Loading...

Digitalisasi Pemasaran dan Periklanan Kerajinan Gerabah Menggunakan Teknologi Augmented Reality

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:Digitalisasi Pemasaran dan Periklanan Kerajinan Gerabah Menggunakan Teknologi Augmented Reality
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Barat, Kediri, Banyumulek.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Aulia Urrahmi
  • Angota#1:Baiq Safira Aulia
  • Angota#2:Syahrul Ramadhani

SDGs

Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Banyumulek adalah pusat industri gerabah yang terlatak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. 80% dari total penduduknya merupakan pengrajin gerabah. Membuat kerajinan gerabah merupakan sebuah keahlian yang diturunkan dari generasi ke generasi di Desa Banyumulek. Keahlian tersebut akhirnya mampu mengangkat perekonomian desa dengan menarik minat pengunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan internasional. Desa Banyumulek juga ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah Lombok Barat sehingga akses bagi wisatawan untuk berwisata dan berbelanja gerabah di desa ini menjadi lebih mudah.

Bom Bali, Bencana alam gempa, dan yang terbaru wabah Covid-19 merupakan faktorfaktor yang menyebabkan lumpuhnya pariwisata di Lombok. Wisatawan mancanegara maupun lokal tidak berani berkunjung ke Lombok, yang barang tentu mempengaruhi industri gerabah di Desa Banyumulek. Social Project yang akan diimplementasikan kepada mitra sasar adalah berupa pengembangan aplikasi digital yang menerapkan teknologi Augmented Reality untuk memasarkan dan mengiklankan produk kerajinan gerabah yang dibuat oleh warga Desa Banyumulek. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi pelanggan terhadap berbagai macam jenis gerabah yang tersedia tanpa harus secara fisik datang ke Desa Banyumulek, dikarenakan kekhawatiran terpapar oleh wabah pandemic Covid-19. Dengan menggunakan teknologi ini, pelanggan dapat memilih kerajinan gerabah yang diinginkan dan dapat secara realitas tertambah menata ruang dengan objek 3D kerajinan gerabah yang sudah disediakan. Apabila pelanggan merasa cocok dengan pilihannya, pelanggan dapat menggunakan fitur online shopping untuk memesan kerajinan gerabah tersebut, dan melakukan proses transaksi seperti layaknya berbelanja online seperti biasanya.

Proses pelaksanaan yang telah dilaksanakan melibatkan tim dan berbagai macam elemen warga desa Banyumulek. Proses dimulai dari sosialisasi penggunaan teknologi dalam proses pemasaran produk kerajinan gerabah. Dimana pada sosialisasi ini, melibatkan warga desa Banyumulek yang berprofesi sebagai pengrajin gerabah dan memiliki produk gerabah yang ingin dipasarkan. Selain itu, peran serta kepala Desa juga dibutuhkan untuk mempermudah proses koordinasi antara tim dan mitra sasar.

Dalam sosialisasi ini juga dilaksanakan survey atau wawancara tentang kebiasaan pengrajin gerabah dalam memasarkan produk mereka selama ini, untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka dalam memasarkan produk secara digital. User Persona akan dibuat berdasarkan hasil survey/wawancara ini untuk melakukan perancangan prototipe aplikasi.

Proses pemindaian tiap-tiap produk kerajinan gerabah dilakukan dengan menggunakan device LiDAR untuk menghasilkan model 3D nya. Untuk tahapan prototipe, tiap pengrajin dibatasi hanya maksimal 5 produk kerajinan Gerabah. Pengembangan aplikasi BEARS berjalan simultan dengan proses pemindaian kerajinan gerabah. Dimana desain User Interface dan User Experience diimplementasikan sesuai dengan User Persona yang telah didapatkan. Pembuatan database sederhana juga dilakukan untuk mendata jenis-jenis kerajinan gerabah, harga, jumlah stok, dan pengrajin untuk pengembangan fitur transaksi jual beli.

Setelah prototipe aplikasi selesai, maka dilakukan pengujian black box, white box dan juga pengujian UI/UX agar aplikasi yang dikembangkan tepat guna. Setelah aplikasi yang dikemabangkan lulus tahap pengujian, maka sosialisasi penggunaan aplikasi diberikan kepada warga Desa Banyumulek agar memahami cara menggunakan aplikasi BEARS. Sosialisasi melalui media sosial dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada target pelanggan, sehingga pelanggan dapat menggunakan aplikasi ini dalam berbelanja kerajinan gerabah.

Dari kegiatan sosial project ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga Desa Banyumulek, seperti berikut ini:

  1. Menumbuhkan Kembali perekonomian Warga Desa Banyumulek dengan membantu memasarkan produk kerajinan gerabahnya melalui media digital.
  2. Membantu pengrajin gerabah Desa Banyumulek dalam berkomunikasi dengan pelanggan melalui media digital.
  3. Pengetahuan tentang peggunaan alat pemindai LiDAR dalam pembuatan model 3D Kerajinan Gerabah yang dapat digunakan oleh mitra sasar untuk mengiklankan produknya secara imersif.
  4. Pendampingan dan pelatihan penggunaan aplikasi dari proses pemindaian model 3D kerajinan hingga proses update database akan diberikan agar warga Desa Banyumulek dapat terus menerus menggunakan aplikasi ini sebagai media pemasaran produk Kerajinan Gerabahnya.

Kesan dan Pesan

Kenyataan di lapangan sangatlah berkesan, dimana perjuangan gigih para pengrajin gerabah yang tetap bersikukuh bertahan pada profesi mereka patut diacungi jempol. Setelah berbagai bencana terjadi, mereka pantang menyerah dan tetap berusaha terus menerus untuk menghasilkan berbagai macam jenis kerajinan gerabah mereka. Mereka tetap merasa yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, tinggal tetap berusaha dan gigih dalam mencari rezeki tersebut. Disitulah harapan kami sebagai salah satu tim dari kegiatan Innovillage ini dapat membantu meringankan beban para pengrajin gerabah di Desa Banyumulek dalam memasarkan dan mengiklankan produk gerabah mereka.

Pesan kami adalah semoga kegiatan innovillage ini memiliki kesinambungan, agar berbagai kegiatan atau project yang sudah berjalan ini tetap berlanjut dan dapat memberikan impact kepada masyarakat, khususnya masyarakat desa di sekitar kita.


Link video dokumentasi

Top