Loading...

Optimalisasi Tempat Penyimpanan Air Menggunakan Panel Surya Berbasis Arduino di Desa Temajuk

28 Oktober 2020
Akademi Telkom Jakarta

Projek

  • Judul:Optimalisasi Tempat Penyimpanan Air Menggunakan Panel Surya Berbasis Arduino di Desa Temajuk
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas, Paloh, Temajuk.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Akademi Telkom Jakarta
  • Ketua:Wahid Nur Hamid
  • Angota#1:Marshal Hidayat
  • Angota#2:Tigar Isya Prasta

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

LATAR BELAKANG

Temajuk merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Desa Temajuk merupakan salah satu desa yang berada tepat di ekor Kalimantan di wilayah paling utara Kabupaten Sambas, yang langsung berbatasan dengan negara Malaysia. Desa Temajuk memiliki luas wilayah mencapai sekitar 20 kilometer persegi. Dengan jumlah penduduk yang bermukim, sesuai data terakhir Juli 2017, sebanyak 2.232 orang. Di desa ini terkandung banyak potensi alam yang dapat diupayakan untuk digali guna kesejahteraan masyarakat. Potensi alam yang melimpah meliputi lahan hutan dan pantai.

Gambaran umum Desa Temajuk dibidang administrasi dan pemerintahan yaitu terdapat di pemerintahan desa. Pemerintah Desa Temajuk terdiri dari kepala desa dan perangkat desa dan tokoh masyarakat yang berperan penting di desa. Pemerintahan Desa Temajuk masih dirasa kurang dikarenakan kepala desa yang berupa pejabat dan perangkat desa yang masih kurang memahami teknologi yang sedang berkembang sekarang sehingga kurang memahami seluk-beluk teknologi dan menyebabkan susah diterapkan sistem komputerisasi. Kepala desa dalam melaksanakan fungsinya sebagai pemerintah desa dibantu oleh perangkat desa.

Dengan kondisi latar belakang sumber daya manusia tersebut, untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia melimpah dan kebutuhan yang harusnya terpenuhi menjadi kurang memadai. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya mendapatkan air bersih. Meskipun mendapatkan air dari PDAM, namun untuk penyaluran air disana terbatas sehingga kebutuhan seperti mandi dan mencuci, sebagian masyarakat disana lebih memilih menggunakan air laut. Untuk kebutuhan air minum masyarakat Desa Temanjuk memanfaatkan mata air pegunungan. Namun untuk masyarakat yang tinggal jauh dari pegunungan merasa kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga mereka yang tinggal jauh dari pegunungan diharuskan untuk menghemat air. Selain permasalahan mengenai air, sistem kelistrikan di Desa Temanjuk juga mengalami permasalahan, masyarakat Desa Temanjuk mengalami pemadaman listrik terhitung dari pagi hingga menjelang matahari terbenam, sehingga listrik disana baru menyala ketika matahari terbenam. Sistem penerangan jalan di Desa Temanjukpun masih kurang menurut penuturan dari masyarakat setempat.  

Atas dasar latar belakang yang telah dijelaskan kami mengusulkan suatu proyek sosial berbasis mikrokontroler. Yaitu kami akan mengalirkan air dari mata air pegunungan terdekat menuju penampungan air menggunakan jet pump, lalu air akan melalui alat filterisasi sehingga air akan terjamin kebersihannya, setelah itu air akan masuk ke tempat penampungan kedua yang mana ditempat penampungan kedua akan diperiksa melalui phmeter berbasis arduino, yang apabila pH mencapai titik netral maka akan didistribusikan melalui jet pump menuju rumah-rumah warga. Dan apabila pH tidak mencapai titik netral maka air akan dialirkan kembali menuju penampungan pertama dan akan difilterisasi kembali. Kami juga menggunakan relay sebagai switch on off yang apabila penampungan pertama kosong maka akan terisi secara otomatis. Selain kami juga membangun instalasi sistem panel surya untuk menyalakan jet pump, selain itu kami juga mengkhususkan instalasi tersebut untuk keperluan penerangan jalan yang akan menyala selama sebelas jam terhitung dari jam enam sore sampai jam lima pagi waktu setempat. 

