SCALE UP IMMUNITAS SAPI PASCA PMK DENGAN PROBIOTIK MELALUI INOVASI PORTABLE DIGITAL FERMENTOR DI DESA SENTRA SAPI PERAH PONCOKUSUMO MALANG
Pada saat isi rumen sudah kering maka untuk mengeringkan agar benar benar kering kami menggunakan oven untuk melakukan pengeringan yang lebih kering, karena jika isi rumen tidak benar benar kering maka yang dikhawatirkan adalah terjadi pembusukan dan juga rusak. Kami oven di Laboratorium Terpadu dan Halal Centre Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang pada Ruang Autoclave. Isi rumen dioven selama 48 jam dengan suhu 75 derajat.
Setelah rumen dikeluarkan dari oven kemudian rumen diblender dengan air secukupnya dan tidak terlalu banyak agar sedikit agak halus dan setelah rumen diblender lalu blender juga buah pepaya dengan nanas dicampur susu dancow sachet dan setelah selesai kami memasukkan rumen yang sudah diblender kedalam mesin fermentor lalu dimasukan juga buah papaya dan pisang ke dalam mesin fermentor dan memasukkan air sebanyak 15 liter kemudian kami mengatur suhu pada fermentor pada 37 derajat selama 7 hari.
Setelah dikeluarkan dari mesin fermentor kami menunggu sampai suhu pada probiotik ini normal kembali lalu probiotik cair ini kami kemas ke dalam sehingga menjadi lebih menarik. Harapanya adalah dengan adanya pelatihan pembuatan probiotik ini adalah menjadikan peternak mandiri untuk membuat probiotik sendiri dan mereka bisa menjualnya sehingga dengan cara tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan mengentas kemiskinan.
Setelah probiotik sudah jadi kami menentukan jadwal untuk melakukan program penyuluhan kepada masyarakat Desa Jambesari bersama dosen pemimbing kami dan di sana kami juga menjelaskan kandungan dan manfaat probiotik ini pada sapi kami juga menjelaskan tentang PMK dan cara penanganannya dan menjelaskan cara kerja mesin fermentor yng akan dihibahkan ke KUD SIDODADI agar masyarakat Desa Jambesari bisa mengambil ilmu yang bermanfaat dari program penyuluhan kami.
Kali ini kami bersama tim melakukan pelatihan pembuatan silase,yaitu dengan cara menchoper rumput dan Tebon jagung terlebih dahulu setelah itu kami mencampur rumput yang telah dichoper dengan dedak padi lalu kami masukkan kedalam drum lalu bagian atasnya ditutup dengan dedak padi dan tutup rapat drum terebut pastikan tidak ada udara yang masuk tunggu dalam 21 hari untuk pemanenan.
Pelatihan pembuatan probiotik kali ini kami lakukan bersama tim kami dan masyarakat desa jambesari,yaitu dengan mengambil rumen sapi yang ada ada lambung sapi yang sudah disembelih setelah itu campur rumen dengan kompos kambing dan tutup pada drum selama 14 hari memastikan tidak ada udara yang masuk setelah dipanen. Isi rumen yang sudah di panenlalu di keringkan dengan sinar matahari sampai kering dan oven sampai benar benar kering. lalu isi dapat menghaluskan isi rumen yang telah di oven dengan sedikit air lalu dihaluskan dengan belender juga papaya dan nanas yang agak busuk. Harapanya adalah agar mikroorganisme tertarik serta menambah suasana asam pada probiotik, setelah diblender masukkan ke mesin fermentor keduanya dengan tambahan air 15 liter kemudian di atur pada suhu pada fermentor 37 derajat dan di tunggusampai 7 hari dan setelah 7 hari probiotik siap digunakan.
Video implementasi project klik disini.