Loading...

Aplikasi Pembelajaran Mudah dan Menyenangkan Untuk Membantu Proses Belajar Anak Tuna Grahita

Innovillage
Share post:

Desa Citangkil merupakan salah satu desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kabupaten Banten. Kota Cilegon memiliki 3 sekolah berkebutuhan khusus, dimana salah satunya adalah SKh Al-Khairiyah yang berlokasi di Desa Citangkil. Sekolah tersebut menjadi sasaran terimplementasinya inovasi dari tim kami. SKh Al-Khairiyah memiliki jumlah siswa sebanyak 133 siswa dan guru sebanyak 23 guru. Sekolah khusus anak luar biasa ini adalah sekolah khusus pertama yang ada di Kota Cilegon dengan akreditasi B. Dari tahun ke tahun, kualitas pengajaran di SKh Al-Khairiyah terus meningkat. Sekolah khusus tersebut sudah sering mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten maupun provinsi. pada kegiatan Innovillage ini, tim kami berfokuskan untuk mengajukan ide dan gagasan terhadap Kelas Tuna Grahita dengan kategori ringan. Sayangnya, performa pembelajaran di SKh AlKhairiyah belakangan ini menurun. Penyebab utamanya adalah kurangnya sumber daya tenaga pengajar.Selain itu, dampak dari pandemi COVID-19 juga berpengaruh besar terhadap ekonomi dan kinerja SKh Al-Khairiyah. Karena hal tersebut, metode pembelajaran Anak Tuna Grahita pada SKh Al-Khairiyah masih terbatas dan sangat minim. Mereka masih menggunakan kertas, objek yang dicetak manual, serta alat-alat pembelajaran yang terkadang sulit untuk dijangkau. Untuk bisa dilakukannya pembelajaran, para guru harus mencari objek seperti mencetak kertas dengan gambar yang ingin dipelajari. Berdasarkan hasil observasi, objek yang telah dipelajari nantinya akan dibuang karena sudah tidak terpakai, dan apabila perlu dipakai lagi maka para guru perlu biaya lagi untuk membuat objek baru. Anak Tuna Grahita juga berdominan hiperaktif sehingga dibutuhkan tenaga extra dalam proses pembelajarannya. Hal ini sangat sulit dilakukan apabila memiliki tenaga pengajar yang sedikit dan fasilitas yang kurang memadai, dimana akan berdampak pada performa siswa, sekolah, maupun kekhawatiran orang tua siswa.

Dengan kondisi tersebut, tim kami mengajukan ide berupa Aplikasi Pembelajaran Mudah dan Menyenangkan Untuk Membantu Proses Belajar Anak Tuna Grahita. Dengan aplikasi tersebut para guru tidak perlu repot mencari objek pembelajaran lagi karena semuanya sudah tersedia dalam satu aplikasi. Anak tuna grahita juga cenderung menyukai warna dan tampilan yang menyenangkan. Dengan hal ini, aplikasi yang kami inovasikan dapat mendorong ketertarikan siswa dalam melakukan pembelajaran. Aplikasi kami pun dapat di download agar bisa digunakan oleh orang tua murid dirumah untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran dengan repetisi yang dilakukan di luar sekolah. Dalam aplikasi ini, siswa dapat memilih objek gambar dan mendengarkan suara pengucapan gambar tersebut agar siswa dapat belajar cara mengucapkan 1 atau lebih objek gambar dengan baik. Selain itu, guru dapat melakukan proses editing dan penambahan secara fleksibel tanpa bantuan admin programmer sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing di sekolah. Pada aplikasi ini juga terdapat beberapa fitur untuk menunjang keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Selain belajar menggunakan tampilan gambar dan suara, aplikasi ini juga terdapat pilihan untuk ujian, dimana guru dan orangtua dapat menguji pemahaman siswa terhadap materi yang dipaparkan pada aplikasi. Nilai hasil ujian juga akan ditampilkan untuk mengukur kompetensi siswa. Selain itu, terdapat juga fitur untuk mengecek progres pembelajaran siswa. Guru maupun orang tua dapat melihat perkembangan belajar siswa yang ditampilkan dengan presentase progres materi yang sudah dipelajari oleh siswa.

