SAVAGES (Sustainable Village Management System) of CASSAVA : Sistem Pintar Tata Kelola Pangan dalam Mengoptimalkan Produksi Ubi Kayu yang Berkelanjutan menuju Ekonomi Desa Digital – Universitas Hasanuddin – Desa Benteng Gajah - Kab.Ma
Desa Benteng Gajah merupakan salah satu desa di Kabupaten Maros yang terletak di Kecamatan Tompobulu dan berjarak 24,1 km dari Universitas Hasanuddin. Desa Benteng Gajah memiliki luas wilayah 24,04 km2 dengan jumlah penduduk kurang lebih 1400 jiwa. Desa Benteng Gajah memiliki berbagai potensi dari sumber daya alam yang dihasilkannya, baik dari segi pariwisata maupun komoditi pangan yang dihasilkan. Berdasarkan wawancara dengan salah satu Ibu Dusun Polewali Desa Benteng Gajah, Ibu Ais, disampaikan bahwa Desa Benteng Gajah memiliki banyak komoditi ubi kayu dan hampir tiap warga memiliki kebun ubi kayu. Akan tetapi, pengolahan terhadap ubi kayu di Desa Benteng Gajah masih terbatas. Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu penyuluh pertanian di daerah Desa Benteng Gajah bahwa komoditi ubi kayu lebih dominan dipasarkan tanpa diolah. Disamping itu, kulit maupun batang ubi kayu hanya dibiarkan begitu saja dan berakhir menjadi sampah, menumpuk dan dibakar. Hal tersebut terjadi akibat minimnya pengetahuan warga terhadap pengolahan ubi kayu sehingga proses pengolahan jarang dilakukan.
Dalam memaksimalkan pengolahan sumber daya alam, juga diperlukan keterlibatan sumber daya manusia sebagai pelaksana dan inisiator. Di Desa Benteng Gajah, terdapat kumpulan Kelompok tani, salah satunya Kelompok Wanita Tani. Kelompok dan setiap dusun memiliki Kelompok Wanita Tani. Organisasi tersebut berupa organisasi yang berisi istri para petani. Akan tetapi, produktivitas dari organisasi desa tersebut masih kurang. Berdasarkan observasi lapangan, organisasi tersebut masih jarang memiliki kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan maupun pemberdayaan masyarakat setempat. Sehingga perlu dilakukan upaya pengolahan ubi kayu untuk meningkatkan nilai jual dari ubi kayu.
Bentuk edukasi juga perlu dilakukan kepada kelompok pemuda dalam memaksimalkan potensi desa melalui pemberdayaan sistem operasional dari SAVAGES. Keterlibatan kelompok pemuda tersebut dilakukan akibat kurangnya produktivitas pemuda di Desa Benteng Gajah. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi pengolahan ubi kayu dan meningkatkan produktivitas organisasi desa, maka dilakukanlah program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pengolahan ubi kayu hingga sistem operasional dengan digitalisasi menggunakan website sehingga meningkatkan nilai jual ubi kayu dan mengurangi jumlah ubi kayu yang terbuang karena tidak diolah. Maka, hadirlah SAVAGES of CASSAVA sebagai sistem pengolahan ubi kayu untuk memaksimalkan produksi pangan yang berkelanjutan. Tujuan dari SAVAGES adalah untuk mengoptimalkan produksi ubi kayu guna mengurangi jumlah limbah pangan yang terbuang ke alam dengan berbasis upaya pencegahan maupun penanganan melalui pemberdayaan komunitas dengan sistem digital sehingga tercapainya ekonomi desa digital pada Desa Benteng Gajah. Sistem SAVAGES juga dipermudah dengan akses teknologi melalui sistem pengangkutan dan pengolahan yang dapat diakses melalui website sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