Dengan adanya proyek sosial ini kami berharap dapat membantu masyarakat disana tidak hanya mendapatkan air bersih tapi juga membantu masyarakat beraktivitas dimalam hari.

INOVASI

Instalasi tempat penyimpanan air menggunakan panel surya berbasis arduino diharapkan dapat membantu kegiatan sehari-hari masyarakat di desa binaan, utamanya untuk pemanfaatan sumber air. Nantinya air akan dipompa menuju tandon air melalui saluran pipa penghubung. Sebelum air masuk kedalam tandon, air akan melalui proses filtrasi untuk memastikan air  tersimpan di tandon dengan kualitas layak digunakan. Di dalam tandon air telah dipasang beberapa sensor untuk menampilkan indikator dari kualitas air tersebut.

IMPLEMENTASI

Pada proses minggu pertama, tim melakukan diskusi bersama dosen pembimbing mengenai ide dan konsep apa yang akan digunakan untuk diterapkan di desa binaan. Pada minggu ini salah satu anggota tim kami belum bisa bergabung, karena masih berada di kampungnya, kebumen. Tim mengusulkan judul “ Optimalisasi Tempat Penyimpanan Air Menggunakan Panel Surya Berbasis Arduino di Desa Temajuk” kepada dosen pembimbing. Judul tersebut direvisi oleh oleh tim, karena pemilihan desa binan yang berganti , menjadi di Desa Pemangkat Kota. Alasannya ternyata desa temajuk adalah desa yang dekat perbatasan dengan Negara Malaysia, dan akses menuju desa tersebut cukup sulit. Sehingga, tim memutuskan untuk mengganti lokasi desa binaan, dan dosen pembimbing menyetujuinya. 

Pada minggu ini pula kami menentukan kiranya apa saja yang diperlukan dalam melakukan project di desa binaan. Tim juga membuat catatan alat atau komponen yang dibutuhkan untuk project ini dan menyusun kembali alokasi anggaran yang akan digunakan selama poses berlangsung.

Pada proses minggu kedua, tim kami telah lengkap. Kami kembali melakukan bimbingan bersama dosen mengenai rancangan instalasi dari project yang akan kami kerjakan dan membahas mengenai jadwal aktivitas yang akan kami lakukan selama di desa binaan. Kami mendapatkan catatan dari dosen pembimbing bahwa rancangan instalasi sudah sesuai dan perlu segera dilakukan pengadaan barang atau komponennya. Pengaturan ulang jadwal aktivitas di desa binaan dilakukan guna memudahkan tim dalam mengatur waktu pengerjaan project sosial baik dalam pemasangan alat, troubleshooting, sampai dengan kepulangan.

Tim juga melakukan komunikasi dengan salah satu teman dari anggota tim yang berada di desa binaan, beliau adalah Bang Deo. Kami mendapatkan beberapa informasi terkait desa binaan diantaranya adalah mengenai kesulitan masyrakat disana dalam mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Kebanyakan masyarakat harus membeli dari pengkulak atau membeli air bersih di depot air. Dari informasi tersebut kami menjadi memiliki gambaran apa yang harus tim kami lakukan. 

Selain berkomunikasi dengan Bang Deo, kami juga mencoba menghubungi Kepala Desa Pemangkat Kota, yaitu Pak Kasful Anwar guna mengkonfirmasi informasi yang kami dapat dan juga meminta izin untuk melakukan project social di desa tersebut. Kami menghubungi pihak pihak tersebut karena kami memiliki kendala untuk survey lapangan, salah satu anggota tim kami yang harusnya berangkat terlebih dahulu untuk melakukan survey ternyata tidak dapat melakukannya dikarenakan sang Ibu baru saja melahirkan. Dengan alasan itulah Ia tidak bisa berangkat terlebih dahulu. 

