Loading...

Light Pests Trap dan Sistem Penyiraman Berteknologi Digital pada Pertanian Hortikultura Organik di Desa Terunyan, Kintamani, Bangli, Bali

Innovillage
Share post:

Berdasarkan prioritas permasalahan yang telah dirumuskan, dan berdasarkan riset penelitian terdahulu dalam pengembangan sistem pertanian, maka tim Pemuda Bali Mula bersama masyarakat mitra menyepakati solusi persoalan yang dihadapi kelompok tani dalam memperbaiki kualitas budi daya pertanian hortikultura di desa Terunyan, yakni (1) pengembangan sentra budi daya pertanian dengan sistem penyiraman irigisasi tetes air menggunakan sprinkle berbasis IoT, dan (2) penerapan teknologi light trap lampu LED sebagai penjebak hama hortikultura berbasis energi sel surya yang lebih ramah lingkungan, seperti ditunjukkan pada gambar 5. Projek pertama adalah projek sistem penyiraman irigasi tetes cair dan sprinkle, yang terdiri dari pompa pengangkat air, yang on/off dikendalikan oleh sistem IoT, bila off, tidak aliran air ke saluran pipa irigasi, sampai ke sprinkle. Tapi bila IoT dalam keadaan on, maka pompa air hidup, air akan terdistribusi kejaringan saluran air dan keluar dari sprinkle terpancar segala arah. Waktu siram dan durasi siram dapat terkontrol secara otomatis melalui pemrograman IoT. Banyaknya sprinkle yang terpasang 80 unit untuk meng-cover luas area tanam 5 are. Projek yang kedua adalah sistem teknologi perangkap hama dengan memanfaatkan lampu LED Philips 12 watt dengan sumber energi listrik alternatif Solar Cell. Nyala lampu LED menstimuli dan menarik hama dan berkerumun dekat nyala lampu. Prinsip kerja dari sistem penjebak hama adalah dengan menarik hama mendekat cahaya lampu LED dan cahaya pantulan sinar lampu dari bak air, sehingga terperangkap di dalam sebuah wadah yang berisi air. Sumber listrik yang diterima oleh lampu LED sebagai alat perangkap hama berasal dari energi yang dihasilkan dari Solar Cell, sehingga dapat meminimalisir penggunaan listrik PLN serta perangkap yang lebih ramah lingkungan. Projek yang ketiga adalah pembuatan pestisida alami yang berbahan nabati sebagai pelindung tanaman dari serangan ulat, kutu daun, dan juga jamur. Hal ini dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan menghasilkan kualitas hasil panen yang baik serta ramah lingkungan. Jumlah unit Light Pests Trap yang terpasang sebanyak 2 (dua) unit. Setelah melaksanakan diskusi dan koordinasi bersama dengan kelompok petani mitra mengenai permasalahan yang terdapat di desa Terunyan, maka solusi yang ditawarkan yang meliputi (1) Instalasi demplot sentra budi daya pertanian dengan sistem penyiraman irigasi tetes air dan sprinkle berbasis IoT, (2) Instalasi teknologi light pests trap lampu LED sebagai penjebak hama hortikultura berbasis energi sel surya yang lebih ramah lingkungan dalam mengendalikan hama, (3) Penggunaan pestisida alami yang ramah lingkungan untuk mengatasi hama ulat dan jamur. Bertitik tolak dari permasalahan dan solusi yang ditawarkan dalam proyek sosial ini, maka tahapan proses pelaksanaan kegiatan secara hirarkhis dapat dideskripsikan sebagai berikut. Tahap pertama adalah sosialisasi, penyuluhan dan edukasi untuk membentuk kompetensi budidaya pertanian hortikultura berteknologi digital. Pada tahapan ini juga dilakukan analisis kebutuhan kelompok tani mitra di Desa Terunyan, Kintamani Bangli dalam hal pengadaan sistem pertanian berbasis digital dan polikultur hortikultura, teknologi atau sistem perangkap hama berbasis solar cell, dan penggunaan pestisida alami yang ramah lingkungan. Masyarakat sasaran yang dilibatkan adalah kelompok tani “Taru Menyan” di Desa Terunyan, Kintamani, Bangli. Kelompok tani ini diketuai oleh Bapak I Made Sujarah yang beranggotakan 20 orang dengan luas lahan garapan 1,5 ha, dan 15 anggota sekehe teruna-teruni di Desa Terunyan. Tahap kedua adalah instalasi demplot sentra budi daya pertanian dengan sistem penyiraman irigasi tetes air dan sprinkle berbasis IoT. Tahap ketiga adalah penanaman bibit tanaman polikultur hortikultura. Tahap keempat adalah instalasi teknologi light pests trap lampu LED sebagai penjebak hama hortikultura berbasis energi sel surya yang lebih ramah lingkungan dalam mengendalikan hama, dan tahap kelima adalah penggunaan pestisida alami yang ramah lingkungan untuk mengatasi hama ulat dan jamur, seperti ditunjukkan pada gambar 7. Bentuk intervensi yang akan diberikan kepada kelompok tani mitra adalah (1) Instalasi demplot sentra budi daya pertanian dengan sistem penyiraman irigasi tetes air dan sprinkle berbasis IoT, (2) pelatihan/pendampingan inovasi sistem penanaman polikultur hortikultura, (3) instalasi teknologi light pests trap lampu LED sebagai penjebak hama hortikultura berbasis energi sel surya yang lebih ramah lingkungan dalam mengendalikan hama, (4) penggunaan pestisida alami yang ramah lingkungan untuk mengatasi hama ulat dan jamur. Tahap berikutnya adalah tahap monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan secara internal dan eksternal. Monev internal dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi sebagai sarana persiapan monev di tingkat eksternal. Monev eksternal dilaksanakan oleh Tim Innovillage Telkomsel dengan tujuan melihat keberhasilan program berdasarkan indikator yang telah ditetapkan serta mengetahui kendala-kendala selama proses pelaksanaan. Dalam rangka untuk mendapatkan akuntabilitas publik dan akademik, kegiatan Project Social juga ditindaklanjuti dengan kegiatan (1) Lokakarya Hasil Program. Lokakarya akan dilaksanakan di Desa Terunyan dengan menghadirkan stakeholder untuk diseminasi dan publikasi produk hasil pelaksanaan program, (2) Audiensi ke Pemerintah Setempat. Tim pelaksana, dosen pembimbing dan pimpinan Undiksha, bersama pengurus poktan, Kepala Desa Terunyan, ketua teruna/teruni melakukan presentasi capaian hasil kegiatan kepada Pemerintah Kabupaten Bangli pasca pelaksanaan semua kegiatan Social Project dengan tujuan untuk menjajaki potensi keberlanjutan program dan mendapatkan dukungan pendanaan/progam pendampingan langsung dari pemerintah kabupaten Bangli, dan publikasi media masa cetak dan ektronik, serta publikasi ilmiah pada jurnak nasional terakreditasi.

yuk lihat keseruanya disini : https://youtu.be/yulZnX8D_cs

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top