Pada periode implementasi pertama TIM CLOUD9 telah mengadakan Briefing Bersama Dosen Pembimbing sebagai persiapan observasi Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sebelum melakukan proses implementasi kegiatan Savages. Setelah mengikuti Bootcamp Innovillage, TIM CLOUD9 melakukan koordinasi dengan pihak desa Benteng Gajah sekaligus penandatanganan Surat Mitra bersama Kepala Desa Benteng Gajah. Kegiatan Savages kemudian dilanjutkan dengan mengadakan Focus Group Disscussion dan Edukasi Manajemen dan Pengolahan Produksi Ubi Kayu bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Benteng Gajah. Dari hasil Focus Group Disscussion dilakukan penyusunan buku paduan serta perancangan prototype website sebagai langkah kegiatan Savages di periode implementasi minggu selanjutnya. Dari kegiatan yang telah dilakukan, elompok wanita tani maupun masyarakat desa dan aparat desa menerima dengan baik dan antusias untuk mengikuti kegiatan SAVAGES. Pada implementasi ini, tim CLOUD telah melakukan monitoring dan evaluasi selama 2 kali dalam merumuskan rencana lanjutan, kendala, dan proses penanganan kendala dan tantangan. Kemudian dilanjutkan dengan praktik olah ubi bersama Kelompok Wanita Tani Desa Benteng Gajah. Selanjutnya, juga dilakukan proses lanjutan pembuatan website, mulai dari briefing bersama developer hingga pembuatan front-end website. Tidak hanya itu, luaran lain yang kami hasilkan berupa buku panduan yang akan menjadi buletin digital sebagai konten pada website dan versi cetak. Buku tersebut akan berperan sebagai buku panduan. Tim CLOUD9 juga melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing terkait kegiatan yang akan kami lakukan dan yang telah kami lakukan sebelumnya. Dosen pembimbing kami memberikan arahan terhadap proses lanjutan pada program SAVAGES. Pada implementasi ketiga, kami melakukan praktik olah ubi kembali, launching, dan finalisasi produk. Finalisasi ini menghasilkan produk buku, website, dan produk olahan ubi. Selain itu, juga dilakukan pelatihan pemasaran secara digital bagi mitra sasaran.
Mitra sasaran dari Program Savages yaitu Kelompok Wanita Tani dan Karang Taruna ang produktivotasnya masih kurang. Melalui program ini, pengetahuan dan produktivitas mitra meningkat. Mitra juga memilikin keinginan yang tinggi dalam melakukan pengolahan ubi kayu.Sebelumnya, penjualan pada hasil panen ubi kayu langsung dijual tanpa diolah. Hal ini terjadi akibat keterbatasan alat, pengetahuan, dan fasilitas akses penjualan. Dari kurangnya pengolahan tersebut, ubi kayu di Desa Benteng Gajah terbuang sia-sia dan berpotensi menjadi foodwaste. Tidak hanya itu, produktivitas dari masyarakat juga semakin meningkat dengan adanya pemberdayaan yang dilakukan. Keberlanjutan dari program SAVAGES adalah pembentukan Rumah Produksi, pengolahan limbah ubi kayu, menambah komoditas olahan pangan baru, dan membentuk komunita. Rumah Produksi ini nantinya akan memproduksi krichips sebagai cemilan khas Benteng Gajah dan Tepung. Produk tersebut juga kedepannya akan didaftarkan PIRT sehingga izin edar lebih terjamin dan penyebarannya lebih meluaas. Tidak hanya itu, juga dilakukan pengolahan limbah ubi kayu menjadi briket, biodegradable, maupun pakan ternak karena di Desa Benteng Gajah juga memiliki potensi peternakan yang tinggi. Berdasarkan saran dari warga, warga juga merekomendasikan untuk mengolah komoditas lain di Desa Benteng Gajah, yaitu pisang. Tidak hanya itu, kedepannya pada program SAVAGES juga memfasilitasi petani dalam budidaya ubi kayu dengan memberikan pupuk maupun edukasi penanaman, sehingga juga akan mempermudah dalam proses produksi olahan ubi kayu. Dari segi pengembangan produk, produk ini juga akan didaftarkan P-IRT agar distribusi menjadi lebih luas. Kedepannya, produk yang dihasilkan juga akan dipasarkan secara aktif baik secara langsung kepada customer maupun bermitra dengan pihak kuliner melalui digital maupun direct marketing.
yuk lihat proses implementasinya : https://bit.ly/VideoInnovillageCLOUD9UNHAS