Loading...

Menyelamatkan Kualitas Telur Fungsional di Desa Ganjaran

01 November 2024
Universitas Islam Malang

Projek

  • Judul:Menyelamatkan Kualitas Telur Fungsional di Desa Ganjaran
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, MALANG, GONDANGLEGI, GANJARAN.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Islam Malang
  • Ketua:Nizhamuddin Mufid Azzuhri
  • Angota#1:Nizhamuddin Mufid Azzuhri, Muhammad Usamah Prawira Yuda, Asri Octaviana

SDGs

Mengakhiri Kelaparan Energi Bersih dan Terjangkau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan

Share

Deskripsi

MASYARAKAT Desa Ganjaran, yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak ayam ras petelur, sering kali mengeluhkan cepat rusaknya telur yang mereka produksi. Penyebab utama kerusakan telur adalah penyimpanan yang tidak tepat. Telur yang disimpan terlalu lama tanpa perlakuan khusus mulai mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini sangat merugikan peternak, karena mereka harus menjual telur dengan kualitas yang menurun, sehingga harga jualnya pun jatuh. Selain itu, telur yang tidak tersimpan dengan baik juga mengurangi kandungan nutrisi yang sangat penting, terutama pada telur fungsional yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Tantangan besar ini mendorong tim peneliti dari Universitas Islam Malang untuk menawarkan solusi inovatif: mesin Photovoltaic Egg Pasturize Electric Field. Mesin ini bekerja dengan prinsip pasteurisasi kejut listrik yang dikombinasikan dengan energi surya, memungkinkan telur untuk diproses dalam waktu singkat dan tetap mempertahankan kualitasnya. Mesin ini tidak hanya efisien dalam hal biaya operasional, tetapi juga ramah lingkungan, karena menggunakan energi matahari yang melimpah di daerah tersebut. Mesin Photovoltaic Egg Pasturize Electric Field bekerja dengan menggunakan cahaya matahari yang disalurkan ke dalam sistem untuk menghasilkan energi panas. Proses pasteurisasi dilakukan menggunakan pulse electric field (PEF) atau kejut listrik yang dapat memperlambat proses pembusukan pada telur tanpa merusak kandungan gizi. Mesin ini memungkinkan telur untuk disimpan lebih lama tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.

Inovasi ini memanfaatkan teknologi yang telah terbukti efektif dalam banyak industri makanan, namun diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur di Desa Ganjaran. Mesin ini mudah dioperasikan, efisien, dan dapat digunakan oleh para peternak secara mandiri. Bahkan, mesin ini dapat diperjualbelikan kepada peternak lain di sekitar desa, menciptakan peluang bisnis baru bagi masyarakat. Salah satu fitur utama dari mesin PEPEF adalah penggunaan energi surya yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan panel surya untuk menghasilkan energi listrik, mesin ini tidak memerlukan biaya operasional yang besar dalam jangka panjang. Hal ini sangat penting bagi peternak di desa yang mungkin tidak memiliki akses mudah ke sumber daya energi yang mahal. Selain itu, mesin ini dirancang untuk dapat mengolah telur dalam waktu yang singkat, menjaga kualitas telur, dan memperpanjang umur simpan tanpa mengurangi kandungan gizi. Tim peneliti dari Universitas Islam Malang sudah melakukan serangkaian langkah untuk memastikan keberhasilan implementasi

teknologi ini. Setelah melakukan survei awal di Desa Ganjaran, mereka berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah desa untuk memastikan pemahaman yang baik mengenai manfaat teknologi ini. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh tim peneliti juga melibatkan pemateri dari akademisi yang memiliki keahlian dalam pengawetan telur. Setelah mesin ini selesai dibuat, tim melakukan pelatihan pengoperasian mesin untuk para peternak. Pelatihan ini sangat penting agar masyarakat tidak hanya tahu cara menggunakan mesin, tetapi juga memahami cara merawatnya untuk memastikan mesin tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, hasil dari penggunaan mesin ini juga diuji secara berkala untuk memastikan kualitas telur tetap terjaga. Setelah mesin ini diterapkan di Desa Ganjaran, respons dari masyarakat sangat positif. Hasil survei yang dilakukan oleh tim peneliti menunjukkan bahwa mayoritas peternak sangat puas dengan hasil yang diperoleh. Sebanyak 64% masyarakat menyatakan sangat puas, sementara 33% lainnya merasa puas dengan program ini. Tidak ada yang menyatakan ketidakpuasan. Salah satu alasan utama kepuasan ini adalah peningkatan kualitas penyimpanan telur. Sebelumnya, telur hanya bisa bertahan hingga empat minggu, namun setelah menggunakan mesin PEPEF, telur dapat bertahan hingga tujuh minggu tanpa penurunan kualitas yang berarti. Mesin ini juga terbukti dapat memperpanjang umur simpan telur, mengurangi pembusukan, serta menjaga kualitas fisik dan gizi telur. Hasil uji kualitas telur menunjukkan bahwa telur yang diproses dengan mesin PEPEF memiliki bau yang lebih segar, warna yang lebih cerah, dan tekstur yang lebih baik dibandingkan dengan telur yang tidak diproses menggunakan mesin tersebut. Lebih dari sekadar teknologi, mesin ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Dengan kualitas telur yang lebih baik dan masa simpan yang lebih lama, peternak bisa menjual telur mereka dengan harga yang lebih baik. Hal ini tentu saja meningkatkan pendapatan mereka, sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi peternak di luar desa. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga menciptakan peluang keberlanjutan yang besar. Peternak di Desa Ganjaran kini memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis pengawetan telur, bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga untuk potensi pasar yang lebih luas. Dengan proses pengawetan yang lebih efisien, mereka dapat memproduksi telur dengan kualitas yang lebih baik, bahkan berpotensi untuk diekspor. Peningkatan kualitas dan daya saing telur fungsional yang dihasilkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Mesin PEPEF ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mengawetkan produk telur lainnya, atau bahkan digunakan dalam pengolahan telur olahan, seperti telur rebus atau telur beku, untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan peternak. Program inovasi ini membuktikan bahwa teknologi yang sederhana namun cerdas bisa membawa perubahan besar bagi masyarakat. Melalui mesin Photovoltaic Egg Pasturize Electric Field, para peternak di Desa Ganjaran kini memiliki alat untuk menjaga kualitas telur mereka, meningkatkan efisiensi bisnis, dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat. Inovasi ini bukan hanya tentang memperbaiki kualitas telur, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, proyek ini bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga tonggak penting dalam membangun ketahanan pangan yang lebih kuat bagi Indonesia di masa depan. 

Top