Loading...

Tombol Darurat Cerdas untuk Ibu dan Bayi

01 November 2024
Universitas Pakuan

Projek

  • Judul:Tombol Darurat Cerdas untuk Ibu dan Bayi
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BOGOR, CIOMAS, SUKAMAKMUR.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Pakuan
  • Ketua:Sabil Ryanzada
  • Angota#1:abil Ryanzada, Furqon Mubarok, M. Daffa Dzakwan S.

SDGs

Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Share

Deskripsi

DI banyak desa di Indonesia, akses layanan kesehatan darurat masih menjadi tantangan besar. Warga kerap kesulitan mendapat bantuan cepat, terutama ketika ambulans datang terlambat. Situasi ini sangat berisiko bagi ibu hamil yang hendak melahirkan dan bayi yang membutuhkan penanganan segera. Desa Sukamakmur di Kabupaten Bogor mengalami persoalan serupa. Kurangnya edukasi masyarakat, terbatasnya infrastruktur, serta kesenjangan pelayanan publik membuat penanganan darurat sering terhambat. Kondisi itu mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi dari tim mahasiswa Universitas Pakuan. Mereka menghadirkan  Panic Notification DeviceAndalan atau PANDA, sebuah aplikasi sederhana namun krusial yang menjadi jembatan cepat antara masyarakat dan tenaga medis. Melalui PANDA, pengguna cukup menekan tombol darurat tiga kali, lalu sinyal segera terkirim ke rumah sakit, sopir ambulans, dan pemerintah desa. Fitur GPS memastikan lokasi terdeteksi akurat sehingga bantuan dapat tiba lebih cepat. Fitur yang ditawarkan PANDA tidak berhenti pada notifikasi darurat. Aplikasi ini dilengkapi panduan penggunaan, artikel kesehatan sesuai usia kehamilan atau bayi, riwayat penyakit untuk memudahkan diagnosa awal, serta kontak darurat yang otomatis mengirim kabar melalui WhatsApp kepada keluarga. Terdapat pula fitur edit profil yang memudahkan penyesuaian data pengguna. Semua dirancang agar masyarakat bisa mengakses layanan darurat dengan praktis. Proses pengembangan aplikasi ini berlangsung bertahap. Tim terlebih dahulu melakukan observasi di desa, memetakan kebutuhan masyarakat, lalu menyesuaikan rancangan aplikasi dengan kondisi demografis, geografis, dan psikologis warga. Setelah melewati desain UI/UX dan penyusunan algoritma, aplikasi diuji coba bersama warga serta direvisi sesuai masukan. Sosialisasi dan pelatihan penggunaan dilakukan dengan melibatkan bidan desa, puskesmas, hingga kader posyandu agar aplikasi bisa digunakan secara tepat. Peluncuran PANDA di Desa Sukamakmur mendapat sambutan hangat. Kepala Puskesmas Ciapus, drg. Rinia Komalasari, menilai aplikasi ini mampu menciptakan inklusivitas, memastikan semua warga memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan. Bagi ibu hamil dan bayi, keberadaan PANDA memberi rasa aman baru. Data per Juni 2024 mencatat ada 1.131 bayi berusia 0–4 tahun di Desa Sukamakmur, serta ribuan ibu hamil di Kecamatan Ciomas. Dari jumlah itu, ratusan warga sudah merasakan manfaat aplikasi ini. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada keamanan, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat. Warga mulai terbiasa memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan mendesak. Edukasi yang terintegrasi di dalam aplikasi membantu ibu hamil lebih sadar akan kondisi kehamilan dan perawatan bayi. Hal ini diyakini mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Tim merancang keberlanjutan PANDA melalui tahapan hingga 18 bulan. Mulai dari fase implementasi awal, peningkatan penggunaan, evaluasi dampak, kolaborasi dengan mitra eksternal, penguatan kembali, hingga pematangan skala jangka panjang. Ke depan, aplikasi ini ditargetkan berkembang dari tingkat desa ke kota, lalu provinsi, bahkan nasional dalam kurun lima hingga tujuh tahun. Dengan keunikan tombol darurat dan fitur pendukung yang relevan, PANDA memiliki potensi pasar luas. Kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat pascapandemi menjadi faktor penting bagi pengembangan aplikasi ini. Tim percaya, ketika akses darurat cepat tersedia bagi semua orang, kesetaraan pelayanan kesehatan bisa tercapai.

Top