Akhirnya kami memutuskan untuk merubah kembali jadwal yang akan kami lakukan selama di desa binaan. Kami menjadwalkan akan berangkat pada minggu ke-3 dan keberangkatan tim kami hanya dengan dua anggota saja yaitu, Wahid dan Tigar. Selain itu kami juga sedang menunggu anggaran dari dana yang kami ajukan turun, karena dengan itulah kami baru bisa untuk membeli beberapa komponen yang akan kami gunakan dan juga untuk keperluan membeli tiket transportasi menuju desa Pemangkat. 

Pada proses minggu ketiga, tim sangat bersyukur karena dana telah turun dari panitia. Tim kemudian bergegas untuk membeli alat atau komponen yang dibutuhkan, tim membeli diantaranya pompa air, panel surya, baterai aki, dan beberapa komponen kecil lainnya. Tidak semua barang kami beli di sini (Jakarta) , ada beberapa barang yang kami beli di desa Pemangkat. Setelah kiranya kebutuhan untuk project ini terpenuhi sebagian, tim melakukan pembelian tiket pesawat untuk berangkat menuju desa Pemangkat. Tim memutuskan untuk melakukan keberangkatan pada tanggal 22 November 2020. Sebelum itu, tim melakukan packing barang untuk dikirim terlebih dahulu menuju desa Pemangkat, karena tidak memungkinkan jika kami membawanya bersama keberangkatan kami, sekaligus dua anggota tim yang akan berangkat melakukan tes rapid terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, sehari sebelum keberangkatan. Dan Alhamdulillah , tim kami mendapatkan hasil negative dan diperbolehkan untuk melakukan penerbangan. 

Tim menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air SJ 184 tujuan Bandara Soepadio , Pontianak, Kalimanta Barat. Jadwal keberangkatan dari maskapai yaitu pukul 05.00 wib. Maka, tim sudah harus cek in di Bandara Soetta pada pukul 04.00, tim melakukan keberangkatan menuju bandara pada pukul 02.30 wib, menggunakan kendaaran mobil dari rumah ketua tim kami, Wahid. Kami tiba di Bandara Soetta pada pukul 03.30. Setibanya disana kami segera melakukan cek-in. Tepat, pukul 05.00 kami take off dan tak lupa sebelum take off kami melakukan doa terlebih dahulu agar diberi keselamatan dan kelancaran. Sehari sebelumnya , kami telah memberikan kabar kepada Pak Kasful dan Bang Deo, bahwa tim kami akan berangkat pada keesokan harinya. 

Selama penerbangan, kami memanfaatkan waktu untuk beristirahat, sebelum itu kami tak lupa untuk menunaikan salat subuh, walaupun dalam berada di dalam pesawat. Tak terasa setelah 1 jam 30 menit, maskapai kami telah tiba di Bandara Soepadio. Setelah tim mengecek barang bawaan, tim kami mencoba menghubungi Bang Deo, untuk mengabarkan ketibaan kami di bandara, sekaligus kami bertanya kepadanya, untuk menuju desa Pemangkat, kami harus menggunakan transportasi apa. Tim mendapatkan informasi bahwa untuk menuju desa Pemangkat, bisa menggunakan transportasi berupa mobil dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 4 jam. Kami mencoba mencari informasi di bandara, moda transportasi apa yang bisa kami gunakan untuk menuju Pemangkat. Kami bertemu dengan salah satu supir taksi yang sangat baik dan membantu kami saat disana, beliau memberi tawaran untuk menggunakan jasa mobil sewa saja, dan jangan menggunakan taksi konvensional, karena akan mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Karena beliau tau kalau kami ini masih mahasiswa. 

