Loading...

Pembangunan Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir di Desa Tegalluar

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Pembangunan Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir di Desa Tegalluar
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Bojongsoang, Tegalluar.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Rafi Pragiwaka Gani
  • Angota#1:Benny Aziz Agitsna
  • Angota#2:Ryani Amelia

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Banjir merupakan salah satu bencana yang kerap melanda Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Salah satu desa yang kerap  terjadi banjir tiap tahunnya yaitu desa Tegalluar. Desa tersebut berada di kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada awal tahun 2020, sedikitnya 21.000 rumah di kecamatan Bojongsoang tergenang, 21.758 warga menghadapi dampak banjir dan tidak kurang dari 1.710 warga mengungsi. Salah satu penyebab dampak kerugian di atas,  yaitu dikarenakan tidak  adanya pencegahan secara efektif untuk meminimalisir kerugian, serta masih minimnya sistem peringatan dini akan datangnya bencana banjir. Dari permasalahan tersebut maka solusi yang perlu dilakukan yaitu membuatan sistem peringatan dini banjir.

Sistem peringatan dini adalah serangkaian sistem yang berfungsi untuk memberitahukan terjadinya kejadian alam, sistem peringatan dini ini akan memberitahukan terkait bencana yang akan terjadi seperti bencana banjir. Dengan pembuatan rancang bangun sistem ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan peringatan atau informasi ketika akan datang bencana banjir dan dapat mengurangi dampak yang lebih besar yang mungkin terjadi karena bencana banjir tersebut. 

Sistem peringatan dini banjir yang akan diterapkan pada  social project di desa Tegalluar yaitu dengan memasang alat pengukur ketinggian air sungai yang dapat memancarkan informasi ketinggian sungai tersebut. Informasi mengenai tinggi sungai lalu akan dipancarkan atau diteruskan ke kantor desa melalui  sistem informasi. Dari kantor desa, Informasi tersebut nantinya akan disebarluaskan ke warga masyarakat melalui  sms gateway. Informasi mengenai ketinggian air sungai ini juga akan disampaikan melalui website resmi desa Tegalluar. 

IMPLEMENTASI

Minggu Pertama Implementasi

Pada mingggu pertama implementasi, kami  melakukan koordinasi tim secara tatap muka langsung untuk membahas hal-hal yang perlu dilakukan untuk memulai proyek seperti menyusun  timeline, pembuatan kerangka laporan keuangan dan pembagian jobdesk untuk memudahkan pengerjaan proyek. Pada minggu pertama implementasi juga dilakukan koordinasi dengan perangkat desa Tegalluar serta survey melihat langsung salah satu titik rawan banjir di desa Tegalluar.

Minggu Kedua Implementasi

Pada minggu kedua, team  mencari outsource untuk membuat alat pendeteksi banjir dan sistem  informasi. Pada minggu kedua ini kami juga mendatangi kantor kepala desa untuk mengetahui spesifikasi komputer yang dimiliki kantor tersebut serta berbincang membahas tentang implementasi yang akan dilakukan. Setelah berbincang, ditemani dengan salah satu perangkat desa tersebut kami menuju lokasi sungai yang akan kami pasang sistem peringatan dini banjir. Di sungai tersebut kami mencari titik mana yang tepat untuk dipasang alat pendeteksi banjir serta memikirkan bagaimana alat tersebut dapat berfungsi di sungai itu. Kemudian kami diarahkkan oleh perangkat desa tersebut untuk melihat titik sungai yang lain. Di sungai yang lain tersebut kami menemukan alat teknologi yang serupa dengan proyek kami namun sudah lama tidak berfungsi. Dari alat tersebut kami mendapat referensi untuk proyek kami.

Minggu Ketiga Impelementasi

Pada minggu ketiga, tim kami menemukan vendor yang cocok untuk proyek. Vendor tersebut bernama Project-Cerdas yang beralamatkan di Jalan Gondang Timur 3 No.48 Tembalang Kota Semarang. Tepatnya pada hari Kamis tanggal 19 November 2020, tim kami dengan vendor tersebut menyepakati hubun gan kerja sama dalam proyek rancang bangun alat dan sistem. Selain melakukan kesepakatan kerja, kami juga melakukan pembayaran DP sebesar Rp 4.000.000,00 kepada vendor tersebut. Pada minggu ketiga implementasi, kami juga kembali mengunjungi kantor desa Tegalluar untuk mengambil beberapa data yang dibutuhkan untuk proyek ini. 

Minggu Keempat dan Kelima Implementasi

Pada minggu keempat dan kelima implementasi, tim kami menerima alat pendeteksi ketinggian, modem receiver data dan aplikasi monitoring dari vendor. Setelah menerimanya, tim kami melakukan beberapa revisi untuk aplikasinya. Dikarenakan ada beberapa komponen alat pendeteksi ketinggian yang belum lengkap, maka tim kami membeli beberapa komponen tambahan seperti, panel surya, box panel, tiang penyangga, komponen kecil seperti kabel dll. Selanjutnya tim kami melakukan uji coba alat sebanyak 2 kali dengan jarak tempuh yang berbeda, minimum jaraknya yaitu 950m. Setelah uji coba, kami melakukan instalasi dan serah terima alat di desa Tegalluar. Meskipun alat sudah kami instal dan telah dilakukan serah terima alat dengan perangkat desa, namun tim kami masih melakukan tahap pengembangan untuk alat sistem perigatan dini banjir tersebut.

KESAN PESAN

Innovillage ini memberikan banyak pengalaman. Mulai dari survey ke desa, mengelilingi desa, koordinasi dengan perangkat desa, membuat alat perangkat banjir, memasang alat di sungai. Banyak pelajaran yang didapat selama kegiatan ini. Adanya kegiatan Innovillage ini membuat kami menjadi lebih terbuka akan perhatian kemajuan tiap-tiap desa yang berada di sekitar kami. Dan tentunya kami sebagai mahasiswa belajar untuk mengabdi kepada desa. Dengan ilmu yang diperoleh selama kuliah kami dapat mengimplementasikan kepada negara tercinta ini. 


Jangan lupa lihat video dokumentasinya

Top