Loading...

Pembuatan Tepung Ubi Sebagai Pemanfaatan Komoditas Pertanian di Desa Bojongsari Berbasis Pemberdayaan Keluarga dengan Penerapan Teknologi Digital Solar Dryer

Innovillage
Share post:

Pada tanggal 9 November 2022 kami membeli ubi sebesar 100 ke petani untuk diolah pada tahap akhir, lalu pada tanggal 10 November kami membagikan ubi ke ibu-ibu untuk memulai Kembali proses pembuatan tepung ubi. Pada tanggal 11 November kami mencari kemasan yang cocok untuk produk tepung ubi yang telah kami buat yaitu kemasan 400 gram dan kemasan 1 kilo gram dan menyewa agensi periklanan untuk mendesain label kemasan tepung ubi, berikut desai kemasannya.

Pada tanggal 12 November kami mencoba membuat olahan dari tepung ubi untuk dimuat dalam produk knowledge. Kami membuat brownies, bolu kukus dan cookies dan meminta ibuibu untuk mencicipi hasil olahan tepung ubi.

Pada tanggal 13 November kami menghubungi agency periklanan untuk keperluan branding tepung ubi, hasil yang didapatkan yaitu service yang ditawarkan itu kelola sosmed mulai dari admin, pembuatan konten terstruktur, scheduling konten, foto & video produk, pembuatan media promosi (poster, brosur, xbanner,dll). Sampai pemasangan iklan sosial media, dan KOL management. Pada tanggal 15 November dilaksanakan proses penepungan dengan menggunakan mesin penepung FFC-15. Lalu pada tanggal 16 dilaksanakan proses pengemasan dengan kemasan zipper standing pouch dengan ukuran kemasan 400gr dan 1 kilogram. Pada tanggal 18 November kami menyewa jasa agensi periklanan untuk foto produk dan mockup untuk keperluan pemasaran dan branding.

Pada tanggal 20 November kami membuat materi dan desain product knowledge untuk keperluan pemasaran dalam menghubungi klien.

Saya membuat BMC (Business Model Canvas) untuk merancang perencanaan bisnis serta menetapkan dan memvalidasi berbagai poin penting dalam bisnis. Pada tanggal 26 November kami menghubungi pihak Bumdes untuk bekerjasama dalam penjualan tepung ubi Ubisari. Pada tanggal 27 November kami menghubungi toko olahan makanan dan toko kue di daerah Cikoneng untuk memasarkan produk tepung ubi Ubisari. Hasil dari pembicaraanya yaitu, kami dapat menaruh tepung ubi di toko tersebut dengan pembagian hasil setiap produk yang terjual. Pada tanggal 28 November kami memberikan insentif kepada partisipan yang sudah dijanjikan sedari awal sesuai pekerjaan yang sudah dilakukan oleh masing-masing anggota, sekaligus berpamitan apabila kelompok kami mengurangi instensitas kehadiran kelompok kami ke Desa untuk melakukan proses produksi, namun kami menjelaskan bahwa kami akan mengontrol proses kegiatan dari jarak jauh dan kami juga membantu dalam proses pemasaran yang sesekali membutuhkan waktu untuk Kembali ke Desa Bojongsari.

Video implementasi project klik disini.


#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top