Dengan rekomendasi dari Bapak Taksi tersebut, kami akhirnya mendapatkan kendaraan untuk mengantarkan kami menuju Pemangkat. Perjalanan dimulai pada pukul 08.00 wib. Sekitar pukul 12.30 wib , kami tiba di Pemangkat, dan kami segera menghubungi Bang Deo untuk bertemu. Kemudian kami di jemput beliau untuk diajak bertemu dengan Pak Kasful. Namun, karena ada kepentingan yang mendadak, Pak Kasful belum bisa kami temui, sehingga kami memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu untuk beristirahat. Setelah cukup lama mencari penginapan dengan ditemani Bang Deo, kami akhirnya mendapatkan penginapan berupa kost di daerah Penjajap, 1 km dari desa Pemangkat. 

Pada proses minggu keempat, kami melakukan proses pengerjaan dari project tersebut, dimulai pada hari Senin, 23 November 2020. Hari itu, kami menemui Pak Kasful di kantor desa Pemangkat untuk menjelaskan dari awal mengenai program Innovillage ini. Kami juga meminta izin kepada beliau untuk melakukan berbagai aktivitas yang mendukung project social ini. 

Alhamdulillah beliau memberikan izin. Pada hari ini juga, kami diajak untuk survey ke lapangan, meninjau lokasi yang akan kami pilih. Tim bersama Pak Kasful segera menuju lokasi pertama yang berada di Gunung Gajah, Sinam, Kabupaten Sambas. Untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu kurang lebih 20 menit, dengan 10 menit menggunakan motor, dan kemudian 10 menit lagi untuk naik menuju sumber mata airnya, karena akses jalan yang belum memadai, jadi kami hanya bisa berjalan kaki menuju lokasi tersebut. Disini hanya terdapat mata air berupa tempat penampungan air yang bersumber dari gunung gajah itu sendiri yang dibuat oleh PDAM. Jarak dari lokasi ini ke pemukiman warga kira kira 200m, air yang tertampung disini disalurkan menggunakan pipa besi yang cukup besar, yang kemudian pipa tersebut bercabang langsung kea rah rumah-rumah warga setempat. Di sini, tim mengambil beberapa dokumentasi untuk nantinya disampaikan kepada dosen pembimbing.

Setelah dirasa cukup, kami segera berpindah lokasi menuju titik kedua, yang bernama pancuran pekong. Lokasi ini berada tidak jauh dari kantor desa Pemangkat, kira kira 500 meter.  Pancuran pekong adalah tempat penampungan air yang bersumber dari gunung. Bentuk dari pancuran ini yaitu kubus besar dengan berbahan material semen,pasir, besi , dan material lainnya. Masyarakat didesa setempat biasanya mengambil air dari pancuran ini, untuk kemudian mereka gunakan mencuci , mandi, bahkan untuk dikonsumsi / diminum (dimasak terlebih dahulu). Ketika musim hujan, pancuran akan penuh terisi oleh air yang melimpah,  sehingga masyarakat tidak khawatir kehabisan air untuk konsumsi sehari-hari. Namun, ketika musim kemarau datang , pancuran ini akan sulit untuk mengeluarkan air, dikarenakan sedikitnya volume air dari gunung yang mengalir melalui pipa menuju pancuran ini. Pada saat inilah biasanya masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-harinya.

Dari lokasi ini, tim bersama Pak Kasful berpindah ke lokasi terakhir yaitu telaga kongsi (sebutan warga / masyarakat setempat) yang tidak jauh dari pancuran pekong, sekitar 100 meter jaraknya. Berdasarkan penuturan Pak Kasful, telaga kongsi ini sudah ada sejak berpuluh tahun yang lalu, dan air yang ada di telaga kongsi ini tidak pernah habis, walaupun musim kemarau. Ukuran dari telaga kongsi tidak terlalu besar, kira kira berdiameter 2/3 meter, tetapi memiliki kedalaman yang mencapai lebih dari 20 meter. Biasanya ketika kemarau tiba, masyarakat akan berpindah ke lokasi ini untuk mengambil air, mandi, mencuci baju dan lain sebagainya. Tak lupa, kami mendokumentasikan lokasi tersebut sebelum kami kembali menuju kantor desa bersama Pak Kades.

