Pemanfaatan Limbah Jerami Padi Sebagai Penanaman Jamur Merang Sebagai Alternatif Penghasilan Rumah Tangga Berbasis Internet of Things
Pada progress minggu ke-3, SAM team melakukan sosialisasi ke Desa Leuwi Hanja, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kami bersosialisasi tentang penggunaan “Aplikasi Monitoring Jamur Merang” yang diawali dengan menjelaskan alat yang sudah dibuat. Dimana Alat ini berbasis IOT (Internet of Things), terdiri dari 3 sensor dan 1 buzzer. Karena jerami mudah terbakar dan lingkungan disekitar Desa Leuwi Hanja sangat panas hal ini sangat sensitif untuk pertumbuhan jamur, dimana jamur baik tumbuh di suhu 16-30 derajat celcius. Oleh karena itu kami mengintegrasikan alat kami dengan pompa air, jika terdeteksi suhu diatas 30 derajat celcius maka secara otomatis pompa akan mengalirkan air kedalam keranjang jamur selama 1 menit yang telah kami uji dimana jika jamur diairi selaam 1 menit itu akan mengembalikan suhu normal di 16-30 derajat celcius. Selain itu juga, kami memasang sensor api (flame) yang dimana jika terdeteksi api maka otomatis buzzer dan pompa air akan menyala.
Adapun camera ini berfungsi sebagai monitoring yang dihubungkan ke handphone Bapak Rocky (Petani Jamur Sekitar). Didalam mobile apps yang dibuat, pengguna (user) bisa melihat berapa suhu jamur, kelembapan, dan live streaming yang dihubungkan dari camera secara REAL-TIME. Banyak warga/masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya sosialisasi penggunaan alat ini, karena dengan ini masyarakat tahu bagaimana cara menanam jamur yang baik dan menghasilkan jamur yang lezat dan bergizi. Setelah proses sosialisasi selesai, kamipun langsung mengimplementasikan alat yang sudah dibuat. Dimana proses pengimplementasian alat dibantu juga oleh warga sekitar.
Video implementasi project klik disini.