Loading...

Ball Seeding Hidrogel Sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan Kritis

Innovillage
Share post:

Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2018 terdapat sekitar 294.019 ha luas lahan yang tergolong sangat kritis di Sulawesi Selatan. Demi menekan luasan lahan kritis yang ada maka kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) harus dilakukan secara intensif. Di Indonesia kegiatan RHL sudah dilakukan sejak lama, namun sampai saat ini lahan kritis yang ada masih tergolong cukup luas terutama pada lahan yang sulit dijangkau. Seiring dengan peningkatan laju pertumbuhan penduduk, kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya hutan pun mengalami peningkatan. Konsekuensinya, tidak sedikit kawasan hutan mengalami degradasi dampak tekanan deforestasi yang dilakukan masyarakat. Hal ini diindikasikan semakin luasnya bukaan hutan dampak tekanan eksploitasi hutan oleh masyarakat yang dilakukan melalui perambahan, kebakaran hutan, pembalakan liar, dan peladang berpindah, hal ini menjadi pemicu permasalahan kerusakan hutan.

Dampaknya areal lahan kritis semakin bertambah tiap tahunnya. Desa Kaluppini merupakan salah satu desa pegunungan yang terletak di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa kaluppini memiliki tingkat degradasi lahan yang tidak sedikit, konsekuensi dari tingkat kelerengannya yang sangat kritis berkisar 25-45%. Sehingga, masyarakat mengalami hambatan dalam melakukan upaya rehabilitasi dan konservasi, akibatnya potensi terjadinya erosi dan longsorpun sangat tinggi. Lahan kritis yang berada di desa Kaluppini menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan fungsi konservasi, fungsi produksi, fungsi lindung, serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Adapun inovasi dari pengabdian ini adalah menghasilkan ball seeding hidrogel yang memiliki konsentrasi pemadat berupa agar-agar yang efektif dan memiliki kekuatan optimum dengan waktu perkecambahan sebagai pertimbangan dalam pengaplikasian di lahan kritis menggunakan metode air seeding. Reka cipta ini merupakan bentuk nyata dari implementasi salah satu SDGs, yaitu SDGs 15 tentang melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.

Jangan lupa ikutin keseruannya disini : https://youtu.be/JGsk7UTKH0Q

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top