Implementasi Portable DC Kompor Listrik dan Gardu Energi Berbasis Energi Terbarukan dengan Sistem IoT Monitoring Baterai
Sebagian besar penduduk Desa Nglandeyan menggunakan bahan bakar kayu untuk memasak dari pada bahan bakar gas dan listrik. Penggunaan bahan bakar kayu memang alami dan bisa diambil dari kebun. Tetapi terdapat kelemahan dalam pemakaiannya seperti kurang efisien waktu ketika memasak, butuh persiapan mengambil kayu di kebun, harus mengeringkan terlebih dahulu, ditambah kalau musim hujan, mereka harus sigap untuk mengamankan kayu tersebut, bahkan ketika memilih beli kayu, justru bisa menambah pengeluaran mereka. Meninjau dari permasalahan yang ada, permasalah yang ada bisa terjawab dengan menerapkan ide yang diberikan yaitu melakukan implementasi portable DC kompor listrik dan gardu energi berbasis energi terbarukan (PLTS) dengan sistem Iot monitoring baterai di Desa Nglandeyan dengan sasaran penduduk ekonomi rendah. Penerapan ide ini masuk dalam tujuan SDGs energi bersih dan terjangkau; serta Industri, Inovasi dan Infrastruktur karena sistem yang ditawarkan sepenuhnya menggunakan energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan, serta memiliki biaya terjangkau jika dilihat dari penerapan jangka panjang yang akan berjalan. Gambaran project yang diberikan adalah Tim akan mempersiapkan 12 portable DC kompor listrik yang merupakan project yang telah dikembangkan dua tahun terakhir, serta membuat satu gardu energi yang dilengkapi sistem monitoring baterai pada setiap dusun yang dipilih. Tujuan adanya gardu energi untuk menyediakan tempat charging kompor listrik yang dimiliki penduduk, dengan tujuan penerapan energi bersih dan terjangkau secara gratis. Setelah semua siap, akan dilakukan pembagian portable DC kompor listrik kepada setiap kepala keluarga yang sesuai dengan kriteria dan pemberian edukasi mengenai pemanfaatan, perawatan, sampai hal yang perlu dilakukan ketika terjadi kerusakan pada alat yang telah diberikan. Dengan adanya social project ini diharapkan bisa meningkatkan energi bersih dan terjangkau, mempercepat perkembangan teknologi, serta bisa memperbaiki ekonomi masyarakat Desa Nglandeyan khususnya.
Tahap Ketiga ini kami memulai dengan memberikan sosialisasi di desa 1 dimana kami mengumpulkan 6 kepala Keluarga dengan memberikan penjelasan mulai dari Tujuan sampai kesimpulan telah kami jelaskan. Selama di desa, kami mendapat banyak hal yang menarik mengenai kekurangan dan kelebihan pada kompor kami namun kami mengangap hal tersebut sebagia masukan bagi produk kami. setelah melakukan sosialisai kompor pada gardu pun kami menemukan Beberapa masalah dimana kaki dari gardu sendiri tertanam dalam tanah, sehingga kami berencana untuk Membuat pondasi dari semen yang cukup kuat dan tahan pada kondisi hujan.
Bukan hanya Kompor dan Gardu Energi saja yang mengalami kendala ketika dilapangan namun system IOT yang terpasang pun sempat menjadi bahan pertimbangan karena kendala sinyal dan kartu yang digunakan pun tidak Memiliki Kuota. Sehingga Kelompok kami melakukan pengawasan selama Beberapa hari berturut-turut untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan tersebut. Setelah Beberapa komponen bisa diperbaiki maka kami team Crescent sesegera mungkin melakukan penambahan misalkan plastik pada Gardu Energi, menambahkan penahan pada kompor listrik agar lebih kuat, dan menregistrasi kartu IOTnya.
Video implementasi project klik disini.