Edu-Tech Smart Tourism
Indonesia sebagai Negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan juga keindahan alamnya, sangat berpotensi besar untuk mengembangkan ekowisata. Ekowisata dianggap sejenis usaha yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan konservasi. Namun agar ekowisata tetap berkelanjutan, perlu tercipta kondisi yang memungkinkan dimana masyarakat diberi wewenang untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan usaha ekowisata, mengatur arus dan jumlah wisatawan dan mengembangkan ekowisata sesuai visi dan harapan masyarakat untuk masa depan.Kawasan pantai Lowita desa Wiringtasi Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan merupakan salah satu habitat peneluran penyu yang ideal. Hal ini dikarenakan lokasi yang berada di pesisir barat kabupaten Pinrang dan berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Berdasarkan data yang diperoleh Kelompok Pemuda Pemudi Penggiat Alam dan Lingkungan Hidup (KP3ALH) Kabupaten Pinrang, dari keenam spesies penyu yang hidup di Indonesia terdapat tiga spesies penyu yang ditemukan mendarat dan bertelur sejak tahun 2019 lalu di kawasan pantai lowita dan sekitarnya. Ketiga spesies tersebut diantaranya penyu sisik (Eretmochelys imbricate), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Menurut IUCN (2013), status penyu-penyu tersebut secara berurutan adalah Criticaly Endangered (kritis), Endangered (terancam punah), dan Endangered (terancam punah). sehingga diperlukan usaha dan kerjasama dari semua pihak dalam melakukan upaya pelestarian untuk keberlanjutan hidup penyu kedepannya. Selanjutnya akibat rendahnya kesadaran masyarakat yang ada disana, habitat pendaratan dan peneluran penyu mengalami ancaman pengurangan lahan dikarenakan mulai banyaknya perambah yang menanami kawasan pesisir dengan pohon kelapa sawit sehingga kedepanya dapat membuat vegetasi aslinya menjadi rusak. Menurut Hermawan (1992) menyatakan bahwa musim bertelur penyu di berbagai tempat dipengaruhi oleh kondisi alam lingkungan setempat. Penyu biasanya bertelur di pantai berpasir yang terdapat vegetasi pantai sehingga rusaknya vegetasi pantai tentu berdampak pada jumlah pendaratan penyu yang diduga akan mengalami penurunan jika tidak ditindak lanjuti. Selain itu tingginya perburuan telur penyu di daerah sekitar kawasan pantai lowita mengakibatkan banyaknya calon anak penyu (tukik) gagal menetas dan hidup.
Komunitas 5 putra pesisir sebagai tombak pelindungan dan konservasi penyu yang ada disana mengatakan bahwa kelangkaan terhadap penyu disebabkan karena penyu sudah banyak diburu dan bagian cangkangnya dijadikan sebagai aksesoris oleh kolektor. Selain itu, telur penyu sendiripun menurut beberapa orang disana memiliki berbagai macam manfaat seperti membantu pembentukan otot, menyehatkan mata, meningkatkan kualitas sperma dan lain-lain. Bahkan masih ada beberapa adat ataupun ritual diwilayah tersebut yang membutuhkan keberadaan penyu untuk digunakan dalam upacara adat sebagai persembahan pada dewa untuk menyeimbangkan antara kebatilan dan kebaikan. Salah satu jenis penyu yang dijadikan persembahan adalah jenis penyu hijau karena dianggap penting dan berharga pada upacara Manusia Yadnya untuk anak mencapai umur 3 bulan, potong gigi perkawinan dan kremasi biasa digunakan pada agama hindu atau kepercayaan tau Lotang (Agama nenek moyang). Kondisi ini membuat populasi penyu semakin hari semakin berkurang dan tidak heran wilayah Pantai Lowita sering menjadi perburuan pencurian telurtelur penyu secara ilegal. Bahkan tanpa kita sadari, kita juga turut merusak populasi penyu dengan perbuatan tangan kita sendiri yakni membuang sampah khususnya di daerah pantai. Sampah juga merupakan salah satu penyebab populasi penyu dapat berkurang. Melihat permasalahan yang ada diatas maka dalam periode pertama pelaksanaan dan implementasi program pengabdian masyarakat di Desa Wiringtasi, Kabupaten pinrang melalui Pengembangan Kawasan Konservasi Penyu melalui sistem Edu-Tech Smart Conservation Pantai Lowita Dengan Sistem Pendekatan Edukasi guna mewujudkan konservasi dan pariwisata yang berkelanjutan kami telah melakukan penjajakan bersama pemerintah, pemerhati lingkungan daerah, pemuda dan masyarakat sekitar melalui focus group discussion yang akan dilakukan pada tahap kedua atau minggu ketiga pelaksanaan sebagai langkah pengenalan dan implementasi program serta penetapan strategi perbaikan konservasi selama program innovilage berlangsung.
Edu-tech Smart Conservation merupakan teknik konservasi yang dikembangkan khsusnya dalam wilayah masyarakat yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan tapi dianugrahi potensi daerah hal tersebut merupakan sebuah peluang dalam memberdayakan masyarakat. Dengan adanya sebuah program yang dirancang dengan matang maka akan menghasilkan sebuah perubahan dari pihak utama yaitu tim pengelolah konservasi serta produk pariwisata Desa Wiringtasi yang dihasil dan memiliki kualitas wisata berdaya saing global. Dalam hal ini Edu-tech Smart Conservation bertujuan meningkatkan pendidikan melalui eduwisata sehingga proyek ini selain mendukung Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, Ekosistem laut juga mendukung pendidikan yangberkualitas tapi disajikan dengan cara yang berbeda yaitu sebagai luaran prodak hasil dari proyek sosial.
Program Edu-tech Smart Conservation menawarkan beberapa solusi sebagai usaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi yaitu mulai dari;
1. Pengenalan keterampilan Teknologi Informasi untuk mendukung promosi komunitas 5 putra Pesisir sehingga kegiatan rutin yang dilakukan dapat lebih dikenal secara luas dan dapat mengundang para donatur-donatur baru kedepanya. Serta, pengenalan aplikasi database sederhana untuk pendataan yang akurat dan sistematis melalui Edu-tech Smart Conservation.
2. Membuat tempat penangkaran menjadi semenarik mungkin dengan cara menambah fitur pada wilayah konservasinya seperti photo booth atau ikon yang bertemakan lindungi penyu dan juga selalu menjaga kebersihan tempat penangkaran agar para wisatawan terpikat oleh kondisi yang ada.
3. Pelatihan pembuatan platform website sebagai sistem informasi komunitas pelestarian penyu. Memudahkan sosialisasi yang interaktif dan menjangkau area yang luas dan memberikan high impact.