Loading...

Cahaya dan Harapan Baru dari Desa Jatirembe

01 November 2024
Universitas Wijaya Putra

Projek

  • Judul:Cahaya dan Harapan Baru dari Desa Jatirembe
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TIMUR, GRESIK, BENJENG, JATIREMBE.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Wijaya Putra
  • Ketua:Umaya Zunainatul Adha
  • Angota#1:Umaya Zunainatul Adha, Raniah Qottrunnada, Andrian Ardiansyah

SDGs

Akses Air Bersih dan Sanitasi Energi Bersih dan Terjangkau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Share

Deskripsi

KETIKA listrik padam, kehidupan di desa sering kali ikut terhenti. Pompa air berhenti berputar, pasokan air terputus, dan aktivitas warga pun tersendat. Dari persoalan sehari-hari itulah lahir sebuah gagasan sederhana namun berdampak besar: mengubah sinar matahari menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat. Masalah itu sempat menghantui BUMDes Jati Makmur, penggerak ekonomi Desa Jatirembe di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Dua unit usaha mereka yaitu Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan pengelolaan sampah telah lama berjalan, namun hasilnya belum cukup untuk menambah pendapatan desa. Air bersih kerap macet saat listrik padam, sementara pencatatan meter air masih dilakukan manual menggunakan buku catatan yang rawan keliru. Situasi ini membuat pelayanan air bersih tersendat dan efisiensi operasional rendah. Melihat hal itu, tiga mahasiswa Universitas Wijaya Putra yaitu Umaya Zunainatul Adha, Raniah Qottrunnada, dan Andrian Ardiansyah, membentuk PAMS Team. Mereka datang membawa solusi nyata: menggabungkan energi surya, sistem digital, dan teknologi pengawasan jarak jauh. Tujuannya satu yakni air tetap mengalir tanpa bergantung pada listrik PLN. Langkah mereka dimulai dari survei lapangan dan penyesuaian anggaran. Bersama warga dan teknisi kampus, tim merakit panel surya yang kini menopang pompa air BUMDes. Tak berhenti di situ, mereka juga membuat website pencatat meter air untuk menggantikan sistem manual. Sebuah modem Telkomsel Orbit dan CCTV Bardi dipasang agar pengurus dapat memantau pompa dari jarak jauh, langsung lewat ponsel. Inovasi sederhana itu membawa perubahan besar. Kini, meskipun listrik padam, air tetap mengalir. Warga tak lagi khawatir, dan BUMDes berhasil menekan biaya listrik hingga 40 persen. Website pencatat air meningkatkan akurasi hingga 90 persen dibanding sistem lama, sekaligus mempermudah administrasi pengelolaan air desa. Dampaknya terasa di banyak sisi. Sekitar 150 hingga 300 warga di empat hingga lima gang mendapat akses air bersih yang stabil. UMKM seperti warung makan, peternak, dan pengusaha laundry bisa beroperasi tanpa gangguan. Anakanak dapat menjaga kebersihan diri dengan lebih baik. Selain itu, pelatihan pemeliharaan panel surya dan sistem digital membuka peluang kerja baru bagi pemuda desa, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan. Proyek ini juga menciptakan nilai ekonomi baru. Dengan dukungan Telkom melalui produk Orbit dan Bardi, BUMDes memperoleh sistem pengawasan modern tanpa biaya tinggi. Desa menjadi lebih efisien, transparan, dan siap menuju pengelolaan air berbasis digital. Ada sedikit tantangan, salah satunya adalah adaptasi warga terhadap teknologi dan keterbatasan jaringan internet. Namun, semangat kolaborasi antara mahasiswa, kampus, BUMDes, dan warga menjadi kunci keberlanjutan. Panel surya yang mampu bertahan dua dekade kini berdiri kokoh di desa, menjadi simbol bahwa inovasi besar bisa lahir dari masalah kecil seharihari. Dari sinar matahari, mereka menyalakan harapan baru, bukti bahwa masa depan desa digital Indonesia bisa dimulai dari satu pompa air yang tak lagi bergantung pada listrik.

Top