Solusi Cerdas untuk Tingkatkan Efisiensi Penyemaian Bibit
01 November 2024
Universitas Telkom
Projek
- Judul:Solusi Cerdas untuk Tingkatkan Efisiensi Penyemaian Bibit
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BANDUNG BARAT, LEMBANG, WANGUNHARJA.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
- Ketua:Muhammad Dafa Saffitra
- Angota#1:Muhammad Dafa Saffitra,Arsy Syamil Hananan, Galih Duwiki Gilang
SDGs
Menghapus Kemiskinan Mengakhiri KelaparanShare
Deskripsi
I NOVASI di sektor pertanian kini semakin berkembang dengan hadirnya teknologi yang mendukung efisiensi dan kualitas produksi. Salah satu inovasi yang muncul adalah Smart Seedling, sebuah alat penyemaian bibit otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini dikembangkan di Desa Wangunharja, Lembang, Jawa Barat, yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada pertanian, khususnya budidaya sayuran. Meskipun desa ini memiliki potensi alam yang subur, tantangan besar dihadapi oleh para petani, yaitu penyediaan bibit berkualitas. Hal ini berimbas pada rendahnya produksi bibit dan kesulitan dalam memastikan kualitasnya, apalagi dengan cuaca yang tidak menentu seperti musim hujan yang membawa hama atau musim kemarau yang mempersulit penyiraman manual. Masalah utama ini menjadi latar belakang terciptanya alat Smart Seedling. Proyek ini menawarkan solusi berbasis teknologi dengan rak bertingkat yang dilengkapi sensor untuk memantau suhu, kelembapan, dan pencahayaan secara real-time. Sistem ini memungkinkan irigasi otomatis serta pemberian nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bibit pada waktu yang tepat. Teknologi ini juga memanfaatkan ruang secara maksimal, meningkatkan kapasitas penyemaian tanpa memerlukan tambahan tenaga kerja yang besar. Dengan adanya sistem otomatisasi ini, produksi bibit di Desa Wangunharja diperkirakan meningkat antara 30% hingga 50%, sementara kegagalan penyemaian dapat dikurangi secara signifikan. Selain itu, alat ini juga memberikan dampak sosial yang positif dengan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, memberi pelatihan kepada petani dalam penggunaan teknologi, serta menciptakan peluang kerja baru, terutama di kalangan pemuda yang tertarik pada teknologi dan pertanian. Proyek ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga mendukung keberlanjutan pertanian di desa tersebut. Secara operasional, alat ini menggunakan sistem IoT yang terhubung dengan Telkomsel Orbit untuk memastikan konektivitas yang stabil. Selain manfaat sosial, Smart Seedling juga membawa dampak ekonomi dengan menciptakan peluang bisnis baru. Telkom, misalnya, dapat mengembangkan produk smart agriculture berbasis cloud untuk pasar agrikultur digital. Kolaborasi antara tim pengembang, Telkom, dan komunitas petani telah menguatkan keberlanjutan inovasi ini. Keberhasilan proyek ini di Desa Wangunharja membuka peluang untuk diperkenalkan di desa-desa lain, menjadikannya model teknologi pertanian yang berpotensi meningkatkan hasil produksi secara lebih luas. Dampak yang dirasakan langsung oleh petani adalah peningkatan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik. Waktu yang biasanya terbuang untuk penyemaian manual kini bisa dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih produktif, seperti perawatan tanaman atau pemasaran hasil pertanian. Secara keseluruhan, Smart Seedling tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan petani, tetapi juga pada pengembangan ekosistem pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan di Indonesia.