Modernisasi Perkebunan Jambu Madu Deli Dalam Pot Dengan Penerapan Teknologi Penyiraman Dan Pemupukan Otomatis Yang Terintegrasi Sonic Bloom Dan Gelombang Elf (Extreamly Low Frequency)
Kecamatan Medan Johor merupakan salah satu Kecamatan di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki iklim tropis dimana sebahagian masyarakatnya berprofesi sebagai petani dengan komoditas tanaman yang giat dibudidayakan yaitu tanaman jambu madu deli. Hal ini karena buah jambu madu deli memiliki harga jual yang tinggi yaitu mencapai kisaran harga Rp 18.000,00 sampai dengan Rp 20.000,00 per kg (Simatupang, 2012). Sehingga dijadikan sebagai sumber penghasilan masyarakat di daerah tersebut. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang telah dilakukan tim kepada 2 mitra petani jambu madu diantaranya pak Sumarsono dengan luas lahan 8000 ha untuk 170 pokok dan jarak tanam 7 m x 7 m, sedangkan pak Surya memiliki luas lahan 300-400 ha dengan jumlah tanaman 50 pokok pada jarak tanam 3 m x 3 m. Dari hasil rangkuman interview dari kedua petani tersebut bahwa produktivitas rata-rata untuk 1 pohon menghasilkan 5 – 10 kg serta masih belum tersentuh oleh teknologi pertanian yang modern (Hi-Tech) secara maksimal yang menyebabkan desa tersebut masih menggunakan metode penyiraman tanaman secara manual (hand method) yang dilakukan pada pagi dan sore hari yang mengakibatkan volume air yang diberikan tidak terukur sesuai dengan kebutuhan tanaman jambu madu deli. Sedangkan untuk pemupukan petani tersebut melakukanya dengan cara “feeling” tanpa penakaran terlebih dahulu sesuai standar tanaman jambu madu deli yaitu menggunakan 3 jenis pupuk dalam 2 minggu sekali pupuk dengan perincian ½ ons pupuk jenis NPK Mutiara, ½ ons pupuk jenis Urea Cantik, ¼ sdm KCL sehingga menyebabkan terjadinya penurunan kualitas buah seperti ukuran dan tingkat kemanisan, dan juga terjadi pembengkakan biaya produksi akan pupuk serta kelebihan penggunaan dosis pupuk juga akan merusak lingkungan, rentan terhadap serangan hama yang mengakibatkan busuk buah dan penyakit seperti bercak daun, lebih mudah rebah akibat batang dari daun yang berlebihan dari ukuran normal dimana akarnya tidak mampu menahan. Hal ini diyakini pihak mitra menjadi sumber masalah utama yang menyebabkan ketidakseragaman kualitas dan kuantitas buah jambu madu deli yang dihasilkan yang mana tanaman jambu madu deli sangat mutlak membutuhkan tingkat kelembaban tanah yang sesuai yaitu 60-80% kelembaban, dosis pupuk organik optimum diperkaya yaitu 3 kg/pot dengan konsentrasi pupuk disesuaikan dengan residu pupuk yang tertinggal di tanah serta jenis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman jambu madu dimasa pertumbuhan dan pembungaan.
Solusi ide inovasi dari problem-problem yang ditemukan yang ditawarkan oleh Tim Sonic Bloom untuk pihak mitra yaitu dengan menawarkan inovasi teknologi penyiraman dan pemupukan secara otomatis dan terukur dengan memanfaatkan sensor soil moisture, NPK sensor, dan wenner schlumburger sensor dengan mengontrol kandungan residu pupuk yang ada pada tanah dan kelembaban tanah dimusim kemarau yang kemudian dipadukan dengan perangkat stimulus Sonic Bloom dengan memanfaatkan gelombang suara alami berupa musik klasik atau musik suara alam dengan frekuensi antara (3 – 5) kHz yang mampu merangsang tetap terbukanya stomata dan lentisel sehingga dapat meningkatkan laju efisiensi penyerapan nutrisi melalui daun dan akar (Prasetyo, 2017 dan Bima, 2020). Cahaya monokromatik dengan jenis spektrum biru dengan panjang gelombang 450-480 nm dan spektrum merah dengan panjang gelombang 680 nm yang berfungsi untuk meningkatkan sistem fotosintesis. Sedangkan gelombang ELF (Extreamly Low Frequency) yang merupakan non ionizing radiation dengan frekuensi < 300 Hz yang dihasilkan dari proses induksi medan magnet yang dapat mengendalikan dan merubah laju elektron akibat aktivasi ion-ion pada air maupun tanah yang berdampak terjadinya polarisasi dipol-dipol yang ada dalam tanaman sehingga meningkatkan metabolisme sel tanaman jambu madu deli dan ketahanan akan hama dan penyakit. Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam tahap implementasi untuk periode awal yang dimulai pada tanggal 10 sd. 24 Oktober 2022 untuk mewujudkan social project
Jangan lupa tonton proses implementasinya : https://youtu.be/McFcxIJXBuo