Loading...

Hadirkan Jalan Baru untuk Komunikasi Inklusif

01 November 2024
Universitas Negeri Yogyakarta

Projek

  • Judul:Hadirkan Jalan Baru untuk Komunikasi Inklusif
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, BANTUL, JETIS, SENDANG SARI.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Negeri Yogyakarta
  • Ketua:Raynald Rahmadani Manullang
  • Angota#1:Raynald Rahmadani Manullang, Nurfallah Hayati, Devika Jiviani Eka Putri

SDGs

Pendidikan Bermutu Mengurangi Ketimpangan Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan

Share

Deskripsi

TIDAK semua orang bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan kata-kata. Bagi penyandang disabilitas dengan hambatan komunikasi, setiap percakapan sederhana sering berubah menjadi tantangan besar. Di Indonesia, lebih dari 3,5 juta orang hidup dengan kondisi ini. Dampaknya tidak hanya terasa pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga berimbas pada perkembangan kognitif, emosi, bahkan kualitas hidup. Lebih jauh, hambatan ini memperparah diskriminasi sosial yang masih kerap mereka hadapi. Dari persoalan itulah lahir gagasan untuk menghadirkan TalkBook, sebuah inovasi teknologi asistif berbasis Augmentative and Alternative Communication (AAC). Produk ini dirancang sebagai buku komunikasi yang memanfaatkan sistem Picture Exchange Communication System (PECS) yang dilengkapi dengan suara. Sederhananya, TalkBook memungkinkan penggunanya menyampaikan kebutuhan, keinginan, hingga perasaan melalui simbol visual dan teknologi audio. Dengan harga terjangkau dan desain ramah pengguna, inovasi ini diharapkan mampu menjembatani keterbatasan komunikasi menjadi jembatan interaksi. TalkBook pertama kali diimplementasikan di Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul, Yogyakarta. Tempat ini dihuni banyak individu dengan hambatan komunikasi, sehingga menjadi ruang uji yang tepat untuk melihat seberapa jauh alat ini memberi manfaat. Proses pengembangan berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan. Dimulai dari riset kebutuhan pengguna, perancangan desain, pembuatan perangkat, hingga tahap diseminasi bersama mitra dan masyarakat. Fitur utama TalkBook terletak pada kombinasi simbol visual yang intuitif dengan teknologi suara yang sederhana namun efektif. Produk ini juga dilengkapi panduan penggunaan agar mudah dipahami pengasuh maupun keluarga. Meski ukuran awalnya tergolong agak berat, tim pengembang melakukan revisi bahan agar lebih ringan dan praktis dibawa. Selain itu, konten TalkBook dapat disesuaikan dengan konteks lingkungan pengguna, membuatnya lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil implementasi menunjukkan perubahan yang nyata. Sebanyak 42 penyandang disabilitas di Panti Bina Siwi kini memiliki akses komunikasi yang lebih baik. Mereka bisa menyampaikan pesan sederhana, terlibat dalam interaksi sosial, hingga meningkatkan kepercayaan diri. Tidak hanya itu, para pengasuh juga merasakan manfaat karena 80 persen di antaranya kini lebih memahami cara berkomunikasi dengan warga binaan menggunakan TalkBook. Dampaknya meluas hingga ke masyarakat sekitar. Saat kegiatan diseminasi, hadir perwakilan pemerintah desa, UMKM difabel, hingga komunitas Teman Inklusi. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana inovasi sederhana bisa memantik kepedulian kolektif untuk menciptakan lingkungan yang inklusif. Dari sisi sosial, TalkBook meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dan membuka ruang partisipasi dalam kegiatan produktif. Dari sisi ekonomi, produk ini berpotensi menjadi alternatif alat bantu komunikasi buatan dalam negeri yang mampu menekan biaya impor sekaligus membuka pasar baru di bidang teknologi asistif. Ke depan, peluang keberlanjutan TalkBook sangat terbuka. Meski tim sempat menghadapi tantangan, seperti sulitnya mencari komponen di pasaran atau biaya produksi yang masih tinggi, solusi terus dicari. Potensi pengembangan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan diproyeksikan tetap kuat, apalagi jika ada dukungan kebijakan dan adopsi lebih luas di masyarakat.

Top