Dengan demikian, guru dan orang tua dapat mengetahui sudah sejauh mana siswa belajar tentang materi tersebut. Diharapkan dengan aplikasi ini, tim kami dapat mempermudah mobilitas guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar, serta meningkatkan fasilitas pada SKh AlKhairiyah. Aplikasi tersebut dapat memberikan manfaat terhadap 30 siswa tuna grahita dan kurang lebih 60 orang tua siswa, 5 guru yang mengajari anak tuna grahita serta staff dan jajaran pada Skh Al-Khairiyah. Inovasi tersebut mewujudkan Sustainable Development Goals poin ke-4 yaitu “Quality Education”. Dimana tujuan dari inovasi kami yaitu meningkatkan kualitas serta kinerja edukasi terutama pada SKh Al-Khairiyah di kategori Anak Tuna Grahita.

Dalam mewujudkan inovasi kami, tahap awal yang kami lakukan adalah melakukan pengumpulan data dengan mencari informasi terkait dengan daerah sasaran yaitu SKH Al Khairiyah. Tim kami melakukan analisis permasalahan yang ada dengan solusi yang tim kami berikan. Tim kami melakukan diskusi serta sosialisasi untuk menyampaikan maksud serta target yang ingin disalurkan. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara permasalahan dengan solusi yang ditawarkan, maka akan kembali ke tahap identifikasi permasalahan sehingga akan dilakukan proses analisa kembali sampai dicapai solusi yang sesuai. Selanjutnya, tim kami membuat design mockup aplikasi mobile. Design akan dilakukan melalui software Figma sehingga dapat dilakukan kolaborasi secara online antar anggota. Rapat secara online juga dilaksanakan secara rutin baik antar anggota maupun dosen pembimbing untuk memastikan proses keberhasilan pembuatan aplikasi. Kami juga melakukan evaluasi secara bertahap bersama pihak SKH sebagai validasi, apabila ada yang tidak sesuai maka akan kembali ke tahap design mockup sampai design cocok bagi tim kami dan pihak guru tunagrahita SKH. Setelah desain selesai terbuat, tim kami melakukan pembuatan Aplikasi Mobile. Aplikasi Mobile dibuat menggunakan bahasa Java. Pembuatan juga dievaluasi apabila sudah selesai, apabila ada bug maka kembali lagi ke tahap pembuatan aplikasi mobile sampai aplikasi mobile berjalan lancar tanpa bug. Source code pembuatan aplikasi disimpan di platform Github sehingga dapat dilakukan kolaborasi secara online antar anggota. Setelah aplikasi mobile selesai dibuat tanpa permasalahan, maka kami melakukan simulasi aplikasi dengan pihak guru tunagrahita bersama beberapa anak-anak tuna grahita. Hal itu bertujuan untuk menguji kelayakan dari aplikasi tersebut dengan memantau respon anakanak terhadap aplikasi yang sudah dibuat. Tahap ini kami lakukan pada tahap ketiga implementasi. Dimana kami berkunjung ke SKH untuk melakukan presentasi serta sosialiasi aplikasi tersebut. Kami juga memberikan arahan serta menguji coba secara langsung aplikasi tersebut kepada guru, siswa dan orang tua murid. Sosialisasi berjalan dengan baik dan sesuai target dengan adanya respon positif terhadap siswa, guru maupun orang tua murid. Mereka terlihat sangat antusias dan merasakan manfaat dari aplikasi tersebut. Karena ada beberapa saran serta pesan dari guru maupun orang tua murid, tim kami tetap melakukan evaluasi terhadap aplikasi tersebut untuk melihat perkembangan proses belajar anak-anak tuna grahita. Terdapat fitur yang harus dikembangkan, diperbaiki maupun ditambahkan. Seperti contoh, salah satu orang tua murid mengusulkan untuk menambah tampilan video dalam aplikasi tersebut untuk menjelaskan maksud dari gambar yang ada. Dengan ini, tim kami melihat peluang keberlanjutan inovasi kami dengan meningkatkan performa dalam aplikasi yang telah dibuat. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan anak tunagrahita dan kecanggihanteknologi akan semakin berkembang. Alangkah lebih baik apabila kita dapat mengiring anak tunagrahita maupun anak dengan disabilitas lain untuk berikut serta dalam perkembangan zaman agar mendapat kualitas belajar yanh setara. Tim kami berharap dengan terciptanya aplikasi ini, guru tunagrahita tidak kesulitan dalam mengajar anak-anak tuna grahita, dan anak-anak tuna grahita bisa bertambah semangat belajarnya mengingat apabila diajari dengan benar potensi anak-anak tersebut sama atau bahkan lebih baik apabila dibandingkan dengan kita yang normal.

tonton video impementasinya disini : https://youtu.be/xNXdkDCQT2s

#Innovillage2022 #DigitalUntukSemua
Share post:
Top