Sesampainya di kantor desa, kami diperkenankan untuk istirahat sejenak dan disuguhkan minuman oleh staff beliau. Tak lama kami berada disana, kami segera izin untuk pamit kembali ke kost kami. Untuk akses kami dari kost menuju kantor desa, kami berjalan kaki, karena kami tidak memiliki kendaraan untuk digunakan sehari-hari selama disini, dan Bang Deo pun tak bisa setiap saat menemani kami disini ketika ada keperluan. Setelah sampai di kost, kami segera bersih-bersih dan melakukan salat dhuhur, karena waktu telah menunjukkan pukul 13.00. 

Kegiatan hari pertama di Pemangkat kami cukupkan dengan survey lokasi saja. Pada malam harinya kami melakukan bimbingan bersama dosen melalui virtual meet. Kami menyampaikan semua informasi yang kami dapatkan di hari itu kepada dosen pembimbing. Hasil dari diskusi bersama dosen adalah tim memilih lokasi kedua untuk dilakukan pengerjaan / project dikarenakan pertimbangan lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan masyrakat,sehingga masyrakat bisa langsung merasakan dampak dari project social ini.

Hari kedua di sini, kami melakukan aktivitas berupa pengambilan barang / alat yang telah kami kirim dari Jakarta menggunakan ekspedisi pengiriman barang. Tak hanya itu, tim juga membeli beberapa kebutuhan  yang dirasa masih kurang. Tim mengalami masalah pada saat pengambilan barang di agen ekspedisi, karena dari 3 barang yang kami kirim, 2 diantaranya belum tiba. 1 barang yang telah tiba di agen tersebut adalah panel surya. Pompa air dan perkakas yang kami kirimkan bersama panel ternyata masih terkendala di agen pusat di Pontianak. Akhirnya, tim mencoba untuk menghubungi kontak agen pusat untuk pemrosesan kekurangan barang yang belum sampai di agen. Alhamdulillah, tanggapan dari pihak ekspedisi sangat cepat, dan langsung segera diproses aduan yang kami berikan. Untuk panel surya yang telah kami terima, kami langsung membawanya menuju kantor desa, karena sebelumnya kami telah izin untuk meletakan barang-barang yang akan kami perlukan di sana. Sekaligus, tim melakukan diskusi di kantor desa, dengan Pak Kasful mengenai waktu untuk melakukan pengerjaan project ini. 

Beliau memberikan saran agar semua komponen dan barang yang akan digunakan dipersiapkan selengkap mungkin, sehingga pengerjaan bisa berjalan dengan efektif.

Tim bertanya kepada Pak Kades, adakah pihak yang dapat membantu kami, dalam pemasangan rangka besi panel surya, karena panel surya ini cukup besar dan harus dipasang dengan menggunakan rangka besi. Pak Kades memberikan jawaban bahwa ada salah satu mitra bumdes yang memiliki jasa teralis besi. Akhirnya kami memutuskan untuk segera menghubungi pemilik dari usaha jasa tersebut. Alhamdulillah setelah menjelaskan maksud dan tujuan tim kami, beliau berkenan membantu untuk pemasangan rangka panel surya. 

Hari ketiga di Pemangkat, tim tidak bisa melakukan banyak aktivitas dikarenakan hujan seharian mengguyur wilayah ini. Akhirnya, kami mencoba untuk menghubungi dosen terkait situasi dan kondisi disini. Dosen memberikan arahan agar tetap melakukan pengerjaan yang memang masih bisa memungkinkan dilakukan, seperti perancangan program pada prototype yang akan digunakan dalam pemasangan filter air di lokasi terpilih. Selain itu, kami juga masih menunggu 2 barang yang belum tiba sampai saat ini, kami coba menghubungi kembali pihak ekspeedisi pusat. Kami mendapatkan jawaban bahwa paket sedang dalam perjalanan menuju lokasi tujuan. Ketika hujan reda ,benar saja, sore di hari itu paket telah tiba di sub agen ekspedisi, dan kami bergegas untuk mengambilnya. Barang-barang hampir lengkap, hanya tinggal kurang toren air dan filter air serta beberapa pipa penghubung untuk rangkaian instalasinya. Hari ini kami mencoba untuk memastikan bahwa barang, alat/komponen untuk pengerjaan project telah lengkap, Ternyata masih terdapat beberapa kekurangan, sehingga diputuskan untuk dilakukan pembelian esok hari. 

