Top (Tong Pintar) : “Inovasi Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Sistem Tata Kelola Lahan Pertanian Berbasis Iot Demi Mewujudkan Sdg’s 2030”
Pada era globalisasi saat ini, penguasaan teknologi menjadi prestise dan indikator kemajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan teknologi tinggi (high technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi sering disebut sebagai negara gagal (failed country). Sedangkan Indonesia, masih belum dikategorikan menjadi negara maju dalam bidang pertanian. Saat ini petani di Indonesia belum bisa memanfaatkan teknologi secara optimal. Penggunaan teknologi dalam bidang pertanian masih terbatas pada proses membajak sawah, menanam serta memanen padi, belum memasuki pada tata kelola lahannya. Padahal dalam pertanian, tata kelola lahan seperti sistem irigasi, pemberian pupuk serta pestisida merupakan suatu hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi hasil produksi.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknologi yang nantinya dapat membantu petani dalam mengelola lahannya. Selain itu, rendahnya minat pemuda di pedesaan untuk menjadi petani juga menjadi salah satu pemicu masalah pertanian di Indonesia. Padahal sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki komitmen membangun sektor pertanian merupakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan pertanian berkelanjutan. Sampai saat ini masih terdapat permasalahan serius di bidang ketenagakerjaan pertanian yaitu perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yaitu petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, sementara tenaga kerja usia muda semakin berkurang. Berdasarkan hasil analisis terhadap data Sensus Pertanian 2003-2013, dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja pertanian didominasi tenaga kerja usia tua lebih dari 40 tahun, tenaga kerja usia muda jumlahnya tidak banyak dan cenderung merosot dibandingkan 10 tahun sebelumnya.
Ironisnya, justru sebagian besar orang tua di pedesaan tidak menginginkan anak-anak mereka bekerja di desa sebagai petani sebagaimana pekerjaan mereka saat ini. Berdasarkan permasalahan yang telah penulis paparkan dan upaya untuk mewujudkan SDG’s2030 poin 2, 8, dan 10, penulis terinspirasi untuk menciptakan suatu alat yang bernama TOP (Tong Pintar): “Inovasi Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Sistem Tata Kelola Lahan Pertanian Berbasis IoT dalam Mewujudkan Indonesia SDG’s 2030.” yang akan diimplementasikan pada Desa Glinggang, Kabupaten Ponorogo. TOP merupakan sebuah tong berbasis InternetofThingsyang berfungsi untuk mengairi sawah, memberi pupuk serta pestisida pada tanaman pertanian. Kinerja utama dari TOP yaitu untuk mengairi tanaman pertanian secara otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonic untuk mengetahui volume air di dalam tong dan sensor soil mosture sebagai pengukur kelembapan dari suatu tanaman.
Dari pernyataan tersebut, kami memberikan sumbangsih ide inovasi yaitu TOP (Tong Pintar): “Inovasi Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Sistem Tata Kelola Lahan Pertanian Berbasis IoT dalam Mewujudkan Indonesia SDG’s 2030”. TOP merupakan sebuah tong berbasis Internet of Things yang berfungsi untuk mengairi sawah, memberi pupuk serta pestisida pada tanaman pertanian. Kinerja utama dari TOP yaitu untuk mengairi tanaman pertanian secara otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonic untuk mengetahui volume air di dalam tong dan sensor soil mosture sebagai pengukur kelembapan dari suatu tanaman. Adapun sistem kerja tambahan pada TOP yaitu menggunakan sistem pemberian pupuk dan pertisida tetes untuk menghemat penggunaan pupuk serta pestisida. Adapun pupuk dan pestisida yang digunakan disini merupakan pupuk dan pestisida alami yang pengisiannya secara manual hanya pada saat waktu pemberian pupuk atau pestisida telah tiba. Di dalam pengaplikasiannya, TOP akan dibagi menjadi 3 sekat atau bagian. Bagian paling atas berisi pestisida, bagian tengah untuk tempat pupuk, dan bagian terbawah digunakan sebagai tampungan air untuk irigasi. Setiap bagian akan diberi 2 lubang sebagai jalan pengisian dan pengeluaran pupuk, pestisida maupun air.
Lihat videonya disini : https://www.youtube.com/watch?v=INnCJoEdJJ4