Loading...

Pelatihan Public Relations Writing and Desain Komunikasi di Lingkungan Pesantren LP3IA Gus Baha di Narukan, Rembang

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Pelatihan Public Relations Writing and Desain Komunikasi di Lingkungan Pesantren LP3IA Gus Baha di Narukan, Rembang
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Tengah, Kabupaten Rembang, Kragan, Narukan.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Falaah Saputra Siregar
  • Angota#1:Elguarddine Hidayat
  • Angota#2:Muhammad Naufal Fadhil

SDGs

Pendidikan Bermutu

Share

Deskripsi

Kegiatan sosialisasi yang kelompok kami lakukan dimulai dengan sebuah ide untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang belum termaksimalkan pada Pesantren LP3IA. Kelompok kami melihat bahwa adanya potensi bagi sosial media yang pesantren tersebut miliki. 

Sosial media yang dimiliki oleh Pesantren LP3IA sudah mencakup beberapa komponen penting. Namun, kita melihat beberapa hal yang dapat ditingkatkan, yaitu pemahaman mengenai fitur-fitur pada media spsoal, search engine optimization (SEO), serta desain grafis. Maka, hal-hal tersebut merupakan materi yang akan kita bawakan pada Pesantren LP3IA.

Sosialisasi dimulai dengan persiapan yang kelompok kita lakukan beberapa minggu sebelum acara. Kita melakukan diskusi secara online demi menjaga penyebaran virus Covid-19. Persiapan yang kami lakukan adalah mempersiapkan materi, power point, serta bimbingan dengan dosen, yaitu Pak Aditya Ali.

Sebagai pembimbing, Pak Ali kerap memberikan masukan mengenai materi yang kita buat. Selain itu, Pak Ali juga berkehendak mengisi sebagai pengisi materi agar acara berjalan dengan baik. Dengan demikian, kita menganggap acara kita sudah matang.

Sosial media dan globalisasi informasi merupakan hal lumrah didengar pada tahun 2020. Penyebaran informasi yang cepat dan luas merupakan potensi yang masih dapat digali dan dimanfaatkan oleh banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan seperti Pesantren LP3IA. Manfaat penggunaan sosial media antara lain adalah image building dan digitalisasi dakwah.

Optimalisasi dakwah digital Gus Baha beserta Pesantren LP3IA, antara lain dilakukan melalui program pelatihan Public Relations Writing dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Program ini akan membuat santri/wati bisa melakukan hubungan positif antara pesantren dan khalayak, bisa melakukan image building secara produktif yang direpresentasikan melalui tulisan dan DKV.

Peserta program secara umum akan dilatih insentif menulis maupun DKV pada dua konten utama PR Writing yakni: 

  1. Controlled Information, yakni informasi yang secara total dapat dikendalikan oleh pihak pesantren, baik menyangkut isi keredaksian, gaya, penempatan maupun pemilihan waktu. 
  2. Uncontrolled Information, yakni informasi di luar kewenangan pesantren karena tidak bisa dikontrol karena kewenangan sepenuhnya ada di khalayak. Akan tetapi, cakupan informasi tetap dapat dijangkau dengan klarifikasi maupun counter information.

Harapannya, pelatihan ini akan meningkatkan soft skills pelajar pesantren dan meningkatkan jangkauan khalayak dakwah. Selain itu, citra positif yang dimiliki oleh pesantren akan meningkat dengan adanya kemampuan menjaga postingan pada sosial media.

Dengan izin tuhan yang maha esa, sosialisasi yang dilaksanakan Sabtu 21 November 2020 berjalan dengan lancar. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 8.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB. 

Peserta yang hadir berantusias dalam melakukan diskusi meskipun kita terhalang oleh jarak dan waktu. Tidak hanya peserta, saya dan teman-teman setim juga bertanya kepada peserta guna meningkatkan pemahaman peserta.

Selama melaksanakan kegiatan Innovillage ini, saya merasa sangat terbuka wawasan saya terhadap beragam pengetahuan dan pola pikir yang baru. Saya menyadari bahwa tidak hanya visual yang menjadi daya tarik bagi orang, pesan ataupun informasi yang terkandung dalam sebuah postingan pada sosial media merupakan hal yang tidak kalah penting. 

Keluh kesah dan rasa lelah yang kelompok kami alami sangat terbayarkan oleh antusias peserta sosialisasi ini. Sehingga, tidak ada kata sesal atau letih yang tersisa. Selanjutnya, kelompok kami berpesan agar acara seperti Innovillage tetap dilaksanakan dengan target yang sesuai juga. 

Sebagai kasus pada Pesantren LP3IA, sosial media yang dimiliki telah memiliki fungsi dan visual menarik. Namun, tidak semua pesantren memiliki kelebihan tersebut, sehingga, saya berharap kedepannya akan lebih banyak lembaga-lembaga pendidikan yang memahami pentingnya pengoptimalan media sosial di era industri 4.0.

Video dokumentasi bisa dilihat di sini.

Top