Esok hari nya sebelum kami berangkat untuk membeli kebutuhan yang kurang, kami menjadwalkan untuk melakukan pengelasan besi dan pemasangan rangkaian untuk panel surya bersama Bang Sukal, pemilik usaha jasa teralis besi tersebut. Tim bersama teknisi teralis mengerjakan pemasangan rangka panel dimulai pada pukul 13.00 wib. dan baru selesai pada pukul 16.30 wib. setelah pengerjaan selesai, kami berterimakasih banyak kepada Bang Sukal atas bantuannya, dan selepas itu, kami bergegas untuk kembali ke kost, karena cuaca sudah mendung dan menandakan akan turun hujan deras. Jadi untuk pembelian kebutuhan yang masih kurang, terpaksa kami tunda kembali. 

Hari kelima di Pemangkat,  kami jadwalkan untuk bertemu kembali bertemu dengan Kepala Desa, membahas mengenai kesiapan pengerjaan sekaligus melengkapi kebutuhan yang masih belum lengkap. Setelah kebutuhan lengkap, kami menyampaikan kepada Pak Kasful bahwa Insya Allah besok siap untuk dilakukan pengerjaan project di Pancuran Pekong. Pak Kasful kemudian menghubungi beberapa stake holder seperti ketua RT dan RW beserta warga bahwa besok akan ada pengerjaan instalasi panel surya dan filter air di lingkungan setempat. Alhamdulillah kami mendapatkan respon yang positif, masyarakat mendukung dan juga senang dengan adanya informasi tersebut. Sore itu, tim mengunjungi ketua RT untuk membicarakan secara langsung bagaimana nanti konsep pengerjaannya, karena memang Pak Kasful telah memberikan amanah kepada Pak RT untuk langsung membantu segala kegiatan kami di lokasi. 

Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya diputuskan bahwa pengerjaan project akan dilakukan esok hari, sabtu, 28 November 2020. Tim juga diberikan pesan agar mempersiapkan beberapa kebutuhan untuk pengerjaan sipil, seperti semen, pasir, batako, toren air, dan lain sebagainya.

Sabtu, 28 November 2020 , tim berangkat menuju lokasi pada pukul 09.00, telat 1 jam dari waktu yang dijadwalkan dikarenakan hujan deras semalaman sampai dengan pagi di desa Pemangkat, di lokasi, Pak RT telah menunggu kami, dan tak lama setelah kedatangan tim, kami bersama Pak RT dan salah satu warga setempat langsung memulai pengerjaan. Dalam proses pengerjaan kami sedikit terkendala karena hujan deras yang kembali turun membasahi lokasi ini. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti sejenak menunggu hujan reda dan berhenti. 2 jam berlalu, hujan reda dan pekerjaan dilanjutkan. setelah hujan itu, tidak ada lagi hal yang menghambat pengerjaan project kami, dan project selesai pada pukul 19.00 wib. Seharusnya selesai pengerjaan kami melakukan trouble shooting, tetapi karena waktu yang sudah malam, Pak RT menyarankan agar dilakukan esok hari saja, karena malam itu juga gerimis mulai turun dan membasahi kami. 

Sepulangnya kami dari kegiatan tadi, kami mencari tiket untuk kepulangan kami dari Pemangkat menuju Jakarta. Alhamdulillah kami mendapatkan tiket menggunakan maskapai yang sama yaitu Sriwijaya Air SJ 185 , pada hari Senin, 30 November 2020, pukul 06.00 wib.  

