Loading...

Peningkatan Penjualan Kapulaga di Desa Purwajaya melalui Digitalisasi Media Promosi

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Peningkatan Penjualan Kapulaga di Desa Purwajaya melalui Digitalisasi Media Promosi
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Garut, Peundeuy, Purwajaya.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Bambang Ary Nugroho
  • Angota#1:Dimas Adianto
  • Angota#2:Shovi Nur Zakiyah

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Indonesia merupakan negara yang besar dan luas, salah satu fakta dari Indonesia adalah memiliki banyak desa dibandingkan dengan kota. Di Indonesia, desa memiliki karakter yang khas, karakter khas desa terlihat mulai dari potensi-potensi yang ada hingga berbagai permasalahan yang membuat desa ditinggalkan warganya. Banyaknya warga desa yang berurbanisasi dan kurangnya memanfaatkan potensi yang ada membuat desa semakin sulit untuk maju. Pada umumnya masyarakat pedesaan hidup dari hasil pertanian misalnya dari pertanian kapulaga. 

Kapulaga adalah sejenis rempah yang dihasilkan dari tanaman Genera Elettaria dan Amomun dalam keluarga jahe-jahean. Tanaman ini asli Bangladesh, Buthan, India, Indonesia, Nepal dan Pakistan. Selain sebagai bumbu masakan, kapulaga juga dimanfaatkan dalam bidang Kesehatan contohnya melancarkan pencernaan, baik untuk tulang, menjaga kesehatan ginjal, mencegah infeksi dan lain-lain. Setiap daerah di Indonesia harga per 1 kg kapulaga kering berbeda – beda misalnya di kota Garut 280 ribu per 1 kg, di Tasikmalaya sekitar 300 ribu per 1 kg, bahkan di daerah lain untuk jenis kapulaga india bisa mencapai 600 ribu - 1 juta per 1 kg. Ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor kapulaga Indonesia misalnya Vietnam, Thailand, Tiongkok dan India. Desa Purwajaya adalah salah satu desa yang warganya bertani kapulaga, terletak di Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, desa ini berjarak sekitar 70 km dari pusat kota Garut yang menjadikannya termasuk desa yang tertinggal. Desa Purwajaya dihuni oleh 732 KK dengan 100 % warganya nya memiliki kebun kapulaga baik yang sudah bertahun-tahun serta yang baru menanam. Dikelilingi oleh pegunungan menjadikan desa purwajaya memiliki lahan yang sangat luas untuk di tanami kapulaga, sehingga desa ini tidak akan pernah kekurangan lahan untuk bertani kapulaga bagi warganya.

Melalui program innovillage, cardamon team membantu memberikan solusi bagi sektor pertanian kapulaga di desa Purwajaya yang memiliki hambatan dalam penjualan kapulaga bagi masyarakat desa Purwajaya. Inovasi dan solusi yang dilakukan adalah pembuatan website e-commerce yang berguna sebagai media promosi dan penjualan kapulaga ke pasar yang lebih luas. Kemudian melalui kerjasama distributor yaitu PT Padimall Indonesia, kapulaga dari desa Purwajaya akan di pasarkan ke pasar ekspor, sehingga dengan harga jual yang lebih tinggi akan meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat desa purwajaya. Berikut tahapan implemetasi yang telah dilakukan di desa purwajaya.

Video dokumentasi klik disini.

Top