Loading...

Teknologi Pakan Ikan Otomatis dari Desa Menayu

01 November 2024
Universitas Tidar

Projek

  • Judul:Teknologi Pakan Ikan Otomatis dari Desa Menayu
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TENGAH, MAGELANG, MUNTILAN, MENAYU.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Tidar
  • Ketua:Arif Kurniawan
  • Angota#1:Arif Kurniawan, Muhammad Rifki Aditya, Muhammad Khoirul Kurniawan

SDGs

Menghapus Kemiskinan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

PERTANIAN dan perikanan pedesaan masih banyak yang mengandalkan cara tradisional. Namun, sekelompok mahasiswa dari Universitas Tidar membawa inovasi baru ke Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Mereka memperkenalkan inovasi sederhana tapi berdampak yaitu sistem pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan modul SimGSM800L. Proyek ini lahir dari keresahan terhadap satu persoalan klasik yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan yang meliputi pemberian pakan yang tidak efisien, boros, dan sering kali tak tepat waktu. Selama bertahun-tahun, petani ikan di Menayu harus memberi pakan secara manual, bergantung pada cuaca dan waktu luang. Saat hujan deras atau ketika mereka tak sempat datang ke kolam, ikan bisa kelaparan, tumbuh tak seragam, dan hasil panen menjadi tidak maksimal. Di sisi lain, pakan yang berlebih juga bisa mencemari air dan menambah biaya operasional. Kondisi ini menciptakan lingkaran masalah: produktivitas menurun, pendapatan kecil, dan semangat para petani pun ikut luntur. Dari sinilah Tim Eternal yang terdiri dari Arif Kurniawan, Muhammad Rifki Aditya, dan Muhammad Khoirul Kurniawan kemudian berbuat sesuatu. Mereka merancang alat pemberi pakan otomatis yang bisa dikendalikan dari jarak jauh lewat jaringan seluler. Dengan sistem ini, pakan bisa dijadwalkan secara presisi dan dikontrol melalui aplikasi Blynk di smartphone. Tak perlu lagi menunggu cuaca cerah atau datang ke kolam setiap hari; cukup dengan satu sentuhan di layar, pakan ikan tersalurkan secara teratur dan efisien. Lebih dari sekadar alat pintar, sistem ini juga dirancang ramah lingkungan. Tim Eternal memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya utama. Panel surya terpasang kokoh di atas rangka besi, mengubah sinar matahari menjadi listrik yang disimpan dalam baterai untuk menggerakkan seluruh sistem. Penggunaan energi terbarukan ini bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang mereka junjung dalam proyek Innovillage 2024. Dalam proses implementasinya, tim menjalani tahapan panjang dari mulai survei lokasi, pengujian sensor berat dan ultrasonik, hingga pemasangan alat di kolam mitra. Mereka juga membangun fondasi cor yang kuat agar alat tahan terhadap cuaca dan perubahan lingkungan. Setelah seluruh sistem terpasang, dilakukan sosialisasi kepada para petani. Dalam sesi itu, petani diajari cara mengoperasikan alat, mengatur jadwal pakan, hingga merawat komponen agar alat berumur panjang. Serah terima alat pun dilakukan secara resmi, disertai panduan tertulis dan penandatanganan berita acara antara tim, mitra, dan dosen pembimbing. Kini, alat tersebut benar-benar bekerja di lapangan. Para petani di Menayu mulai merasakan manfaatnya. Pemberian pakan jadi lebih hemat, pertumbuhan ikan lebih seragam, dan waktu kerja bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Secara ekonomi, biaya pakan menurun, sementara produktivitas meningkat. Secara sosial, proyek ini memberi semangat baru bahwa teknologi tak hanya milik kota besar, tapi juga bisa tumbuh dari desa. 

Top