Hari terakhir kami di Pemangkat, kami kembali menuju pancuran pekong untuk melakukan trouble shooting terhadap instalasi panel surya dan filter air yang telah terpasang. Namun, ketika kamu mencoba memasang prototype yang telah disiapkan menggunakan Arduino, ternyata ada kerusakan dibagian sensornya, sehingga membuat kami melakukan trouble shooting secara manual dengan alat parameter tds dan ph air saja. Sedangkan untuk monitoring air sebelum dan sesudah di filter kami putuskan untuk melakukannya di Jakarta dengan membawa sampel air tersebut. 

Setelah seharian kami melakukan trouble shooting, kami anggap telah selesai pengerjaan di lokasi, dan kami bergegas pulang menuju rumah Pak Kades, karena waktu penyewaan kost kami telah habis, sehingga kami diperkenankan untuk tinggal di rumah beliau sampai dengan keberangkatan esok hari.

Mendekati keberangkatan, kami menghubungi supir yang kala itu mengantarkan kami ke Pemangkat, beliau bersedia untuk mengantarkan kami ke bandara. Kami berangkat dari rumah Pak Kades pada pukul 01.00 wib, karena perjalanan akan memakan waktu yang cukup banyak. Selama perjalanan , kami tidur dan ketika bangun, kami telah sampai di Bandara Soepadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Segera kami membayar jasa beliau, dan bergegas melakukan cek-in ke bandara. Pada pukul 06.00 kami telah berada di dalam bandara dan siap untuk melakukan penerbangan, namun karena alasan cuaca penerbangan tersebut ter-delay. 

Pukul 08.00 wib, barulah kami bisa masuk menuju pesawat dan kemudian take off menuju Jakarta. Sesampainya di Jakarta tim langsung mencari transportasi dengan aplikasi online untuk menuju rumah dari ketua tim kami. Setelah mendapatkan drivernya, kami segera naik dan melakukan perjalanan. 

Hari ini , sudah masuk ke minggu kelima , sesampainya di rumah ketua tim, kami berisitrahat sejenak dari lelahnya perjalanan panjang yang telah kami lalui. Sore hari seluruh anggota tim telah kembali ke kediaman masing-masing.

Pada minggu ini, tidak banyak kegiatan yang tim lakukan, hanya menulis laporan, melakukan analisis terhadap sampel air, dan bimbingan terakhir dengan dosen. Semua itu dikerjakan dengan tanpa kendala. Laporan akhir pun bisa terselesaikan tepat waktu. 

KESAN DAN PESAN 

Kesan dan pesan kami selama kegiatan innovilage di Kalimantan yaitu menurut kami adalah sebuah pengalaman yang samgat berharga dimana kami dapat banyak belajar dari setiap aktivitas yang dilakukan. Mulai dari awal perencanaan proposal, pembuatan dan revisi proposal , bimbingan bersama dosen , sampai dengan tahap realisasi proposal di desa binaan. Kami mendapatkan pengalaman dan juga ilmu yang tidak hanya mengenai digital ataupun teknologi yang menyangkut kegiatan ini, melainkan juga tentang Bagaimana berinteraksi sosial dengan orang-orang disana , dan belajar memahami perbedaan kultur antara di pulau jawa dengan di Kalimantan. Kami juga mengamati kebiasaan orang disana yang cukup memiliki banyak perbedaan dengan orang orang di pulau jawa. Ada hal yang berkesan ketika kami disana , ternyata orang disana ramah , baik, dan sangat menerima kedatangan dari kami. Dan alhamdulillah selama disana kami merasakan kenyamanan dan keamanan disetiap aktivitas nya. Harapannya semoga kami bisa kembali berpartisipasi dalam kegiatan ini  dan pada kesempatan lain bisa memberikan hasil yang lebih maksimal

Top