Knowledge Sharing Session Innovillage 2021
BANDUNG, Telkom University - Knowledge Sharing Session merupakan pembekalan tambahan kepada para mahasiswa yang lolos pada TOP 120 Social Project Innovillage. Program ini menghadirkan narasumber dengan keahlian background masing-masing, mulai dari kalangan activist social, actress, presenter dan sumber-sumber yang berprestasi.
Narasumber pertama, Albertha merupakan alumni Universitas Gadjah Mada, Fakultas Psikologi UGM pada tahun 1998. Saat ini bekerja sebagai Director Human Resources, Head for Indonesia, TAUZIA & ASCOTT. Sharing knowledge yang pertama dari seorang expert dalam bidang psikologi dan Corporate Human Resources yang membagikan ilmunya mengenai bagaimana membangun komunikasi. Bagi Bertha, keberhasilannya mencapai tahap karirnya saat ini didukung oleh empat nilai yang ia pegang teguh, yaitu communication, attitude, resilience, dan learning (CARL). Nilai pertama, communication, bagi Bertha merupakan salah satu komponen terpenting untuk menunjang kesuksesan di dunia kerja. Nilai berikutnya, attitude, menentukan cara kita berperilaku dan berhubungan dengan orang lain. Kedua hal ini berperan penting dalam merefleksikan kepribadian seseorang, serta memberikan kesan pertama bagi orang lain. Sementara itu, nilai resilience menentukan kemampuan seseorang untuk bangkit dari tantangan dan kegagalan yang dialami. Terakhir namun yang terpenting, nilai learning bermakna tidak pernah berhenti belajar dan mengabdikan ilmu yang dimiliki. “Kalau kita hanya berfokus pada satu jenis kegiatan atau keahlian, kita akan sulit memperoleh peluang untuk berkembang,” ia berpendapat.
Sharing knowledge yang kedua yaitu dari Agus Setyawan. Beliau adalah seorang CEO sekaligus praktisi industri kesehatan. Beliau membagikan ilmunya mengenai bagaimana mengimplementasikan inovasi yang berkelanjutan.
Sharing knowledge yang ketiga yaitu dari Ahmad Fuadi. Beliau merupakan seorang novelis yang berasal dari darah Minang, Sumatera Barat. Novelis ini berhasil memikat hati pembaca melalui novel yang berjudul “Negeri 5 Menara” yang merupakan buku pertama dari trilogi novelnya. Meskipun tergolong novel yang baru tebit, novel ini masuk ke dalam deretan best seller tahun 2009. Novel tersebut merupakan novel pertama yang juga diangkat menjadi film pada tahun 2012. Film dengan judul “Negeri 5 Menara” yang sama persis seperti novelnya mampu menjadi salah satu film yang memiliki jumlah penonton banyak pada masanya. Ia juga seorang novelis berprestasi karena telah mendapatkan beberapa penghargaan. Selain sebagai penulis atau novelis, beliau juga merupakan seorang aktivis sosial dalam bidang konservasi dan wartawan. Dalam sharing session, beliau membagikan ilmu nya mengenai semangat dalam menebar manfaat dan inspirasi.