Macayu, Aplikasi Baca Buku Menggunakan Teknologi Imersif Berbasis AR (Augmented Reality)
Minat baca di Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan, literasi Indonesia berdasarkan data UNESCO berada di urutan kedua dari bawah. Dari total 61 negara, Indonesia berada diperingkat ke 60 dengan tingkat literasi rendah. Rendahnya minat baca dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, perkembangan teknologi dan juga kurangnya sarana. Ketiga faktor tersebut dirasakan di SDN Lebak Gede, Dusun Cikupa, Desa Gudang yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Di SD tersebut, terdapat jumlah siswa yang masif sedangkan jumlah tenaga pendidiknya minim. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru di SDN Lebak Gede, terdapat lebih dari 300 siswa sedangkan tenaga pendidik hanya berjumlah 14, dengan sarana yang kurang memadai seperti tersedianya 1 buah proyektor, 11 ruangan kelas, penggunaan blackboard untuk kegiatan belajar mengajar,dan fasilitas perpustakaan yang tidak memadai. Dengan siswa yang masif, guru yang sedikit, dan sarana yang tidak memadai menjadi faktor utama rendahnya minat baca di SDN Lebak Gede. Selain itu, kurangnya perkembangan teknologi di desa tersebut juga menjadi faktor pendukung rendahnya minat baca, para siswa tidak melihat sisi menarik daripada buku yang tersedia di perpustakaan.
Oleh karena itu, kami ingin memberikan solusi berupa aplikasi Macayu, sebuah aplikasi AR (Augmented Reality) yang ditujukan kepada para siswa di SDN Lebak Gede untuk dapat mengatasi permasalahan rendahnya minat baca di SD tersebut. Aplikasi ini menjadi solusi karena menyajikan teknologi imersif dan merupakan sesuatu yang baru di dunia pendidikan. Langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan hal-hal berikut :
1. Library Enhancement (Periode Awal)
Merupakan langkah untuk merenovasi ruangan perpustakaan, kami yakin dengan perpustakaan yang nyaman akan membuat siswa-siswa berkunjung kedalam perpustakaan.
2. Teknologi Imersif (Periode Pertengahan)
Implementasi aplikasi Macayu ke SDN Lebak Gede sebagai inovasi baru penggabungan buku konvensional dengan teknologi AR (Augmented Reality) dengan harapan siswa-siswa lebih tertarik membaca buku sehingga terjadi peningkatan jumlah literatur.
3. Story Telling (Periode Akhir)
Merupakan kegiatan bedah buku oleh siswa-siswa, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembiasaan baca buku sebelum kami memperkenalkan teknologi ke SD tersebut.
4. Edukasi (Periode Akhir)
Kegiatan terakhir merupakan edukasi kepada guru-guru dan siswa-siswa di SDN Lebak Gede mengenai penggunaan aplikasi Macayu. Dari kegiatan-kegiatan kami diatas, kami dapat menciptakan aplikasi AR (Augmented Reality), Board Game, dan Website. Selain itu juga, kami telah merenovasi perpustakaan di SDN Lebak Gede, mengedukasi penggunaan aplikasi Macayu dan telah mengadakan kegiatan berupa Story Telling sebagai bentuk awal pendekatan antara siswa dengan buku. Dari semua capaian tersebut, kami harap siswa-siswi di SDN Lebak Gede dapat menjadi pribadi yang memiliki tingkat literatur tinggi. Dengan begitu, virus baik ini dapat menular ke seluruh Desa Gudang.
Capaian kami di atas berfokuskan di lingkungan SDN Lebak Gede, baik itu dari pemberdayaan siswa-siswinya maupun dari tenaga pendidiknya. Maka dari itu, kami menargetkan hasil implementasi kami dapat dirasakan oleh 340 siswa dan juga 14-17 guru. Selain itu, tentu saja kami harap perpustakaan yang ada di SDN Lebak Gede dapat dikunjungisecara umum sehingga anak-anak di sekitar sekolah dapat merasakan manfaatnya juga.
Implementasi tentu saja tidak dapat terwujud tanpa adanya bantuan dari dosen pembimbing kami yaitu Bapak Rikman Aherliwan Rudawan, kepala sekolah SDN Lebak Gede yaitu Ibu Elis Saptiah beserta guru-guru dan siswa-siswa di SDN Lebak Gede, dan tidak lupa juga kepada teman-teman mahasiswa yang turut membantu mengadakan kegiatan Story Telling dan edukasi Macayu yang berjumlah 15 teman mahasiswa. Tentu saja kami harap aplikasi ini tidak berhenti saat kegiatan Innovillage saja, karena kami merasakan sendiri manfaat dari adanya aplikasi Macayu, betapa senang dan antusiasnya teman-teman di SDN Lebak Gede menyambut teknologi baru. Dari kegiatan Innovillage ini, kami merasa bahwa aplikasi dapat terus dikembangkan dengan harapan aplikasi ini tidak hanya dirasakan oleh SDN Lebak Gede saja, namun dapat di rasakan juga oleh seluruh masyarakat diIndonesia. Kami menggambarkan aplikasi kami dapat menyebarluas ke Indonesia di tahun 2030. Pada tahun ini, aplikasi sudah menjadi aplikasi yang stabil, aman, dan menyenangkan. Dengan begitu, kami harap adanya aplikasi Macayu dapat meningkatkan tingkat literasi di Indonesia.
intip keseruannya disini : https://youtu.be/8pz2BEmPBeM