali tidak efektif dan berisiko mengganggu keseimbangan lingkungan kandang. Untuk menjawab masalah ini, tim dari Universitas Tidar melalui program Innovillage 2024 mengembangkan sistem kendali suhu otomatis berbasis IoT (Internet of Things), yang menggunakan pemanas elektrik sebagai solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi ini bertujuan menggantikan penggunaan gas LPG yang mahal dan langka dengan pemanas elektrik yang dapat diatur secara otomatis. Dengan teknologi ini, suhu kandang dapat dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh melalui internet, menggunakan provider Telkomsel yang menyediakan layanan internet cepat dan stabil. Sistem ini mengurangi ketergantungan pada gas dan juga mengurangi emisi karbon yang sering dihasilkan oleh pemanasan berbasis LPG. Proyek ini dimulai dengan analisis kebutuhan dan perancangan sistem kendali suhu, yang meliputi pembuatan skema rangkaian dan desain kandang. Setelah itu, tim membeli komponen yang dibutuhkan, termasuk pemanas elektrik dan sensor suhu, untuk merakit sistem yang dapat mengatur suhu dengan presisi. Pada tahap selanjutnya, tim memasang komponen-komponen ini di kandang dan mengujinya untuk memastikan alat berfungsi dengan baik dalam kondisi nyata. Selama uji coba, sistem diuji selama tiga hari untuk mengukur ketahanan dan efektivitasnya. Hasilnya, sistem kendali suhu otomatis ini terbukti efektif dalam menurunkan biaya operasional peternak. Sebelumnya, peternak menghabiskan sekitar Rp2.415.000 per periode panen hanya untuk penghangat berbasis gas LPG. Setelah menggunakan pemanas elektrik, biaya ini berkurang menjadi sekitar Rp462.000 per periode, menghemat lebih dari Rp1.900.000. Selain itu, sistem ini juga memberikan dampak sosial yang positif, dengan mengurangi ketergantungan pada gas LPG yang sering mengalami kelangkaan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tidak hanya memberikan solusi teknis, inovasi ini juga menciptakan peluang keberlanjutan yang besar. Tim Jaga Kandang berencana untuk mengembangkan sistem pemberian pakan dan minum otomatis serta memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya untuk menggantikan listrik konvensional. Selain itu, sistem ini juga membuka potensi pasar yang lebih luas, karena peternak di wilayah lain juga dapat mengadopsinya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak mereka. Inovasi ini tidak hanya menguntungkan peternak, tetapi juga memperkuat kerja sama antara tim, dosen pembimbing, mitra lokal, dan pemerintah desa. Semua pihak bekerja sama untuk menciptakan solusi yang tidak hanya mengatasi masalah yang ada, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas peternakan di Desa Sawangargo. Dengan keberhasilan proyek ini, diharapkan lebih banyak peternak dapat mengadopsi teknologi serupa untuk meningkatkan efisiensi dalam beternak dan menekan biaya operasional.

Top