Innovillage 2021 Memberikan Pendanaan Sebesar 1.8 Miliar
BANDUNG, Telkom University - Program Innovillage 2021 hadir dengan tagline Empowering Young Sociopreneur For Sustainable Digital Village yang merupakan kolaborasi yang di inisiasi antara Telkom Community Development Center (CDC Telkom) dan Direktorat Career, Alumni, and Endowment (CAE) Telkom University.
“Semoga program ini dapat melahirkan inovator-inovator muda yang dapat memberdayakan desa asalnya untuk tetap bertahan ditengah tantangan pandemi Covid-19. Harapannya, melalui program ini nantinya terdapat 120 titik desa sebagai perwakilan dari masing-masing daerah di seluruh Indonesia yang memiliki inovasi terbaru hasil karya mahasiswa. Beragam social project yang lahir dari program ini, juga dapat mengasah kepekaan mahasiswa sebagai generasi penerus untuk dapat menganalisa permasalahan lingkungan sekitarnya serta berani memberikan solusi” kata SGM CDC Telkom Indonesia Hery Susanto
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Telkom Indonesia melalui unit Community Development Center, memiliki tugas untuk melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), salah satunya fokus pada Bidang Pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan institusi Pendidikan untuk dapat melahirkan inovasi berupa aplikasi sederhana yang dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Telkom Indonesia melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai bentuk tanggung jawab untuk dapat membantu masyarakat dan mendukung inovasi-inovasi baru yang tepat guna bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Innovillage 2021 mulai disosialisaikan ke seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia pada bulan Agustus 2021. Sebanyak 482 proposal dari 67 Perguruan Tinggi telah diterima. Setelah dilakukan assessment mendalam, diperoleh 120 proposal social project yang tersebar di 31 Provinsi di Indonesia dan berhak mendapatkan pendanaan langsung dengan total 1.8 Miliar dari CDC Telkom. Selanjutnya mahasiswa yang terpilih pada social project ini mengimplementasikan ide dan inovasi nya di desa masing-masing dengan didampingi oleh dosen pembina selama kurang lebih 7 minggu.