Loading...

Menegah Abrasi dengan Bantuan Teknologi di Lampung Selatan

01 November 2024
Universitas Telkom

Projek

  • Judul:Menegah Abrasi dengan Bantuan Teknologi di Lampung Selatan
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:LAMPUNG, LAMPUNG SELATAN, KALIANDA, MERAK BELANTUNG.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
  • Ketua:Muhammad William Kristuadji Muhardi
  • Angota#1:Muhammad William Kristuadji Muhardi,Yazadi, Putri Alam

SDGs

Penanganan Perubahan Iklim Menjaga Ekosistem Laut

Share

Deskripsi

DI tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, keberlanjutan ekosistem pesisir menjadi kunci dalam memitigasi bencana alam. Salah satu ekosistem yang penting dalam melindungi garis pantai adalah mangrove. Di Desa Merak Belantung, Lampung Selatan, program rehabilitasi mangrove mengalami tantangan besar, terutama dalam hal pemantauan keberlangsungan hidup tanaman. Berbagai upaya telah dilakukan, namun tingkat keberhasilan penanaman mangrove yang rendah, hanya sekitar 55 persen, menunjukkan bahwa teknologi yang lebih tepat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Inovasi yang diterapkan adalah sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi mangrove secara real-time, dengan mengukur berbagai parameter lingkungan seperti pH air, pH tanah, kelembapan, serta salinitas. Dengan alat berbasis IoT ini, masyarakat dan pihak terkait dapat memonitor pertumbuhan mangrove, memastikan kelangsungan hidup tanaman, serta mengoptimalkan kondisi lingkungan sekitar. Sistem ini dilengkapi dengan sensor yang terpasang di lokasi mangrove, serta panel surya sebagai sumber energi yang dapat mendukung keberlanjutan sistem tersebut. Selain itu, pembuatan dashboard berbasis web memudahkan masyarakat untuk memantau data secara daring, menjadikannya lebih terstruktur dan efisien. Hasil implementasi teknologi ini sudah menunjukkan dampak yang positif. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove, penggunaan teknologi IoT juga mempererat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas setempat. Dengan adanya pelatihan kepada warga desa dan relawan, mereka kini dapat mengoperasikan dan memelihara alat pemantauan tersebut, yang pada gilirannya meningkatkan partisipasi mereka dalam upaya rehabilitasi mangrove. Dampak sosial yang muncul sangat signifikan. Salah satunya adalah berkurangnya risiko abrasi yang merusak infrastruktur dan pemukiman, yang sebelumnya menjadi ancaman besar bagi Desa Merak Belantung. Keberhasilan sistem pemantauan ini turut membuka peluang baru di sektor ekonomi, seperti ekowisata berbasis konservasi dan peningkatan produktivitas perikanan. Selain itu, masyarakat juga mulai mengembangkan produk berbasis mangrove, seperti sirup dan kerajinan tangan, yang dapat meningkatkan pendapatan lokal. Keberlanjutan dari program ini sangat bergantung pada dukungan kebijakan dan pelatihan yang berkelanjutan. Pihak terkait berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan diimplementasikan di daerah pesisir lainnya yang juga menghadapi masalah abrasi dan degradasi mangrove. Dengan teknologi IoT, pemantauan yang lebih baik dan lebih tepat waktu akan memberikan solusi berkelanjutan bagi pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi pendorong perubahan positif di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Melalui kolaborasi yang solid dan pemanfaatan teknologi yang tepat, solusi untuk melestarikan ekosistem mangrove dapat tercapai, membawa dampak jangka panjang yang tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Top