Solusi Inovatif untuk Komunikasi Disabilitas Sensorik
01 November 2024
Universitas Telkom
Projek
- Judul:Solusi Inovatif untuk Komunikasi Disabilitas Sensorik
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BANDUNG, BOJONGSARI, BOJONGSARI.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
- Ketua:Nadya Widdy Astuti
- Angota#1:Nadya Widdy Astuti, Muhammad Fadjar Al, Jeiver Junior Lahilote
SDGs
Pendidikan Bermutu Mengurangi KetimpanganShare
Deskripsi
I NOVASI teknologi di bidang disabilitas sensorik terus berkembang. Salah satu yang paling relevan adalah aplikasi SINDI (Suara dan Isyarat untuk Disabilitas Inklusif), yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara individu dengan disabilitas sensorik. Latar belakang pembuatan aplikasi ini berasal dari kebutuhan mendesak di sekolah luar biasa (SLB) ABC Nita Karya di Kabupaten Bandung. Di sana, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Masalah utama adalah perbedaan komunikasi antara tunarungu, tunanetra, dan tunawicara yang menghambat interaksi sehari-hari di sekolah. Aplikasi SINDI menawarkan berbagai fitur inovatif yang membantu mengatasi masalah tersebut. Fitur Live Translate yang memungkinkan terjemahan bahasa suara menjadi teks, serta penerjemahan bahasa isyarat (SIBI) menjadi bentuk alfabet, memungkinkan komunikasi yang lebih lancar antar siswa dengan disabilitas sensorik. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur komunitas berbasis suara, yang memungkinkan siswa tunanetra berinteraksi menggunakan suara tanpa harus melihat layar perangkat. Fitur Kamus Isyarat juga disediakan untuk mendukung pembelajaran bahasa isyarat, yang merupakan bahasa resmi untuk berkomunikasi dengan tunarungu dan tunawicara. SINDI tidak hanya mempermudah komunikasi antar siswa dengan disabilitas, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan berkomunikasi mereka. Uji coba aplikasi di SLB ABC Nita Karya menunjukkan hasil yang memuaskan. Enam dari tujuh siswa yang diuji coba dapat menggunakan aplikasi secara mandiri, dan 71% di antaranya aktif memanfaatkan fitur Live Translate untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Hasil survei juga menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi, dengan rata-rata skor 4,3 dari 5. Aplikasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi komunikasi, tetapi juga kemandirian siswa dalam berinteraksi. Selain dampak positif yang dirasakan oleh siswa, aplikasi ini juga memberikan manfaat besar bagi para guru dan tenaga pengajar di sekolah tersebut. Mereka melaporkan peningkatan pemahaman terhadap kebutuhan komunikasi siswa dengan disabilitas sensorik, yang sebelumnya menjadi tantangan besar. Fitur-fitur dalam aplikasi ini, seperti pengenalan bahasa isyarat dan kemampuan untuk berkomunikasi lintas disabilitas, telah mempermudah mereka dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara tim pengembang, relawan, dan mitra dari SLB ABC Nita Karya. Pengembangan aplikasi ini melibatkan tim mahasiswa yang berperan sebagai penggagas ide, pengembang teknologi, dan penyelenggara sosialisasi. Selain itu, tenaga pengajar di SLB ABC Nita Karya juga memainkan peran penting sebagai narasumber dan penguji aplikasi dalam tahap implementasi. Kolaborasi ini berhasil menciptakan aplikasi yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa di SLB ABC Nita Karya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diperluas ke sekolah-sekolah luar biasa lainnya di Indonesia.